• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
13 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Pariwisata Aceh Terpukul Banjir Longsor 225 Destinasi Rusak

by SDGS Admin
15 Januari 2026
Pariwisata Aceh Terpukul Banjir Longsor 225 Destinasi Rusak
26
SHARES
164
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Banda Aceh, Kabar SDGs – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025 memberikan dampak serius terhadap sektor pariwisata di provinsi paling barat Indonesia tersebut. Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh mencatat, hingga Selasa, 13 Januari 2026, sebanyak 225 destinasi wisata di berbagai kabupaten dan kota dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.

Juru Bicara Pos Komando Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa mayoritas destinasi wisata yang terdampak masuk dalam kategori rusak berat. Dari total 225 destinasi wisata tersebut, sebanyak 198 lokasi mengalami rusak berat, 18 rusak sedang, dan sembilan lainnya rusak ringan.

BACA JUGA

BRI Dorong UMKM dan Pariwisata Bawomataluo

BRI Dorong UMKM dan Pariwisata Bawomataluo

26 Agustus 2026
Karawang Kembangkan Desa Wisata untuk Dorong Ekonomi Warga

Karawang Kembangkan Desa Wisata untuk Dorong Ekonomi Warga

5 Agustus 2026
Banua Fo.Rest Jadi Favorit Wisata Alam di Balikpapan

Banua Fo.Rest Jadi Favorit Wisata Alam di Balikpapan

21 Juli 2026

“Kerusakan paling banyak masuk kategori rusak berat dan tersebar di sejumlah daerah yang terdampak langsung banjir dan longsor,” kata Murthalamuddin, Selasa, 13 Januari 2026.

Ia merinci, sembilan destinasi wisata yang mengalami rusak ringan tersebar di Kabupaten Aceh Utara sebanyak dua lokasi, Kota Langsa satu lokasi, Aceh Tengah tiga lokasi, Subulussalam satu lokasi, dan Bireuen dua lokasi. Sementara itu, destinasi wisata dengan kategori rusak sedang berjumlah 18 lokasi, masing-masing berada di Aceh Utara tiga lokasi, Lhokseumawe empat lokasi, Aceh Tengah tujuh lokasi, Subulussalam satu lokasi, Nagan Raya satu lokasi, Bener Meriah satu lokasi, dan Bireuen satu lokasi.

Adapun kerusakan terparah terjadi pada destinasi wisata dengan kategori rusak berat yang mencapai 198 lokasi. Kabupaten Gayo Lues menjadi daerah dengan jumlah kerusakan tertinggi yakni 65 destinasi wisata, disusul Aceh Tamiang sebanyak 42 lokasi, Bireuen 20 lokasi, Bener Meriah 19 lokasi, dan Pidie Jaya 13 lokasi. Selain itu, kerusakan juga tercatat di Aceh Singkil 10 lokasi, Aceh Utara delapan lokasi, Aceh Tengah delapan lokasi, Aceh Timur enam lokasi, Aceh Tenggara empat lokasi, serta masing-masing satu lokasi di Kota Langsa, Subulussalam, dan Aceh Barat.

Dampak bencana hidrometeorologi tersebut tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga merambah ke pelestarian warisan budaya. Murthalamuddin menyebutkan sebanyak 162 cagar budaya di Aceh turut terdampak, dengan rincian 56 mengalami rusak ringan, 90 rusak sedang, dan 16 rusak berat.

“Cagar budaya tersebut tersebar di berbagai kabupaten dan kota yang terdampak bencana,” ujarnya.

Meski menghadapi kerusakan cukup luas, Murthalamuddin menyatakan optimisme bahwa Aceh dapat bangkit pascabencana. Ia menegaskan pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait saat ini terus menyusun langkah-langkah pemulihan secara bertahap.

“Kami optimistis sektor pariwisata dan pelestarian cagar budaya Aceh bisa pulih. Penanganan darurat terus berjalan, dan selanjutnya akan difokuskan pada pemulihan yang berkelanjutan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal,” pungkasnya.

Share10SendTweet7
Previous Post

Manasik Haji Aceh Hadirkan Mock Up Pesawat untuk Simulasi Nyata Jemaah

Next Post

Perpusnas Perkuat Program Sekolah Rakyat Lewat Dukungan Perpustakaan

Next Post
Perpusnas Perkuat Program Sekolah Rakyat Lewat Dukungan Perpustakaan

Perpusnas Perkuat Program Sekolah Rakyat Lewat Dukungan Perpustakaan

Presiden Resmikan 166 Sekolah Rakyat Perkuat Akses Pendidikan Hingga Wilayah 3T

Presiden Resmikan 166 Sekolah Rakyat Perkuat Akses Pendidikan Hingga Wilayah 3T

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Festival Nipah Dorong Ekonomi Budaya Suak Timah

Festival Nipah Dorong Ekonomi Budaya Suak Timah

13 September 2026
PIS Dorong Perlindungan Hiu Paus

PIS Dorong Perlindungan Hiu Paus

13 September 2026
Harpropnas Fest 2026 Permudah Akses Hunian

Harpropnas Fest 2026 Permudah Akses Hunian

13 September 2026
e-Walk dan Pentacity Rayakan Anniversary

e-Walk dan Pentacity Rayakan Anniversary

13 September 2026
PHE Rampungkan Survei Seismik 6000 Km

PHE Rampungkan Survei Seismik 6000 Km

12 September 2026

POPULAR

  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2547 shares
    Share 1019 Tweet 637
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2864 shares
    Share 1146 Tweet 716
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2538 shares
    Share 1015 Tweet 635
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2514 shares
    Share 1006 Tweet 629
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2558 shares
    Share 1023 Tweet 640

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.