JAKARTA, KabarSDGs – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memiliki empat program untuk mengoptimalkan potensi angkatan kerja muda guna meningkatkan daya saing Indonesia secara global.
Anwar Sanusi, Sekretaris Jenderal Kemenaker, menyatakan bahwa saat ini sekitar 25 persen angkatan kerja di Indonesia terdiri dari kaum muda.
“Oleh karena itu, kita harus menjadikan angkatan kerja muda ini sebagai prioritas,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada hari Minggu (18/6/2023).
Anwar menjelaskan, terdapat empat program untuk angkatan kerja muda tersebut, yaitu talent scouting, talent fest, talent corner, dan talent class.
Menurutnya, talent scouting merupakan program yang bertujuan untuk memetakan, mendampingi, dan membina bakat-bakat muda agar dapat menjadi inovator muda. Program ini akan dilaksanakan oleh pusat pasar kerja.
“Kami memiliki konselor-konselor yang bertugas untuk menemukan dan mengenali potensi yang dimiliki oleh kaum muda,” jelas Anwar.
Program kedua, talent fest, merupakan forum pertemuan antara kaum muda dengan perusahaan rintisan, industri, dan modal ventura.
Selanjutnya, program ketiga, talent corner, adalah upaya meningkatkan kompetensi kaum muda di daerah agar siap menghadapi pekerjaan di masa depan sebagai bagian dari pusat bakat di UPTP BPVP di daerah.
“Ini adalah tempat di mana diskusi produktif antara anak muda dapat berlangsung, dan kami menyediakannya di balai latihan kerja. Di Kemenaker, terdapat sebuah ruangan yang dikenal dengan sebutan talent corner, tempatnya nyaman, jaringan internetnya bagus, dan kami sering mengundang mitra-mitra untuk berdiskusi,” tambah Anwar.
Ia mengungkapkan, sedangkan program terakhir, yakni talent class, adalah pembinaan bagi kaum muda dalam perencanaan karir, peningkatan keterampilan lunak dan keterampilan teknis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja profesional.












Discussion about this post