Kotawaringin Timur, Kabar SDGs – Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang terus meningkatkan kualitas operasional dengan memperkuat penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan mutu layanan kepelabuhanan sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik di wilayah Kalimantan Tengah.
Berbagai pembenahan dilakukan melalui penataan area penumpukan peti kemas (container yard), digitalisasi administrasi pelayanan, pemeliharaan rutin peralatan bongkar muat, serta penyempurnaan pola operasional terminal. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan kepastian layanan kepada para pengguna jasa.
Di sisi lain, TPK Bagendang juga terus memperkuat penerapan budaya K3 di seluruh area operasional. Hal itu diwujudkan melalui kedisiplinan penggunaan alat pelindung diri (APD), pelaksanaan inspeksi keselamatan secara berkala, penyediaan jalur evakuasi sesuai standar, serta peningkatan pemahaman pekerja dan pengguna jasa mengenai prosedur keselamatan kerja.
Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar, menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan harus berjalan beriringan dengan penerapan budaya keselamatan di lingkungan kerja.
“Operasional yang tertata dan budaya K3 yang kuat menjadi kunci dalam memberikan layanan yang berkualitas. Karena itu, kami terus melakukan pembenahan agar setiap aktivitas di terminal berjalan secara aman, efektif, dan sesuai standar,” ujarnya.
Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pemangku kepentingan. Sekretaris DPW ALFI/ILFA Kalimantan Tengah, Budi Hariono, menilai penerapan K3 merupakan fondasi penting dalam menjaga kelancaran aktivitas logistik di pelabuhan.
“Kami mengapresiasi komitmen Pelindo yang terus memperkuat budaya K3. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama dan menjadi dasar bagi kelancaran operasional logistik,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan Branch Manager PT Salam Pacific Indonesia Lines Sampit, Christofel Herman Soselisa. Menurutnya, kolaborasi antara pengelola pelabuhan dan seluruh pengguna jasa menjadi faktor penting dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.
“Keterlibatan seluruh pengguna jasa dalam penerapan K3 menjadi langkah positif untuk meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan sekaligus mendukung kelancaran operasional pelabuhan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari transformasi operasional, TPK Bagendang juga mulai mengembangkan sistem pengawasan K3 berbasis digital. Sistem tersebut dirancang untuk meningkatkan pemantauan terhadap kepatuhan standar keselamatan sekaligus memperkuat pengelolaan risiko di lingkungan kerja.
Melalui penguatan sistem operasional dan implementasi budaya K3, PT Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen menghadirkan layanan kepelabuhanan yang semakin andal, aman, dan berkualitas guna mendukung kelancaran distribusi logistik serta pertumbuhan ekonomi nasional.












Discussion about this post