Langsa, Kabar SDGs – Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Langsa mencatat kerusakan lahan persawahan akibat banjir besar yang melanda wilayah Sumatra beberapa waktu lalu. Total lahan sawah yang terdampak banjir di Kota Langsa mencapai 1.025 hektare.
“Kondisi persawahan di Kota Langsa dari hasil pantauan masuk dalam kategori rusak ringan. Data ini bersifat sementara dan dapat terus berubah,” kata Kepala DPPKP Langsa, Erni, Sabtu, 10 Januari 2026.
Erni menjelaskan, kerusakan terjadi setelah area persawahan terendam banjir dengan ketinggian air sekitar satu meter. Kondisi tersebut menyebabkan bibit padi yang baru ditanam oleh petani tidak dapat bertahan dan mengalami kematian.
Menurutnya, pemerintah daerah saat ini masih terus melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan tingkat kerusakan di lapangan. Di saat bersamaan, DPPKP Langsa juga telah mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Aceh.
“Kita masih lakukan pendataan, sembari mendata kita sudah mengajukan permohonan penyediaan bibit baru hingga perbaikan lahan sawah bagi para petani ke Pemerintah Provinsi Aceh,” ujarnya.
Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan sektor pertanian dan membantu petani kembali berproduksi pascabanjir, sekaligus menekan potensi kerugian ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Kota Langsa.












Discussion about this post