• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
4 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY PENDIDIKAN & IPTEK

Jagung Merah Dairi Tarik Perhatian Pengunjung

by SDGS Admin
19 Juli 2026
Jagung Merah Dairi Tarik Perhatian Pengunjung
19
SHARES
118
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Dairi, Kabar SDGs – Paviliun Kabupaten Dairi menjadi salah satu daya tarik dalam ajang pameran daerah dengan menampilkan varietas jagung lokal berwarna merah yang memiliki ukuran tongkol lebih besar dibandingkan jagung pada umumnya. Tanaman khas dataran tinggi Dairi tersebut kini mulai jarang dibudidayakan sehingga keberadaannya semakin terbatas.

Jagung merah yang dipamerkan memiliki sejumlah keunggulan, terutama pada sistem perakaran yang kuat serta batang yang kokoh sehingga mampu bertahan menghadapi angin kencang dan cuaca ekstrem. Karakter tersebut membuat tanaman tidak mudah roboh saat ditanam di lahan pertanian.

BACA JUGA

Ragam Pesona Kota Lemang Promosikan Budaya dan UMKM

Ragam Pesona Kota Lemang Promosikan Budaya dan UMKM

3 Agustus 2026
Asahan Tampilkan Seni Budaya dan UMKM di PRSU 2026

Asahan Tampilkan Seni Budaya dan UMKM di PRSU 2026

27 Juli 2026
Dairi Tampilkan Sendratari Meraleng Tendi di PRSU

Dairi Tampilkan Sendratari Meraleng Tendi di PRSU

22 Juli 2026

Selain memiliki ketahanan yang baik, tanaman ini juga memiliki tinggi rata-rata sekitar 170 sentimeter dengan susunan biji yang rapat hingga memenuhi seluruh bagian tongkol.

“Batangnya rata-rata sampai 170 cm tingginya dan tidak mudah patah kalau kena angin yang kencang,” kata Debora Sinaga di paviliun Kabupaten Dairi, Senin (13/07/2026).

Debora menjelaskan, jagung merah tersebut memiliki ciri khas yang berbeda dari varietas jagung yang banyak beredar di pasaran. Salah satu keunikannya adalah benihnya tidak diperdagangkan secara bebas di toko pertanian.

“Ini unik jagungnya bang, warna kemerahan dan ini tidak diperjual belikan bibitnya di toko-toko,” katanya sembari menunjukan jagung yang dipamerkan.

Sementara itu, Ester Tarigan menjelaskan bahwa minimnya pengolahan hasil panen menjadi salah satu penyebab berkurangnya minat masyarakat untuk membudidayakan jagung merah tersebut. Padahal, bijinya yang bertekstur keras memiliki banyak potensi pemanfaatan.

“Butiran yang keras ini dapat diolah menjadi tepung, pakan ternak baik itu pakan ayam, babi maupun untuk pakan ikan,” katanya.

Menurut Ester, varietas jagung lokal tersebut memiliki nilai ekonomi yang cukup besar apabila didukung dengan sistem produksi dan pengolahan yang memadai.

“Sebenarnya ini jagung punya banyak manfaatnya namun karena tidak ada sistem produksinya maka sudah mulai kurang pengembanganya,” ungkapnya.

Keunggulan lain dari jagung merah ini adalah benihnya dapat digunakan kembali untuk musim tanam berikutnya tanpa harus membeli bibit baru. Biji dari tongkol yang telah tua masih dapat ditanam berulang kali sehingga lebih menghemat biaya produksi petani.

“Ini jagung sudah tua ini dapat ditanam lagi dan berulang ditanam juga bisa,” pungkas Ester Tarigan, S.P owner Petro’s Coffee.

Share8SendTweet5
Previous Post

Pemerintah Percepat Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk

Next Post

ASDP Sterilisasi Enam Pelabuhan

Next Post
ASDP Sterilisasi Enam Pelabuhan

ASDP Sterilisasi Enam Pelabuhan

Kemenhub Apresiasi Operator Angkutan Barang yang Tertib Aturan

Logistik Perintis Lumpuh, Program Strategis Nasional MBG dan KDMP Terancam Gagal

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Badung Gelar Uji Coba Car Free Day Perdana

Badung Gelar Uji Coba Car Free Day Perdana

3 September 2026
Kekeringan Ancam Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Kalimantan Timur

Kekeringan Ancam Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Kalimantan Timur

3 September 2026
RSUD RAPB PPU Kini Miliki Layanan CT Scan

RSUD RAPB PPU Kini Miliki Layanan CT Scan

3 September 2026
BEC Mulai Bangun Pabrik Methanol Rp41 Triliun

BEC Mulai Bangun Pabrik Methanol Rp41 Triliun

2 September 2026
Edukasi Dini Jadi Kunci Cegah HIV dan Narkoba

Edukasi Dini Jadi Kunci Cegah HIV dan Narkoba

2 September 2026

POPULAR

  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2270 shares
    Share 908 Tweet 568
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    2250 shares
    Share 900 Tweet 563
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2305 shares
    Share 922 Tweet 576
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2561 shares
    Share 1024 Tweet 640
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2261 shares
    Share 904 Tweet 565

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.