Kota Balikpapan, Kabar SDGs – Layanan angkutan massal Balikpapan City Trans semakin menunjukkan perannya sebagai pilihan utama mobilitas warga. Sepanjang 2025, tingkat keterisian penumpang atau load factor tercatat mencapai 117 persen, angka yang menggambarkan besarnya minat masyarakat terhadap penggunaan transportasi publik di Balikpapan.
Capaian tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat Ekspose Akhir Tahun 2025 yang dihadiri ribuan ketua RT se-Kota Balikpapan di Dome, Senin (22/12/2025) malam. Ia menjelaskan bahwa hampir seluruh koridor layanan mengalami peningkatan jumlah penumpang, terutama Koridor A dan B yang menunjukkan tren naik sejak Agustus hingga November 2025. Kondisi ini menandakan mulai terjadinya pergeseran pola mobilitas warga dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
“Angka load factor di atas 100 persen menunjukkan transportasi publik kita mulai dipercaya dan digunakan secara luas. Ini sinyal positif bagi upaya mengurangi kemacetan dan emisi,” ungkap Rahmad Mas’ud.
Saat ini, Balikpapan City Trans mengoperasikan 19 unit armada yang melayani sejumlah jalur strategis. Koridor A melayani rute Pelabuhan Semayang–Bandara Sepinggan, Koridor B menghubungkan Terminal Batu Ampar dengan wilayah PPU melalui Jalan MT Haryono, sementara Koridor C melayani rute Terminal Batu Ampar–Ahmad Yani. Selain armada operasional, dua unit bus disiagakan sebagai cadangan untuk menjaga kontinuitas layanan.
Seiring meningkatnya pengguna, pemerintah kota juga membenahi sarana pendukung. Pembangunan dan perbaikan halte dilakukan di berbagai titik, termasuk di kawasan Kantor Pos dan Puskib, guna meningkatkan rasa aman dan kenyamanan penumpang. Menurut Rahmad Mas’ud, pengembangan angkutan massal tidak hanya berfokus pada penambahan armada, tetapi juga mencakup penataan lalu lintas dan integrasi antarmoda.
“Transportasi publik yang baik harus nyaman, tepat waktu, dan terintegrasi. Itu yang terus kami benahi,” katanya.
Melalui penguatan layanan angkutan massal dan rekayasa lalu lintas yang terintegrasi, Pemerintah Kota Balikpapan berharap mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien sekaligus mendukung tata kota yang lebih tertib dan berkelanjutan.
“Juga mendorong Balikpapan menuju kota yang lebih tertib, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” tutupnya.












Discussion about this post