Jakarta, KabarSDGs – Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar mengalami krisis air.
Banyak sumur warga dan aliran sungai mengering sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari.
Sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi tersebut, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Selatan menyalurkan bantuan air minum ke sejumlah desa terdampak melalui distribusi menggunakan mobil tangki.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Menteri PU, Dody Hanggodo menyampaikan bahwa air merupakan fondasi utama pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, air berperan penting dalam mendukung sektor pertanian, energi, aksi iklim, hingga pengentasan kemiskinan.
“Layanan air yang berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim,” kata Menteri Dody.
Kepala BPBPK Kalimantan Selatan, Denny Surya, mengatakan pihaknya mengerahkan tiga unit mobil tangki air dan dua unit hidran umum untuk mendistribusikan pasokan air bersih yang bersumber dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Banjarbakula.
Bantuan tersebut disalurkan ke beberapa desa yang mengalami kekeringan, salah satunya Desa Gunung Batu yang dihuni 61 kepala keluarga (KK).
“Selain mendistribusikan air minum, kami juga memasang tandon tambahan di sejumlah fasilitas umum agar masyarakat dapat mengakses air dengan lebih mudah dan tertib. Kami berharap bantuan ini mampu meringankan beban warga hingga kondisi pasokan air kembali normal,” ujar Denny, di Banjarmasin, Kamis (23/07/2026).
Bantuan air minum disambut antusias oleh masyarakat. Warga berdatangan membawa ember, jeriken, dan berbagai wadah penampung air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Suasana penuh semangat terlihat di sekitar lokasi distribusi, sementara anak-anak bermain di sekitar tandon dan para ibu tampak lega karena kebutuhan air keluarga mereka mulai terpenuhi.
Distribusi air ini menjadi wujud nyata komitmen BPBPK Kalimantan Selatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada saat terjadi kondisi darurat akibat kekeringan.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, pemerintah terus berupaya memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap air bersih sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.
Ditjen Cipta Karya Kementerian PU melalui BPBPK Kalimantan Selatan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk memastikan penyaluran bantuan air bersih dapat menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan.









Discussion about this post