Nunukan, Kabar SDGs – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (PLN UID Kaltimra) dalam memberdayakan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial kembali mendapat apresiasi di tingkat nasional. Melalui program Rumah BUMN Nunukan: Serambi UMKM di Wilayah Perbatasan, PLN UID Kaltimra berhasil meraih penghargaan Platinum Alignment pada Nusantara CSR Awards 2026 yang diselenggarakan La Tofi School of Social Responsibility di Jakarta Selatan, Rabu (29/7).
Penghargaan pada kategori Ketahanan Ekonomi Masyarakat dan Rantai Nilai tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan PLN membangun ekosistem pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mampu meningkatkan kapasitas pelaku usaha, memperluas akses pasar, memperkuat rantai nilai, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Prestasi ini sekaligus menjadi pencapaian ketiga secara berturut-turut bagi PLN UID Kaltimra dalam ajang Nusantara CSR Awards. Pada 2024, PLN memperoleh penghargaan melalui Program Pengembangan Kawasan Wisata dan UMKM Pantai Ambalat pada kategori Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Sementara pada 2025, perusahaan kembali meraih Platinum Award melalui Program Sekolah Pantai Indonesia (SPI) di SMKN 5 Balikpapan pada kategori Daur Ulang.
Keberhasilan tersebut mencerminkan konsistensi PLN dalam menjalankan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menghasilkan manfaat yang berkelanjutan dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Chairman La Tofi School of Social Responsibility, La Tofi, mengatakan penghargaan diberikan kepada perusahaan yang mampu menghadirkan program sosial dengan dampak nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Perusahaan-perusahaan yang memperoleh penghargaan tahun ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan program sosial yang tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian dan keberlanjutan bagi masyarakat,” ujar La Tofi.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen PLN dalam menjalankan program TJSL yang menghadirkan creating shared value, yakni manfaat yang dapat dirasakan secara bersamaan oleh masyarakat, lingkungan, dan perusahaan.
“Keberhasilan program TJSL tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari perubahan nyata yang mampu diciptakan. Rumah BUMN Nunukan kami hadirkan untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat, meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, serta membuka akses menuju pasar yang lebih luas. Kami percaya bahwa ketika masyarakat memiliki kesempatan untuk berkembang, maka daerah akan tumbuh lebih kuat, ekonomi lokal menjadi lebih tangguh, dan pembangunan yang berkelanjutan dapat terwujud,” ujar Chaliq.
Ia menambahkan bahwa kawasan perbatasan memiliki potensi besar untuk berkembang apabila didukung melalui pendampingan, kolaborasi, dan terbukanya akses terhadap peluang usaha.
Rumah BUMN Nunukan yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia kini berkembang menjadi pusat pemberdayaan UMKM. Program tersebut menyediakan berbagai bentuk pendampingan, mulai dari pelatihan kewirausahaan, peningkatan kualitas dan inovasi produk, penguatan legalitas usaha, sertifikasi, digitalisasi pemasaran, hingga fasilitasi promosi dan perluasan akses pasar.
Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, sejumlah UMKM binaan berhasil meningkatkan daya saing produk dan membuka peluang untuk menembus pasar internasional.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Kaltimra, Muchamad Meiryandi, mengatakan keberhasilan program tersebut tidak lepas dari sinergi antara PLN, pemerintah daerah, komunitas, akademisi, serta pelaku UMKM dalam membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Rumah BUMN Nunukan tidak sekadar menjadi pusat pelatihan, tetapi telah berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku UMKM dengan berbagai peluang pengembangan usaha. Pendampingan yang berkelanjutan menjadikan UMKM semakin adaptif terhadap perubahan, mampu memanfaatkan teknologi digital, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas jejaring pemasaran. Inilah esensi pemberdayaan yang sesungguhnya, yaitu membangun kapasitas masyarakat agar mampu tumbuh, mandiri, dan berdaya saing secara berkelanjutan,” jelas Meiryandi.
Melalui penghargaan Platinum Alignment Nusantara CSR Awards 2026, PLN UID Kaltimra menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program TJSL yang tidak hanya bersifat filantropi, tetapi juga mampu mendorong transformasi sosial dan ekonomi masyarakat. Rumah BUMN Nunukan diharapkan terus melahirkan UMKM yang lebih mandiri, berdaya saing, serta mampu membawa produk unggulan wilayah perbatasan ke pasar nasional maupun internasional.











Discussion about this post