Teheran, Kabar SDGs – Pemerintah Iran mengumumkan pembukaan kembali akses pelayaran di Selat Hormuz setelah tercapainya kesepahaman dengan Amerika Serikat yang dinilai membuka peluang meredanya ketegangan antara kedua negara.
Melalui Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, pemerintah menyatakan bahwa aktivitas lalu lintas maritim di jalur strategis tersebut akan dipulihkan secara bertahap. Kebijakan itu dijalankan berdasarkan nota kesepahaman yang telah disepakati oleh Iran dan Amerika Serikat.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRIB, disebutkan bahwa kapal yang mengajukan izin melintas tidak akan dikenakan biaya selama dua bulan pertama sejak kebijakan diberlakukan. Seluruh biaya operasional pada periode tersebut akan ditanggung oleh pemerintah Iran.
“Tidak akan ada biaya yang dikenakan kepada pemohon selama 60 hari, dan biaya ini akan ditanggung oleh Iran,” demikian pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dikutip dari Anadolu, Kamis (18/6).
Pemerintah Iran menjelaskan bahwa rincian teknis serta mekanisme operasional pelayaran di Selat Hormuz akan diumumkan lebih lanjut oleh Manajemen Perairan Teluk Persia. Saat ini, otoritas terkait tengah menyusun berbagai ketentuan untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus pelayaran di kawasan tersebut.
Selain pengaturan lalu lintas kapal, pemerintah Iran juga menyoroti sejumlah langkah lanjutan yang berkaitan dengan keamanan jalur laut. Salah satu agenda yang akan dilaksanakan adalah proses pembersihan ranjau sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kesepakatan kedua negara.
“Mengenai masalah lain, termasuk pembersihan ranjau, langkah-langkah yang diperlukan akan diambil sesuai dengan Pasal 5 Nota Kesepahaman Islamabad,” bunyi pernyataan tersebut.
Kesepahaman itu sebelumnya ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu malam. Kesepakatan tersebut menjadi perkembangan penting dalam hubungan kedua negara serta memberikan harapan terhadap meningkatnya stabilitas dan kelancaran perdagangan internasional yang bergantung pada jalur pelayaran Selat Hormuz.










Discussion about this post