• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
6 November 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Kementerian PU Bangun 40 Sabo Dam di 6 DAS Aceh,

Perkuat Mitigasi Bencana

by Riski Yanti
20 September 2026
Kementerian PU Bangun 40 Sabo Dam di 6 DAS Aceh,
20
SHARES
127
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Gayo Lues, KabarSDGs – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun 40 unit Sabo Dam yang tersebar di enam daerah aliran sungai (DAS) di Aceh, sebagai bagian dari percepatan penanganan kawasan hulu pascabanjir dan longsor yang terjadi pada November 2025.

Pembangunan ini merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana, sekaligus memperkuat sistem mitigasi terhadap potensi banjir, aliran sedimen, dan debris dari kawasan hulu.

BACA JUGA

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

26 Oktober 2026
Kementerian PU Perkuat Tanggul Sungai Pasca Banjir di Tapanuli Tengah

Kementerian PU Perkuat Tanggul Sungai Pasca Banjir di Tapanuli Tengah

26 Oktober 2026
Pembangunan Tol Semarang – Demak, Ditargetkan Selesai Tahun 2027

Pembangunan Tol Semarang – Demak, Ditargetkan Selesai Tahun 2027

25 Oktober 2026

Enam lokasi pembangunan Sabo Dam berada di DAS Tripa di Gayo Lues, DAS Meureudu di Pidie Jaya, DAS Jambo Aye di Aceh Timur, DAS Peusangan yang meliputi Bireuen, Aceh Tengah, dan Bener Meriah, DAS Tamiang di Gayo Lues, serta DAS Singkil di kawasan Lawe Alas yang meliputi Gayo Lues dan Aceh Tenggara.

Penanganan kawasan hulu dilakukan untuk mengendalikan material sedimen sekaligus mengurangi kecepatan aliran air yang disertai material dari kawasan hulu sebelum mencapai kawasan hilir atau permukiman masyarakat.

Dari total 40 unit Sabo Dam yang direncanakan di Aceh, dua unit di antaranya saat ini telah memasuki tahap konstruksi.

Kedua Sabo Dam tersebut berada di DAS Tamiang, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, yakni Sabo Dam TM-D.11 di Pepelah dan Sabo Dam TM-SP.12 di kawasan Pintu Rime, Pining.

Kedua infrastruktur tersebut dibangun untuk mengendalikan aliran sedimen dari kawasan hulu DAS Tamiang sekaligus mendukung upaya pengurangan risiko bencana di wilayah hilir. Berdasarkan progres pekerjaan per 9 September 2026, pembangunan kedua Sabo Dam tersebut secara keseluruhan telah mencapai 32,84 persen.

“Bencana tidak bisa lagi dipandang sebagai pekerjaan sektoral semata. Ini harus dibaca sebagai bagian dari strategi ketahanan nasional yang menyentuh langsung kehidupan rakyat. Dalam arah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, ketahanan energi, pangan, dan air menjadi fondasi utama pembangunan bangsa,” kata Menteri Dody.

Secara teknis, pembangunan Pengendali Sedimen DAS Tamiang merupakan penanganan permanen untuk mengendalikan sedimen sekaligus mereduksi energi aliran.

Pembangunan ini dilakukan sebagai tindak lanjut kondisi DAS Tamiang setelah kejadian banjir dan longsor November 2025 yang menyebabkan debit aliran besar membawa material sedimen dari kawasan hulu menuju hilir, sehingga menimbulkan pendangkalan sungai, kerusakan infrastruktur, dan meningkatkan risiko banjir berulang.

“Pembangunan Sabo Dam ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mengendalikan aliran air sekaligus material sedimen dan debris dari kawasan hulu. Dengan begitu, risiko luapan yang menuju permukiman masyarakat dapat dikurangi, khususnya ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” ujar Menteri Dody.

Paket Pengendali Sedimen DAS Tamiang Kabupaten Gayo Lues memiliki nilai kontrak Rp70 miliar yang bersumber dari APBN 2026, dengan waktu pelaksanaan 217 hari kalender. Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero) sejak tanggal kontrak 20 Mei 2026 dan ditargetkan tuntas pada akhir Desember 2026.

Setelah berfungsi, kapasitas tampungan Sabo Dam akan dikelola secara berkelanjutan melalui pemeliharaan dan pengerukan material sedimen yang telah tertampung, sehingga kapasitas tampungan dapat dikembalikan dan fungsi pengendalian sedimen tetap optimal.

Melalui penanganan kawasan hulu secara lebih terintegrasi, Kementerian PU terus memperkuat infrastruktur pengendali sedimen dan aliran sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat dan kawasan hilir sesuai dengan prinsip build back better, yakni membangun kembali infrastruktur pascabencana dengan kualitas yang lebih baik, lebih aman, lebih tangguh, dan lebih berkelanjutan.

Share8SendTweet5
Previous Post

ASN Kementerian PU Tersangka Penyalahgunaan Narkotika Diberhentikan Sementara

Next Post

Kemenhub Pastikan Asuransi Penumpang Korban KMP Virgo Transport 8 Disalurkan

Next Post
Kemenhub Pastikan Asuransi Penumpang Korban KMP Virgo Transport 8 Disalurkan

Kemenhub Pastikan Asuransi Penumpang Korban KMP Virgo Transport 8 Disalurkan

Kemenhub Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Keadaan Darurat di Bandara APT Pranoto

Kemenhub Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Keadaan Darurat di Bandara APT Pranoto

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Platinum Hotel Lindungi 500 Pekerja Rentan Lewat Program SERTAKAN

Platinum Hotel Lindungi 500 Pekerja Rentan Lewat Program SERTAKAN

6 November 2026
Costa Serena Bawa 1.795 Wisatawan Internasional ke Bali

Costa Serena Bawa 1.795 Wisatawan Internasional ke Bali

5 November 2026
Debit Air Baku Menyusut Distribusi Air Bersih PPU Terancam

Debit Air Baku Menyusut Distribusi Air Bersih PPU Terancam

5 November 2026
BPMA dan PGE Mulai Pengeboran Sumur Eksplorasi Rayeu D-1

BPMA dan PGE Mulai Pengeboran Sumur Eksplorasi Rayeu D-1

5 November 2026
Pemuda Masjid Dunia Salurkan Bantuan untuk 3.600 Warga Flores

Pemuda Masjid Dunia Salurkan Bantuan untuk 3.600 Warga Flores

5 November 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4565 shares
    Share 1826 Tweet 1141
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    4238 shares
    Share 1695 Tweet 1060
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    4212 shares
    Share 1685 Tweet 1053
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    4275 shares
    Share 1710 Tweet 1069
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    4265 shares
    Share 1706 Tweet 1066

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.