Karawang, Kabar SDGs – Seorang pemuda asal Karawang, Andrian Adi Wahyono, berhasil melahirkan inovasi komunikasi revolusioner melalui aplikasi bernama Nusa Mesh. Aplikasi ini memungkinkan penggunanya berkomunikasi tanpa koneksi internet dengan jangkauan hingga 500 meter berkat teknologi Bluetooth multi-hop.
Aplikasi ini tercatat sebagai yang pertama di Indonesia memanfaatkan sistem jaringan multi-hop berbasis Bluetooth. Dengan cara kerja pesan yang diteruskan dari satu perangkat ke perangkat lain secara berantai, komunikasi dapat terbentuk meski tanpa infrastruktur internet. “Teknologi ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi komunikasi di daerah-daerah terpencil dan situasi darurat ketika jaringan konvensional tidak tersedia,” ujar Andrian Adi Wahyono.
Nusa Mesh dirancang untuk berbagai kebutuhan, mulai dari membantu warga di daerah yang belum memiliki akses telekomunikasi, menjadi jalur komunikasi darurat saat bencana melumpuhkan jaringan, hingga alternatif di acara besar ketika jaringan sering overload.
Prinsip kerjanya menjadikan setiap perangkat sebagai node dalam jaringan. Pesan yang dikirim akan mencari perangkat terdekat sesama pengguna Nusa Mesh untuk diteruskan secara berantai hingga sampai ke penerima, meski berada di luar jangkauan langsung pengirim. Semakin banyak perangkat yang aktif, semakin luas jangkauan komunikasi yang terbentuk.
Manfaat teknologi ini dirasakan banyak pihak, seperti nelayan dan petani di daerah terpencil yang butuh koordinasi, tim SAR yang membutuhkan komunikasi darurat, komunitas pendaki yang sering berada di area tanpa sinyal, hingga masyarakat umum yang memerlukan saluran komunikasi cadangan.
Inovasi ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk komunitas teknologi dan pemerintah daerah. “Ini membuktikan bahwa anak bangsa Indonesia mampu menciptakan solusi teknologi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata seorang pengamat teknologi.
Andrian dan timnya kini tengah mengembangkan fitur tambahan, mulai dari penguatan enkripsi keamanan, efisiensi konsumsi baterai, hingga integrasi layanan komunikasi darurat. “Nusa Mesh adalah langkah awal. Visi kami adalah menciptakan ekosistem komunikasi yang mandiri dan dapat diandalkan untuk seluruh masyarakat Indonesia,” tambah Andrian.
Kehadiran Nusa Mesh menjadi bukti bahwa Indonesia mampu melahirkan inovasi teknologi yang berdaya saing global. Dari Karawang, aplikasi ini menunjukkan potensi anak bangsa dalam mendorong kemajuan komunikasi modern. Aplikasi tersebut kini sudah dapat diunduh dan diharapkan segera diimplementasikan dalam berbagai program komunikasi darurat di seluruh Indonesia.












Discussion about this post