• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
15 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Gubernur Riau Dorong Replanting Kebun Kelapa

by SDGS Admin
30 Mei 2025
Gubernur Riau Dorong Replanting Kebun Kelapa
27
SHARES
166
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Pekanbaru, Kabar SDGs – Gubernur Riau, Abdul Wahid, mengungkapkan bahwa tiga komoditas utama menjadi pendorong ekonomi di Provinsi Riau. Tiga sektor tersebut adalah minyak dan gas, perkebunan, serta industri pulp dari kehutanan.

Mengenai sektor perkebunan, khususnya kelapa, Gubernur Wahid berpendapat bahwa potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat Riau. “Proses hilirisasi untuk kelapa masih berjalan setengah hati, integrasinya belum optimal. Saat ini, hanya santan segar yang dipasarkan,” ucapnya saat berada di Kantor Gubernur Riau pada Senin, 26 Mei 2025.

BACA JUGA

Polinela Dorong Paradigma Baru Perkebunan

Polinela Dorong Paradigma Baru Perkebunan

18 Desember 2025
Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara VII Gelar May Day Sport Fest

Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara VII Gelar May Day Sport Fest

4 Mei 2025

Gubernur menekankan perlunya perbaikan di semua aspek yang terlibat dalam proses hilirisasi. Tantangan utama di lapangan adalah lahan kelapa yang terdapat di kawasan hutan dan pohon yang berusia lebih dari 40 tahun, yang memerlukan replanting.

“Kelapa di Riau sudah berusia tua, lebih dari empat dekade. Kami membutuhkan kebijakan untuk penanaman kembali, termasuk mengenai bibit, pendanaan, dan langkah-langkah yang perlu diambil saat menunggu hasil panen berikutnya,” jelasnya saat memimpin rapat koordinasi terkait rencana dan upaya pengembangan kelapa di Riau.

Kawasan penghasil kelapa di Riau terbagi menjadi tiga wilayah, yaitu Kabupaten Pelalawan, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hilir. Sekitar 60 persen dari sektor perkebunan tersebut terdiri dari kelapa. Kenaikan harga kelapa dipastikan akan membawa kesejahteraan dan kebahagiaan bagi para petani.

Sayangnya, jadwal panen kelapa yang panjang menjadi sumber kekhawatiran. Proses penanaman kembali membutuhkan waktu tiga hingga empat tahun agar pohon dapat berbuah, ditambah dengan waktu dua hingga tiga bulan untuk mendapatkan hasil panen.

Saat melakukan penanaman kembali, diperlukan penggantian pohon yang baru. Bibit yang digunakan haruslah memiliki ketahanan terhadap air asin. Gubernur bersama dengan perguruan tinggi berkomitmen untuk menciptakan bibit yang unggul dan tahan terhadap salinitas laut, mengingat kelapa dipengaruhi oleh lingkungan laut.

Gubernur juga mengusulkan pembentukan koperasi sebagai tempat untuk meminjam modal sembari menunggu hasil panen. Ini dianggap lebih menguntungkan dibandingkan bertransaksi dengan tengkulak yang menawarkan harga lebih rendah. “Mari kita bangun koperasi, memanfaatkan program Presiden yang mendukung Koperasi Merah Putih,” pungkasnya.

Share11SendTweet7
Previous Post

Petrokimia Gresik Inspiration Day Dukung Anak Yatim dan Anak Berkebutuhan Khusus

Next Post

Gubernur Lampung Gandeng Perusahaan Luar Angkasa Tiongkok untuk Orbitkan Satelit

Next Post
Gubernur Lampung Gandeng Perusahaan Luar Angkasa Tiongkok untuk Orbitkan Satelit

Gubernur Lampung Gandeng Perusahaan Luar Angkasa Tiongkok untuk Orbitkan Satelit

Juara HMC Ciptakan Karya Motor Listrik Honda

Juara HMC Ciptakan Karya Motor Listrik Honda

Discussion about this post

NEWS UPDATE

FPIK UB Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Kelautan

FPIK UB Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Kelautan

15 Juni 2026
D’Youth Fest 6.0 Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda Denpasar

D’Youth Fest 6.0 Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda Denpasar

15 Juni 2026
Road Show Travel Malaysia Perkuat Kerja Sama Pariwisata Lampung

Road Show Travel Malaysia Perkuat Kerja Sama Pariwisata Lampung

15 Juni 2026
Surabaya Temukan Lebih dari Empat Ribu Kasus TBC Hingga Mei 2026

Surabaya Temukan Lebih dari Empat Ribu Kasus TBC Hingga Mei 2026

14 Juni 2026
BBWS Mesuji Sekampung Percepat Perbaikan Irigasi Way Gemol

BBWS Mesuji Sekampung Percepat Perbaikan Irigasi Way Gemol

14 Juni 2026

POPULAR

  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    362 shares
    Share 145 Tweet 91
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    398 shares
    Share 159 Tweet 100
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    643 shares
    Share 257 Tweet 161
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    368 shares
    Share 147 Tweet 92

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.