Penajam Paser Utara, Kabar SDGs – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengklaim tingkat inflasi daerah kini semakin terkendali berkat kebijakan pemanfaatan lahan rumah tangga dan program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang digagas pemerintah setempat. Program tersebut terbukti membantu menjaga stabilitas harga bahan pangan lokal, terutama komoditas yang selama ini menjadi penyumbang inflasi seperti cabai rawit.
Sekretaris Daerah PPU, Tohar, menyampaikan bahwa inisiatif kepala daerah untuk mendorong warga menanam bahan pangan di pekarangan memberikan hasil nyata. “Ketika pimpinan daerah mengeluarkan edaran agar masyarakat memanfaatkan pekarangan, ternyata dampaknya ada. Tidak semua memang, tapi cukup berpengaruh,” ujar Tohar, Jumat (7/11) malam.
Ia menjelaskan, Pemkab kini memperluas program P2B dengan menggandeng sedikitnya 15 kelompok masyarakat. Melalui program ini, warga diarahkan menanam bahan pangan bergizi di lahan rumah masing-masing, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun untuk dipasarkan ke pasar lokal. “Kami sudah instruksikan ke jajaran dan dinas teknis agar program P2B ini bisa meluas. Ekonomi yang kita dorong tidak harus muluk-muluk, tapi yang bisa dilakukan masyarakat secara nyata,” jelasnya.
Selain menjaga ketahanan pangan keluarga, kebijakan ini juga memperkuat daya tahan ekonomi lokal terhadap fluktuasi harga kebutuhan pokok. Pemerintah berharap, konsep pemberdayaan sederhana ini dapat menjadi contoh bagi lembaga lain dalam merancang program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kalau bisa, hasil dari forum MUI nanti tidak berhenti di wacana. Harus bisa ditindaklanjuti langsung oleh umat, dan juga diolah oleh pemerintah menjadi kebijakan daerah ke depan,” tutup Tohar.










Discussion about this post