• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
18 Februari 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY PENDIDIKAN & IPTEK

Lapan: Suara Dentuman Muncul Akibat Inversi di Atmosfer

by Editor
7 Februari 2021
Lapan Menduga Dentuman di Buleleng Meteor Jatuh

Meteor Foto: twitter.com/sukiwaterhouse

19
SHARES
118
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs — Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyatakan suara dentuman yang terjadi pekan lalu di sejumlah daerah seperti Buleleng, Lampung, dan Malang selain karena adanya benda ilmah yang masuk ke atmosfer, fenomena dentuman tersebut bisa juga muncul akibat inversi di atmosfer.

“Tim Reaksi Analisis Kebencanaan (TREAK) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional menyatakan lapisan inversi adalah lapisan atmosfer yang hangat berada di atas lapisan atmosfer yang dingin,” jelas Koordinator Humas Lapan Jasyanto, di Jakarta, Minggu (7/2/2021).

BACA JUGA

Perkuat Kualitas MBG, Ekraf Dorong Peningkatan Kompetensi Juru Masak

Perkuat Kualitas MBG, Ekraf Dorong Peningkatan Kompetensi Juru Masak

16 Februari 2026
Bincang Ekraf Lampung Dorong Inovasi Kreatif dengan Pendekatan Hexahelix

Bincang Ekraf Lampung Dorong Inovasi Kreatif dengan Pendekatan Hexahelix

16 Februari 2026
KA Rajabasa Merajut Lampung dan Sumatra Selatan dalam Satu Perjalanan Panjang

KA Rajabasa Merajut Lampung dan Sumatra Selatan dalam Satu Perjalanan Panjang

20 Oktober 2025

Pada kondisi normal, kata Jasyanto, suhu atmosfer turun bersama ketinggian, sehingga lapisan atmosfer yang dingin berada di atas lapisan atmosfer yang hangat. Namun pada lapisan inversi terjadi sebaliknya, di mana lapisan atmosfer yang hangat berada di atas lapisan atmosfer yang dingin, karena itu disebut inversi (terbalik).

Menurut dia, lapisan inversi biasa terjadi pada malam dan dini hari, karena udara di dekat permukaan mendingin (pendinginan radiatif), sementara udara di atasnya tetap hangat. Lapisan inversi juga dapat terjadi karena aliran udara hangat/dingin (adveksi) dan bertemunya udara hangat/dingin (front). Lapisan inversi — sesuatu yang biasa dan normal terjadi dalam dinamika atmosfer.

Tim Reaksi Analisis Kebencanaan, kata dia, menganalisa — inversi dapat terjadi di dekat permukaan hingga lapisan batas sampai dengan 5 km, bahkan terjadi pada ketinggian sekitar 17 km (tropopause), dan luasnya bervariasi dari skala lokal hingga regional.

“Lapisan inversi menahan pengangkatan udara ke atas (konveksi) sehingga dapat mengakibatkan terkumpulnya energi di dekat permukaan dan dilepaskan dalam bentuk thunderstorm yang kuat,” kata Jasyanto.

Dia menambahkan, lapisan inversi juga dapat menyebabkan cuaca yang berkabut dan menahan polutan berada di dekat permukaan. Lapisan inversi dapat menyebabkan suara dipantulkan atau dibelokan sampai ke tempat yang lebih jauh.

Tim Reaksi Analisis Kebencanaan — bentukan Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) ini menyebut energi suara yang merambat akan mengalami pelemahan yang cepat bersama jarak, apalagi jika mengalami pemantulan, di mana sebagian besar energi akan diserap atau diteruskan. Untuk memecahkan kaca diperlukan energi suara yang cukup kuat, shock, blast, atau proses resonansi dengan frekuensi yang tepat.

Share8SendTweet5
Previous Post

DHM Bersama Meotel Hotel Jember Bantu Korban Banjir

Next Post

Merapi Gugurkan Lava Pijar ke Arah Kali Krasak

Next Post
Merapi Kembali Gugurkan Lava Pijar Saat Masyarakat Terlelap Tidur

Merapi Gugurkan Lava Pijar ke Arah Kali Krasak

Doni Monardo Terima “Medali Emas Pentahelix” Dari Dewan Pers

Doni Monardo Terima “Medali Emas Pentahelix” Dari Dewan Pers

Discussion about this post

NEWS UPDATE

PTBA Serahkan Fasos dan Fasum untuk Warga Bara Lestari

PTBA Serahkan Fasos dan Fasum untuk Warga Bara Lestari

17 Februari 2026
Warga Binaan Lapas Purwakarta Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Warga Binaan Lapas Purwakarta Dukung Program Makan Bergizi Gratis

17 Februari 2026
Wamenag Tinjau Kesiapan Ibadah Ramadan di IKN

Wamenag Tinjau Kesiapan Ibadah Ramadan di IKN

17 Februari 2026
Pegadaian Resmikan Ruang Kreatif Mahasiswa di Jember

Pegadaian Resmikan Ruang Kreatif Mahasiswa di Jember

17 Februari 2026
Prambanan Shiva Festival Didorong Jadi Agenda Unggulan Pariwisata Nasional

Prambanan Shiva Festival Didorong Jadi Agenda Unggulan Pariwisata Nasional

17 Februari 2026

POPULAR

  • BRIN dan Royal Botanic Gardens Kew Inggris Berkolaborasi terkait Bank Benih

    BRIN dan Royal Botanic Gardens Kew Inggris Berkolaborasi terkait Bank Benih

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Imlek Nasional 2026 Angkat Harmoni Budaya Nusantara

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Jaringan Konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera dan Kesiapan Tol Fungsional

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Kebijakan dan Praktik Diskriminatif Pendidikan Tinggi Indonesia

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    249 shares
    Share 100 Tweet 62

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.