Madrid, Kabar SDGs – Pemerintah Spanyol menegaskan tetap mengedepankan pendekatan diplomasi dalam menyikapi meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Sikap tersebut ditunjukkan dengan keputusan untuk tidak terlibat dalam operasi militer di Selat Hormuz yang dinilai berpotensi memperburuk eskalasi konflik.
Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, mengatakan pemerintahnya tidak akan mendukung langkah yang dapat memperluas konflik dan meyakini bahwa penyelesaian krisis harus ditempuh melalui jalur dialog.
“Kami tidak akan mengambil bagian dalam tindakan apa pun yang dapat berarti eskalasi. Dan yang terpenting, kami pikir tidak ada solusi militer untuk krisis ini,” ujar Albares dalam wawancara dengan Financial Times.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Albares dimintai tanggapan mengenai kemungkinan keterlibatan Spanyol dalam misi NATO untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz apabila Amerika Serikat dan Iran tidak berhasil mencapai kesepakatan damai.
Sikap Spanyol berbeda dengan sejumlah negara sekutu Barat yang sebelumnya membahas kemungkinan pembentukan misi keamanan di kawasan tersebut. Pada Mei lalu, para menteri pertahanan dari sekitar 40 negara yang tergabung dalam koalisi internasional menggelar pembicaraan yang dipimpin Inggris dan Prancis terkait upaya menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Dalam pernyataan bersama, koalisi tersebut menyebut langkah itu sebagai bagian yang dapat mendukung proses diplomasi dalam meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Situasi keamanan di Timur Tengah memanas setelah terjadinya serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, pada 28 Februari. Serangan tersebut kemudian dibalas Iran dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan tersebut juga memunculkan dinamika di internal NATO. Pada April lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa dirinya mempertimbangkan untuk menarik Amerika Serikat dari keanggotaan NATO setelah sejumlah negara anggota tidak memberikan dukungan militer langsung terhadap operasi Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran. Sikap Spanyol yang memilih tidak terlibat dalam operasi militer diperkirakan akan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pembahasan lebih lanjut mengenai respons NATO terhadap situasi di Selat Hormuz.











Discussion about this post