Denpasar, Kabar SDGs – Bunda Literasi Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara menghadiri rapat kerja Bunda Literasi se-Kota Denpasar Tahun 2026 yang mengusung tema “Penguatan Budaya Baca Melalui Kolaborasi Dan Sinergitas Terpadu” di Mercure Bali Sanur Resort, Sanur, Selasa (24/2). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat gerakan literasi melalui kerja bersama yang terarah dan berkelanjutan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Harian Bunda Literasi Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Wakil Ketua Harian Ny. Swandewi Eddy Mulya, perwakilan instansi terkait, serta jajaran anggota Bunda Literasi Kota Denpasar. Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan rumusan hasil program kerja Bunda Literasi se-Kota Denpasar Tahun 2026 dan laporan kegiatan Tahun 2025 oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar Cokorda Gede Partha Sudarsana kepada Bunda Literasi Kota Denpasar.
Dalam arahannya, Sagung Antari Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas peran aktif para Bunda Literasi sebagai figur penggerak yang mendorong tumbuhnya minat baca di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa keberadaan Bunda Literasi memiliki posisi strategis dalam membangun budaya literasi di Kota Denpasar.
Ia juga mengingatkan agar seluruh Bunda Literasi di tingkat desa dan kelurahan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab melalui kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak. Menurutnya, kerja bersama menjadi kunci dalam mewujudkan Denpasar yang maju dengan masyarakat yang literat dan berwawasan luas. “Kami berharap melalui pelaksanaan rapat kerja ini kedepannya dapat melahirkan program kegiatan yang lebih baik untuk tahun 2027, serta dapat meningkatkan minat baca dan literasi di Kota Denpasar,” ungkap Antari Jaya Negara.
Sementara itu, Cokorda Gede Partha Sudarsana menjelaskan bahwa rapat kerja Bunda Literasi merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar. Forum ini menjadi ruang evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja Bunda Literasi desa dan kelurahan pada tahun sebelumnya sekaligus menyusun strategi untuk penguatan gerakan literasi ke depan. “Rapat kerja ini menjadi wadah evaluasi dan penguatan komitmen bersama agar gerakan literasi semakin berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.











Discussion about this post