JAKARTA, KabarSDGs – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sedang melakukan validasi dan forensik digital terkait dugaan kebocoran data jutaan paspor di Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.
Juru bicara BSSN, Ariandi Putra mengungkapkan, pihaknya sedang melakukan validasi dan forensik digital terhadap semua aset yang ada di Imigrasi. Mereka bekerja sama dengan tim teknis untuk proses ini. Saat ini, proses tersebut sedang berlangsung.
“Kami masih menunggu hasil validasi dan forensik digital yang dilakukan oleh BSSN untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya dalam siaran tertulisnya.
Ariandi belum dapat menjelaskan apakah kebocoran data tersebut dilakukan oleh pihak internal atau eksternal.
“Kita akan melihat apa yang sebenarnya terjadi setelah melalui proses validasi dan forensik digital yang sedang kita lakukan,” ungkap Ariandi.
Ia menambahkan, belum bisa disimpulkan apakah kebocoran data tersebut berasal dari internal atau eksternal karena prosesnya belum selesai. Setelah proses tersebut selesai, baru akan diinformasikan kepada publik.
“Kami telah memperkuat asistensi terkait dengan sistem elektronik yang ada saat ini untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan buruk yang dapat terjadi,” tegas Ariandi.
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengatakan telah berkoordinasi dengan BSSN dan Direktorat Jenderal Imigrasi terkait dugaan kebocoran data paspor milik 34 juta Warga Negara Indonesia (WNI).
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kemenkominfo, Usman Kansong mengungkapkan, ketiga pihak masih sedang menyelidiki dugaan kebocoran data tersebut.
“Hingga saat ini, terdapat perbedaan struktur data antara yang ada di Pusat Data Nasional dengan yang beredar. Tim masih melakukan penelusuran,” jelas Usman.











Discussion about this post