Jakarta, Kabar SDGs – PT Soechi Lines Tbk (SOCI) memulai proses penawaran awal atau bookbuilding untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2026 dengan nilai penerbitan maksimal Rp500 miliar. Langkah ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Sukuk Ijarah yang disiapkan perseroan dengan total target penghimpunan dana mencapai Rp3 triliun.
Perseroan mengungkapkan bahwa dana yang diperoleh dari penerbitan sukuk tersebut akan dialokasikan untuk mengurangi beban utang perusahaan. Setelah dikurangi biaya emisi, seluruh hasil penerbitan akan digunakan untuk membayar sebagian pokok pinjaman sindikasi yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
“Seluruh dana atas hasil penerbitan Sukuk Ijarah, setelah dikurangi oleh biaya-biaya emisi, akan digunakan sepenuhnya untuk pembayaran sebagian pokok utang pinjaman sindikasi kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk,” tulis Corporate Secretary PT Soechi Lines Tbk, Paula Marlina, Senin (22/6/2026).
Dalam skema penerbitannya, sukuk dibagi menjadi dua seri. Seri A memiliki jangka waktu tiga tahun, sedangkan Seri B ditawarkan dengan tenor lima tahun. Perseroan menetapkan indikasi imbal hasil pada kisaran 7,35 persen hingga 8 persen.
Manajemen SOCI menilai penerbitan instrumen berbasis syariah tersebut sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat struktur pendanaan sekaligus mendukung kebutuhan pembiayaan usaha secara berkelanjutan. Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan dapat menjaga stabilitas bisnis perusahaan dalam jangka panjang.
Dari sisi kualitas kredit, Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Soechi Lines memperoleh peringkat idAAA (sy)(sf) atau Triple A Syariah Structured Finance dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat tertinggi tersebut mencerminkan tingkat keamanan yang kuat terhadap kemampuan pembayaran kewajiban sukuk kepada investor.
Instrumen ini didukung oleh underlying asset berupa hak manfaat atas pendapatan sewa dua kapal tanker milik anak usaha Soechi Lines. Kedua armada tersebut masing-masing memiliki kapasitas 109.325 deadweight ton (DWT) dan 45.800 DWT.
Untuk memperkuat perlindungan bagi investor, perusahaan juga menyiapkan dana cadangan atau sinking fund yang digunakan untuk menjamin pembayaran imbalan ijarah dan pelunasan sukuk saat jatuh tempo. Di samping itu, perseroan memperoleh dukungan fasilitas pembiayaan subordinasi dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dengan plafon hingga Rp3 triliun guna memastikan ketersediaan dana cadangan selama masa berlaku sukuk.
Masa penawaran awal berlangsung pada 19 hingga 23 Juni 2026. Melalui aksi korporasi ini, Soechi Lines berupaya mengoptimalkan struktur permodalan perusahaan sekaligus melakukan refinancing sebagian pinjaman perbankan melalui sumber pendanaan berbasis syariah.








Discussion about this post