Badung, Kabar SDGs – Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, BPR Kanti menggelar Stakeholder Gathering Tahunan yang dirangkai dengan peluncuran buku Lawar Leadership, peresmian logo baru perusahaan, transformasi budaya organisasi, serta pengundian Tabungan Arisanku. Kegiatan tersebut berlangsung di Hongkong Garden Restaurant Sanur pada Senin (1/6) dan dihadiri sekitar 300 undangan dari berbagai kalangan.
Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial perusahaan. Menurutnya, momentum tersebut menjadi penanda arah baru yang ingin ditempuh BPR Kanti dalam membangun lembaga yang tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga mengedepankan nilai moral, spiritual, dan kemanusiaan.
“Ini adalah momentum ketika sebuah lembaga keuangan memilih untuk tidak hanya bertumbuh secara bisnis, tetapi juga bertumbuh secara moral, spiritual, dan kemanusiaan,” ujarnya di hadapan para tamu undangan.
Ia menilai perkembangan zaman yang berlangsung cepat mendorong banyak institusi berlomba mencapai pertumbuhan. Namun, menurutnya, pertumbuhan tersebut harus diimbangi dengan nilai-nilai yang memberikan makna bagi masyarakat.
“Karena itulah hari ini BPR Kanti ingin menyampaikan sebuah keyakinan besar bahwa masa depan tidak boleh dibangun dengan melupakan budaya. Kemajuan tidak boleh mematikan kebijaksanaan leluhur, dan transformasi tidak boleh menghilangkan kemanusiaan,” kata Amitaba.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyebut Stakeholder Gathering menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara perusahaan dengan nasabah, masyarakat, serta para pemangku kepentingan yang selama ini mendukung perjalanan BPR Kanti.
“Karena kami percaya,bank bukan sekadar tempat menyimpan uang. Bank adalah tempat menyimpan harapan.Tempat menyimpan kepercayaan. Dan tempat membangun masa depan bersama,” ujarnya.
Amitaba turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh nasabah dan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada BPR Kanti selama bertahun-tahun.
“Karena sesungguhnya, perjalanan BPR Kanti sampai hari ini bukan dibangun oleh satu orang. Tetapi dibangun oleh kepercayaan bersama. Dibangun oleh doa-doa masyarakat dan dibangun oleh loyalitas para nasabah yang setia membersamai perjalanan kami,” kata Amitaba.
Pada acara tersebut, BPR Kanti memperkenalkan identitas visual baru berupa logo perusahaan yang mencerminkan keseimbangan antara profesionalisme, kemanusiaan, modernitas, dan nilai budaya. Menurut Amitaba, logo tersebut menjadi simbol semangat pelayanan, kolaborasi, serta tanggung jawab dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
“Karena bagi kami, kepemimpinan bukanlah tentang siapa yang paling berkuasa. Tetapi siapa yang paling tulus mengabdi. Pemimpin besar bukanlah mereka yang paling tinggi duduknya, melainkan mereka yang paling dalam kepeduliannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan warna biru dalam logo melambangkan kepercayaan, integritas, dan keteguhan moral, sedangkan warna oranye menggambarkan semangat pembaruan, keberanian bertransformasi, dan energi pengabdian kepada masyarakat.
“Karena sesungguhnya, institusi yang besar bukan hanya yang kuat secara finansial, tetapi yang mampu menjaga keseimbangan nilai di tengah perubahan zaman,” kata Amitaba.
Selain memperkenalkan logo baru, BPR Kanti juga meluncurkan visi dan misi perusahaan yang diperbarui. Visi tersebut menempatkan BPR Kanti sebagai mitra finansial terpercaya yang mengedepankan prinsip kehati-hatian serta keberlanjutan dalam menghadirkan solusi dan nilai tambah bagi nasabah.
Transformasi yang dilakukan juga menandai perubahan budaya perusahaan menuju konsep Community Bank, yaitu lembaga keuangan yang tumbuh bersama masyarakat, memahami kebutuhan komunitas, dan hadir sebagai bagian dari solusi berbagai persoalan sosial dan ekonomi.
Acara semakin meriah dengan pengundian Tabungan Arisanku sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah. Pada kesempatan yang sama, BPR Kanti juga meluncurkan produk Tabungan Arisanku Generasi Baru yang menawarkan berbagai manfaat bagi masyarakat sekaligus kesempatan memperoleh hadiah utama berupa satu unit Mitsubishi Destinator, satu unit BYD M6 MD, satu unit Toyota Avanza Hybrid, serta lima unit Honda Scoopy.
Meski demikian, Amitaba menegaskan bahwa tujuan utama program tersebut bukan sekadar memberikan hadiah, melainkan membangun budaya menabung dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan.
“Hadiah terbesar adalah tumbuhnya budaya menabung. Tumbuhnya kesadaran finansial dan tumbuhnya kepercayaan masyarakat kepada lembaga keuangan yang hadir dengan hati,” ujarnya.











Discussion about this post