Jember, Kabar SDGs – Gelaran Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 kembali menghadirkan dampak positif, tidak hanya sebagai ajang seni dan budaya bertaraf internasional, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Memadainya ribuan pengunjung selama rangkaian acara berlangsung memberikan peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha mikro, pedagang kaki lima, dan UMKM di sekitar lokasi kegiatan.
Sejak pembukaan JFC pada Jumat (24/7/2026) hingga puncak acara pada Minggu (26/7/2026), kawasan Alun-Alun Jember, Pendopo Wahyawibawagraha, dan sepanjang rute karnaval dipenuhi warga maupun wisatawan. Tingginya jumlah pengunjung berdampak langsung pada meningkatnya aktivitas perdagangan di berbagai titik.
Salah satu pedagang yang merasakan manfaat tersebut adalah Endang (51), penjual rangen, jajanan tradisional khas Jember, asal Desa Panti. Ia mengungkapkan penjualannya meningkat tajam selama pelaksanaan JFC karena banyaknya pembeli yang datang silih berganti.
“Sejak hari Jumat sampai Minggu ini ramai sekali. Pembeli datang terus bergantian sehingga dagangan saya cepat habis. Alhamdulillah, rezekinya jauh lebih baik dibanding hari biasa,” ungkapnya, Minggu (26/7/2026).
Endang menilai JFC selalu menjadi momentum yang dinanti para pedagang kecil setiap tahunnya. Kehadiran ribuan pengunjung dinilai mampu memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan penghasilan.
“Kalau ada JFC seperti ini, kami ikut merasakan manfaatnya. Semoga acara ini terus ada setiap tahun karena sangat membantu pedagang kecil seperti kami,” katanya.
Dampak serupa juga dirasakan Agus Sodikin, pedagang gorengan dan kopi yang berjualan di sekitar Pendopo Wahyawibawagraha. Warga Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, itu mengaku omzet usahanya melonjak hingga tiga kali lipat selama penyelenggaraan JFC.
“Alhamdulillah, gorengan dan kopi yang saya jual laris. Omzet bisa naik sekitar tiga kali lipat dibanding hari biasa karena pengunjung sangat banyak,” katanya.
Meningkatnya transaksi selama penyelenggaraan JFC menunjukkan bahwa event berskala internasional mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Selain mendorong sektor pariwisata, kegiatan tersebut turut menggerakkan berbagai sektor usaha masyarakat, mulai dari pedagang makanan dan minuman, jasa parkir, transportasi, hingga pelaku UMKM yang memanfaatkan tingginya kunjungan wisatawan.
Keberhasilan JFC 2026 menarik ribuan pengunjung diharapkan terus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Selain memperkuat posisi Jember sebagai destinasi wisata kreatif, ajang tahunan ini juga membuka lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat serta memperkokoh peran UMKM sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah.










Discussion about this post