Jakarta, Kabar SDGs – Mayapada Healthcare (PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk.) (IDX:SRAJ) resmi memulai pembangunan menara ketiga dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) dalam sebuah acara peletakan batu pertama yang berlangsung di area rumah sakit, wilayah Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Acara tersebut dipimpin oleh Jonathan Tahir, Presiden Komisaris Mayapada Healthcare, bersama Navin Sonthalia, Direktur Utama & CEO Mayapada Healthcare, dan dihadiri oleh Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dr. Obrin Parulian, M. Kes., Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI, dr. Yudi Dimyati, M.K.M, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, serta dr. Fiktorius Kuludong, MM, Direktur Rumah Sakit Mayapada Hospital Jakarta Selatan.
Jonathan Tahir – Presdien Komisaris Mayapada Healthcare menyatakan, “Proyek ini menegaskan dedikasi berkelanjutan Mayapada Healthcare untuk memperluas akses kepada layanan kesehatan premium yang setara dengan standar internasional di Indonesia. Dengan penambahan bangunan layanan yang baru, Mayapada Hospital Jakarta Selatan, sebagai rumah sakit unggulan milik Mayapada Healthcare, akan menjadi rumah sakit swasta yang terbesar dan terluas di Indonesia. Selain itu, kami berambisi untuk menciptakan ekosistem medis yang tidak hanya unggul dari segi fisik, tetapi juga dalam aspek ilmu pengetahuan, teknologi, dan layanan.”
Dalam pidatonya di acara peletakan batu pertama, Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, menekankan bahwa permintaan untuk rumah sakit yang canggih dengan teknologi terbaru sangat mendesak. Ia menegaskan bahwa keberadaan rumah sakit mutakhir seperti Mayapada sangat berarti untuk mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Kita juga memerlukan rumah sakit yang canggih. Dengan adanya teknologi robotik, AI, dan pengobatan presisi. Semua ini sangat mungkin dilakukan berkat kecerdasan AI dan kemajuan teknologi bioinformatika yang dapat membantu kita dalam memberikan layanan yang lebih presisi,” kata Pratikno.
Ia menyatakan bahwa pembangunan rumah sakit yang mengintegrasikan teknologi canggih dapat menjadi solusi untuk mengurangi jumlah warga negara Indonesia yang mencari perawatan medis ke luar negeri. Data menunjukkan bahwa hampir satu juta WNI melakukan perjalanan ke luar negeri untuk keperluan medis tiap tahunnya, dengan potensi kebocoran devisa mencapai hampir Rp200 triliun. Berdasarkan informasi dari Pemerintah Singapura, Warga Negara Indonesia (WNI) mengisi proporsi tertinggi sebagai pasien asing di rumah sakit Singapura.
Menko PMK mengharapkan kehadiran Mayapada Hospital akan mendukung penguatan sistem kesehatan domestik, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai tujuan pariwisata kesehatan serta pusat inovasi dan pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang kesehatan. “Karena itu, kami sangat bersyukur dengan hadirnya rumah sakit canggih seperti Mayapada Hospital di Jakarta, yang akan mengubah pariwisata kesehatan dari luar negeri menjadi pariwisata kesehatan di Indonesia,” tegasnya.
Navin Sonthalia – Direktur Utama & CEO Mayapada Healthcare menambahkan, “Mayapada Healthcare dengan bangga menyambut Tower 3 Mayapada Hospital Jakarta Selatan, sebuah fasilitas medis modern yang dirancang untuk menjawab tuntutan layanan kesehatan yang ada sekarang dan di masa depan. Terletak di lahan seluas 26.917 m², Tower 3 memiliki luas total 110.209 m² dengan 24 lantai dan 4 basement, serta area parkir yang menampung 1.200 mobil. Desain dan strukturnya telah siap untuk ekspansi di masa mendatang, menjaga fleksibilitas untuk mengikuti kemajuan teknologi dan permintaan klinis.”
Navin juga menjelaskan, “Dengan kehadiran Tower 3, Tower 1 dan 2 dari kompleks Mayapada Hospital Jakarta Selatan akan diatur ulang menjadi sistem rumah sakit yang terintegrasi yang memaksimalkan potensi masing-masing tower. Perubahan ini akan menciptakan proses alur pasien yang lebih efisien, mempercepat waktu dari diagnosis ke tindakan, dan memberikan pengalaman pasien yang terkoordinasi secara menyeluruh di seluruh fasilitas.”
Sebagai pusat layanan medis untuk kasus yang lebih kompleks, Tower 3 akan dilengkapi dengan teknologi terbaru yang ada, seperti Radioterapi Linear Accelerator (LINAC), serta alat diagnostik mutakhir berbasis nuclear medicine seperti Digital PET Scan dan SPECT CT untuk kasus kanker. Selain itu, terdapat teknologi bedah non-invasif ZAP-X Radiosurgery untuk pengobatan tumor otak, peningkatan layanan bedah minimal invasif untuk kasus jantung, teknologi robotik untuk prosedur bedah ortopedi, rehabilitasi medis bagi pasien stroke dan jantung, serta terapi hidro pribadi untuk pemulihan yang efektif.
Tower 3 juga akan berperan dalam meningkatkan keterampilan para dokter ahli, spesialis, dan subspesialis melalui transfer pengetahuan untuk meningkatkan kualitas layanan terbaik (center of excellence). Salah satu mitra strategis yang akan mendukung upaya ini adalah Apollo Hospitals India, yang memiliki keahlian dalam melakukan prosedur medis lanjutan, termasuk transplantasi organ yang masih jarang dilakukan di Indonesia.
Setelah menyelesaikan pembangunan Tower 3, Mayapada Hospital Jakarta Selatan berencana untuk memperkaya layanan-layanan utamanya agar lebih fokus dan menyeluruh dalam penanganan medis lanjutan. Ini termasuk meluncurkan pusat-pusat seperti Onkologi, Kardiovaskular, layanan pengelolaan rasa sakit, transplantasi organ, serta layanan regeneratif dan genomik. Selain itu, rumah sakit juga akan membuka pusat IVF dan melengkapi fasilitas penunjang termasuk VIP dan International Lounge.
dr. Fiktorius Kuludong, MM – Direktur Rumah Sakit Mayapada Jakarta Selatan, mengungkapkan, “Perencanaan untuk pengembangan infrastruktur dan layanan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan dilakukan dengan sangat teliti. Bersama tim dokter dari berbagai disiplin ilmu, kami telah dipercaya untuk menangani lebih dari 75.000 layanan jantung, lebih dari 90.000 layanan saraf dan otak, serta lebih dari 75.000 layanan kanker, yang menghasilkan total lebih dari 1 juta pasien. Dalam upaya kami untuk terus mengadopsi teknologi mutakhir, Mayapada Hospital Jakarta Selatan juga mendukung peningkatan keahlian dan keterampilan dokter serta tenaga medis lainnya, sambil mendorong kerja sama antar disiplin medis dan memberikan pelatihan kepada perawat agar lebih kompeten dalam memberikan layanan kepada pasien. Kami yakin dapat menyuguhkan perawatan yang lebih maju, terintegrasi, dan menyeluruh, dengan tetap menempatkan pasien sebagai fokus utama. Semua layanan kami disesuaikan dengan akreditasi Joint Commission International (JCI) yang telah kami capai, sebagai standar kualitas tertinggi di dunia dan pedoman untuk keselamatan serta pengalaman pasien.”
Mayapada Healthcare terus memperkuat teknologi medis canggih melalui kemitraan dengan berbagai afiliasi global, seperti Siemens Healthineers, untuk menghadirkan teknologi diagnostik terkini, termasuk PET CT dan SPECT CT, dengan sistem pencitraan molekuler terbaru, Biograph Trinion dan Symbia Pro.specta. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kolaborasi antara Presiden Komisaris Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir, dan Presiden Direktur Siemens Healthineers Indonesia, Alfred Fahringer, usai acara peluncuran MHJS Tower 3.
Kemitraan dengan Siemens Healthineers ini juga adalah bagian dari komitmen Mayapada Healthcare untuk mengembangkan layanan Kedokteran Nuklir serta Teranostik, guna memenuhi kebutuhan klinis yang menyeluruh dalam bidang onkologi, kardiologi, dan neurologi. Kehadiran sistem diagnostik canggih Biograph Trinion dan Symbia Pro.specta semakin menguatkan kemampuan klinis Mayapada Hospital dengan menghadirkan hasil diagnosis yang lebih akurat, perawatan yang lebih spesifik dan personal, serta meningkatkan efisiensi dalam alur kerja klinis demi hasil yang lebih baik bagi pasien.
Alfred Fahringer, Presiden Direktur Siemens Healthineers Indonesia, mengatakan, “Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan Mayapada Healthcare untuk meningkatkan akses ke layanan diagnostik kanker yang lebih akurat dan berkualitas tinggi di Indonesia. Teknologi yang kami hadirkan dapat membantu para profesional kesehatan dalam mendeteksi sel kanker dengan akuran yang lebih tinggi. Kami menghargai komitmen Mayapada Healthcare dalam menjaga standar mutu dan kualitas internasional secara konsisten. Melalui kerjasama dengan Siemens Healthineers, akurasi diagnostik akan semakin dioptimalkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pasien.”
Kolaborasi dengan Siemens Healthineers merupakan salah satu wujud komitmen Mayapada Healthcare untuk mengedepankan standar layanan internasional. Ini mencakup penyediaan dan pengembangan teknologi, di mana Mayapada Healthcare juga aktif melakukan proses alih teknologi dan transfer pengetahuan dengan mitra global seperti National University Hospital Singapore (NUH), Apollo Hospitals India, serta berbagai institusi internasional lainnya. Hingga saat ini, kolaborasi dengan Apollo Hospitals India juga masih berlanjut melalui program Proctorship, Pendidikan Berkelanjutan untuk Medis (CME), serta pemanfaatan teknologi seperti Tele-Radiologi, E-ICU, dan Kecerdasan Buatan (AI).












Discussion about this post