Tanggamus, Kabar SDGs – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat pengembangan destinasi wisata unggulan melalui pembangunan infrastruktur jalan terintegrasi dengan memulai perbaikan ruas Simpang Teluk Kiluan hingga Simpang Umbar di Kabupaten Tanggamus.
Langkah ini menjadi strategi penting untuk membuka akses menuju kawasan wisata pesisir, terutama Pantai Gigi Hiu yang telah dikenal luas hingga ke mancanegara. Destinasi tersebut memiliki daya tarik berupa formasi batu karang yang menyerupai gigi hiu dengan latar ombak Samudra Hindia, sehingga menarik minat wisatawan domestik maupun internasional.
Selama ini, kondisi jalan yang belum memadai menjadi kendala utama dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Selain berdampak pada sektor pariwisata, keterbatasan infrastruktur juga dirasakan masyarakat pesisir, khususnya nelayan, yang kesulitan mendistribusikan hasil tangkapan secara optimal.
Secara teknis, ruas jalan Teluk Kiluan hingga Simpang Umbar memiliki panjang sekitar 25 kilometer dengan tingkat kemantapan jalan yang baru mencapai sekitar 52 persen. Pada tahap awal, dilakukan pembangunan sepanjang 2,6 kilometer menggunakan konstruksi rigid pavement dengan lebar 8 meter yang mencakup badan jalan dan bahu jalan, serta dilengkapi sistem drainase.
Proyek ini didukung anggaran sebesar Rp23,9 miliar dengan target peningkatan kemantapan jalan hingga 56,27 persen. Pengerjaan lanjutan direncanakan akan terus dilakukan di sejumlah titik strategis hingga Simpang Umbar.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan bahwa pembangunan jalan ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membuka konektivitas wilayah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir.
Ia juga menyoroti pentingnya konektivitas jalur wisata pesisir secara menyeluruh, khususnya antara wilayah Pesawaran dan Tanggamus. “Selama ini, jalur Pesawaran sampai Tanggamus belum terhubung dengan baik. Jika ini tersambung, maka akan terbentuk jalur wisata pesisir yang sangat potensial dan berdampak besar bagi daerah,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan penguatan ekosistem pariwisata agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah provinsi mendorong pemerintah kabupaten untuk memberikan kemudahan, termasuk insentif investasi serta kebijakan yang mendukung pengembangan kawasan wisata.
Dengan potensi besar yang dimiliki wilayah ini, mulai dari sektor pariwisata, perikanan, hingga komoditas unggulan seperti kopi dan kakao, pembangunan jalan tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir.
Melalui upaya ini, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ekosistem destinasi wisata unggulan yang terintegrasi. Infrastruktur tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga sebagai kunci dalam membuka peluang investasi serta menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.










Discussion about this post