Badung, Kabar SDGs – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi melepas Himpunan Seniman Pecatu yang akan mewakili Indonesia dalam ajang The 28th China Harbin International Snow Sculpture Competition di Harbin, China. Pelepasan berlangsung di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Senin (29/12), sekaligus menjadi momentum dukungan nyata pemerintah daerah kepada para seniman dengan penyerahan bantuan dana sebesar Rp50 juta yang diterima langsung Koordinator Tim Pematung, I Nyoman Sungada.
Dalam kegiatan tersebut, Himpunan Seniman Pecatu didampingi oleh Anggota DPRD Badung asal Pecatu I Made Tomy Martana Putra, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, unsur Listibiya Kuta Selatan, Prajuru Desa Adat Pecatu, Sabha Yowana, serta Karang Taruna Pecatu. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan dukungan bersama terhadap kiprah seniman Badung di kancah internasional.
Bupati I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas konsistensi dan prestasi para seniman Pecatu yang terus membawa nama Badung, Bali, dan Indonesia di forum dunia. Ia berharap keikutsertaan dalam kompetisi internasional ini kembali menghasilkan prestasi membanggakan serta pengalaman berharga yang dapat ditularkan kepada generasi muda. “Selaku kepala daerah kami sangat bangga karena putra daerah badung mampu berprestasi di forum internasional,” jelasnya.
Menurut Bupati, pemerintah daerah memiliki komitmen kuat untuk memberikan perhatian kepada masyarakat Badung yang menorehkan prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan program apresiasi dengan nilai bantuan maksimal hingga Rp100 juta sebagai bentuk dukungan nyata. “Ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada warga badung yang berprestasi,” terangnya.
Sementara itu, Koordinator Tim Himpunan Seniman Pecatu, I Nyoman Sungada, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh dari Bupati Badung, khususnya bantuan dana untuk keberangkatan sebagai delegasi Indonesia dalam kompetisi yang akan digelar pada 6 hingga 9 Januari 2026. Ia menilai keikutsertaan dalam ajang internasional semacam ini memberikan manfaat besar, terutama sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan wawasan bagi seniman muda di Badung. Pengalaman berinteraksi dengan karya seni dari berbagai negara disebutnya sangat memperkaya perspektif dan kreativitas.
Ia juga menjelaskan bahwa Himpunan Seniman Pecatu yang tergabung dalam Tim Garuda I beranggotakan empat seniman, yakni I Nyoman Sungada sebagai koordinator, Ketut Suaryana, Gede Agus Kurniawan, dan Gede Agus Anggara Putra. Tim dijadwalkan berangkat ke China pada 2 Januari 2026 untuk melakukan persiapan, termasuk adaptasi terhadap suhu ekstrem hingga minus 16 derajat Celsius, sebelum kompetisi dimulai pada 6 Januari 2026.
Dalam kompetisi tersebut, tim akan menampilkan karya patung es dengan ciri khas Bali yang mengusung tema “Dewi Dewantari” sebagai simbol kesuburan dan kesejahteraan alam semesta. Menutup pernyataannya, I Nyoman Sungada memohon doa dan dukungan masyarakat Badung agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan tim mampu meraih hasil terbaik di ajang internasional tersebut.












Discussion about this post