Jakarta, Kabar SDGs – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat mendorong PT Indo Premier Sekuritas melalui platform investasi IPOT memperkuat upaya peningkatan literasi keuangan dan pemanfaatan teknologi digital bagi generasi muda Indonesia.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat Indonesia tengah memasuki periode bonus demografi dengan dominasi Generasi Z dan kelompok usia produktif yang akan berperan besar dalam menentukan arah pertumbuhan ekonomi nasional pada masa mendatang.
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, mengatakan bahwa IPOT saat ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana investasi, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem yang menghubungkan masyarakat dengan teknologi AI untuk mendukung pengelolaan keuangan yang lebih baik.
“IPOT saat ini mengelola dana nasabah atau Asset Under Management (AUM) sekitar Rp312 triliun dengan lebih dari satu juta nasabah,” terangnya pada Selasa, 9 Juni 2026.
Menurutnya, jumlah pengguna yang terus bertambah menjadi modal penting untuk memperluas edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan pemanfaatan teknologi di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Seiring berkembangnya teknologi AI yang telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, pekerjaan hingga investasi, perusahaan melakukan transformasi dengan menghadirkan sistem AI Real-Time Trading dan AI Decision Engine yang terintegrasi dalam platform investasi miliknya.
Selain pengembangan teknologi, IPOT juga melakukan pembaruan tampilan antarmuka pengguna agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan karakter generasi muda. Melalui pembaruan tersebut, investor ritel dapat mengakses berbagai layanan investasi secara lebih mudah dan personal.
“Melalui pendekatan ini, investor ritel dapat mengakses berbagai fitur investasi dan perdagangan saham secara lebih intuitif dan personal,” ucapnya.
Perusahaan juga memberikan akses gratis terhadap sejumlah teknologi investasi yang sebelumnya lebih banyak digunakan investor institusi. Dengan demikian, investor ritel memiliki kesempatan yang sama untuk memanfaatkan teknologi modern dalam mendukung pengambilan keputusan investasi.
Di tengah dinamika ekonomi global, generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan inflasi, maraknya penipuan digital, perjudian daring, fenomena Fear of Missing Out (FOMO), hingga berbagai tawaran investasi instan yang beredar melalui media sosial.
Kondisi tersebut mendorong pentingnya peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola dan melindungi aset yang dimiliki. Karena itu, IPOT mengembangkan pendekatan yang menggabungkan literasi finansial dan pemanfaatan AI sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan ekonomi masyarakat.
Sebagai bagian dari strategi edukasi tersebut, perusahaan meluncurkan gerakan nasional bertajuk “Cerdas Finansial Bersama IPOT”. Program ini dirancang untuk memperluas pemahaman bahwa AI tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh kalangan teknologi, tetapi juga menjadi alat yang membantu masyarakat dalam merencanakan dan mengelola masa depan keuangan.
Melalui platform yang dimilikinya, IPOT menyediakan berbagai instrumen investasi dalam satu aplikasi, mulai dari Rekening Dana Nasabah (RDN), reksa dana, Exchange Traded Fund (ETF), saham, hingga obligasi. Beragam pilihan tersebut ditujukan untuk membantu investor ritel berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi secara lebih terarah.
Di bidang teknologi investasi, perusahaan juga memperkenalkan AI Real-Time Trading Cockpit yang dilengkapi berbagai fitur seperti AI Live Trade, Live Orderbook, LADI (Live Action Done Indicator), Hit Action, serta AI ROBO Trading. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan berdasarkan data sekaligus meminimalkan pengaruh faktor emosional dalam aktivitas investasi.
Selain itu, keamanan digital menjadi perhatian utama perusahaan di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber. Untuk melindungi pengguna, IPOT menerapkan sejumlah lapisan keamanan, antara lain SIM OTP, ASDI Device Lock, Add Device Authorization, serta sistem deteksi ancaman berbasis server.
Bagi perusahaan, pengembangan teknologi AI tidak hanya menjadi strategi bisnis, tetapi juga bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui kombinasi edukasi keuangan, teknologi AI, layanan investasi multi-aset, dan perlindungan keamanan digital, IPOT berharap dapat membantu menciptakan generasi yang lebih siap menghadapi era ekonomi digital sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.












Discussion about this post