• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
14 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESEHATAN

Penanganan Covid-19 di Jateng, Papua dan Bali Disorot

by Editor
16 Oktober 2020
Indonesia Peringkat 19 Dunia Angka Kesembuhan Covid-19

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. Foto: BNPB

18
SHARES
114
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs — Pemerintah memberi perharian lebih serius terhadap penanganan Covid-19 di provinsi Jawa Tengah, Papua dan Bali. Ketiga provinsi mendapat perhatian berdasarkan hasil evaluasi dua pekan terakhir yakni pada kurun 27 September 2020, 4 Oktober 2020, dan 11 Oktober 2020.

“Di Jawa Tengah dan Papua untuk kasus aktif secara umum menurun, tapi di Bali mengalami peningkatan. Pada kasus sembuh secara umum meningkat. Di Jawa Tengah dan Papua mengalami penurunan. Pada kematian cenderung stagnan, Bali dalam dua minggu terakhir cenderung meningkat,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam siaran pers, yang diterima Kabar SDGs, Jumat (16/10/2020).

BACA JUGA

Bali Jagadhita VII Dorong Pelestarian Budaya dan Pangan Lokal

Bali Jagadhita VII Dorong Pelestarian Budaya dan Pangan Lokal

11 Juni 2026
Bali Punya Modal Besar Jadi Destinasi MICE Kelas Dunia

Bali Punya Modal Besar Jadi Destinasi MICE Kelas Dunia

8 Juni 2026
Bali Tuan Rumah Kejuaraan Renang Perairan Terbuka Asia 2026

Bali Tuan Rumah Kejuaraan Renang Perairan Terbuka Asia 2026

6 Juni 2026

Untuk Jawa Tengah selama 2 pekan terakhir (27 September – 11 Oktober) persentase kasus aktif meningkat dari 22,49% menjadi 23,94%. Kesembuhannya menurun dari 71,09% menjadi 70,35%. Kasus kematian menurun dari 6,42% menjadi 5,71%.

“Untuk kesembuhan Jawa Tengah mengalami sedikit penurunan sebesar 0,34 (4 Oktober) persen dan 0,4 persen (11 Oktober). Meskipun angkanya kecil, kesembuhan harus tetap dijaga untuk selalu meningkat,” katanya.

Sementara di Papua, jelasnya, terjadi peningkatan persentase kasus aktif yang cukup signifikan dari 35,7% menjadi 43,3%. Kesembuhan 62,8% menurun menjadi 55,21%. Persentase kematian fluktuatif, pada 27 September 1,34% naik pada 4 Oktober 1,52%, dan dapat ditekan kembali pada 11 Oktober menjadi 1,44%.

Di Papua, Wiku menjelaskan, peningkatan kasus aktif dan penurunan kesembuhan selain disebabkan transmisi lokal, bisa disebabkan kegiatan penelusuran kontak atau tracing, pemeriksaan spesimen atau testing dan pelayanan kesehatan atau treatment yang kurang.

“Selain itu banyak pasien yang datang ke rumah sakit dalam gejala berat, hal ini menyebabkan pasien kurang efektif dan menurunkan kemungkinan pasien untuk sembuh,” kata Wiku.

Di Bali, katanya, persentase kematiannya meningkat dalam dua pekan terakhir. Pada 27 September persentasenya 2,97%, meningkat pada 4 Oktober menjadi 3,11% dan meningkat lagi pada 11 Oktober menjadi 3,17%. Kesembuhan meningkat dari 81,90% pada 27 Septmeber, menjadi 83,46% pada 4 Oktober dan 85,90% pada 11 Oktober. Kasus aktif menurun dari 15,13% pada 27 September menjadi 11,03% pada 11 Oktober.

“Peningkatan kualitas rumah sakit rujukan, ditambahnya fasilitas isolasi mandiri atau rumah sakit darurat dapat membantu menekan angka kematian. Kepada warga Bali jika ada gejala Covid-19 segera melaporkan agar dapat ditangani sedini mungkin,” pesannya.

Secara umum, perkembangan penanganan pada 10 provinsi, persentasenya jumlah kasus aktif nasional menurun. Namun diakuinya ada kecenderungan peningkatan.

Ia merincikan, pada 27 September 2020 persentase kasus aktif terhadap kasus nasional menyumbangkan 67,62%. Kemudian pada 4 Oktober 2020 persentase menurun menjadi 66,38%, kemudian pada 11 Oktober 2020 menurun menjadi 65,64%.

“Ini adalah kabar baik dan perlu terus ditekan agar kontribusi dari 10 provinsi prioritas ini terus ditekan,” kata Wiku.

Pada kasus sembuh, terjadi peningkatan baik secara nasional maupun pada 10 provinsi prioritas. Namun persentase kontribusi kesembuhan terhadap kesembuhan nasional mengalami penurunan. Pada 27 September 2020 kontribusinya mencapai 79,35%, lalu menurun pada 4 Oktober 2020 menjadi 77,64% dan pada 11 Oktober menjadi 76,81%.

Sedangkan kasus meninggal juga masih terjadi penambahan baik secara nasional maupun 10 provinsi prioritas. Namun secara persentase terhadap kasus nasional, cenderung menurun. Per 27 September 2020 kontribusinya 80,18%, lalu 4 Oktober 2020 menurun menjadi 79,18% dan pada 11 Oktober 2020 terus menurun menjadi 78,71%.

“Ini adalah perkembangan yang baik, menandakan kontribusi kematian dari 10 provinsi prioritas, menurun terhadap angka kematian nasional setiap minggunya. Perkembangan positif yang dicapai Minggu ini agar terus dipertahankan agar tidak ada kematian baru setiap minggunya,” ujar Wiku.

Selain itu, Wiku menambahkan, data Kementerian Kesehatan terkini menyebut, secara nasional kasus aktif ada 63.231 kasus atau 18,1% dibandingkan rata-rata dunia 22%. Jumlah kasus sembuh kumulatif 273.661 atau 78,4% dimana kasus sembuh rata-rata dunia 75,1%. Pada kasus meninggal 12.268 atau 3,5% dibandingkan rata-rata dunia 2,82%. Penambahan kasus terkonfirmasi positif hari ini ada 4.411 kasus.

Pemerintah pusat menugaskan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional dan Menteri Kesehatan untuk turun langsung menangani kasus Covid-19 pada 10 provinsi prioritas. Kesepuluh provinsi dimaksud ialah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Banten, dan Papua.

Share7SendTweet5
Previous Post

Utang Luar Negeri Indonesia Capai 413,4 Miliar Dolar AS

Next Post

Survei: Program Bantuan Kuota Data Internet Dinilai Tepat

Next Post
WHO Rekomendasikan Indonesia Gelar Rapid Test Antigen

Survei: Program Bantuan Kuota Data Internet Dinilai Tepat

Fatwa MUI Jadi Rujukan Umat Islam Hadapi Pandemi Covid-19

Fatwa MUI Jadi Rujukan Umat Islam Hadapi Pandemi Covid-19

Discussion about this post

NEWS UPDATE

BBWS Mesuji Sekampung Percepat Perbaikan Irigasi Way Gemol

BBWS Mesuji Sekampung Percepat Perbaikan Irigasi Way Gemol

14 Juni 2026
Internet BAKTI Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Maratua

Internet BAKTI Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Maratua

14 Juni 2026
Kementerian Koperasi Usulkan Tambahan Anggaran Rp1,34 Triliun

Kementerian Koperasi Usulkan Tambahan Anggaran Rp1,34 Triliun

14 Juni 2026
TP PKK Bali Dorong Konsumsi Ikan untuk Cegah Stunting

TP PKK Bali Dorong Konsumsi Ikan untuk Cegah Stunting

13 Juni 2026
Ribuan Mangrove Ditanam untuk Perkuat Ekosistem Pesisir Bali

Ribuan Mangrove Ditanam untuk Perkuat Ekosistem Pesisir Bali

13 Juni 2026

POPULAR

  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    382 shares
    Share 153 Tweet 96
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    627 shares
    Share 251 Tweet 157
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    349 shares
    Share 140 Tweet 87
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    346 shares
    Share 138 Tweet 87
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    355 shares
    Share 142 Tweet 89

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.