Jakarta, Kabar SDGs – Perguruan tinggi di Indonesia belum mengoptimalkan penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk kepentingan masyarakat dalam mendukung Tri Darma Perguruan Tinggi.
Hal ini dibahas dalam Konferensi Nasional ke-3 Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) yang diselenggarakan oleh Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Multimedia Nusantara (UMMN), dan Universitas Swiss German (USG) pada Kamis (19/10).
Kegiatan berlangsung di UNS Inn Solo. Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal (Sekditjen) Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Rina Indiastuti, program pengabdian kepada masyarakat sudah diimplementasikan oleh semua perguruan tinggi. Semua respons yang akan dihasilkan harus dalam bahasa Indonesia: Termasuk di dalamnya penelitian-penelitian yang menghasilkan berbagai inovasi. Di sisi lain, perguruan tinggi belum sepenuhnya memanfaatkan CSR untuk mendukung program PKM-nya.
“Potensi Program CSR masih belum sepenuhnya dimanfaatkan, masih tersebar. Dalam hal ini, baik perguruan tinggi maupun perusahaan sebenarnya bisa bekerja sama untuk memanfaatkan potensi tersebut agar dampaknya dapat dirasakan lebih luas di masyarakat,” kata Rina.
Rata-rata perguruan tinggi tidak memiliki kemampuan berbisnis, kata Rektor UNS Solo, Ravik Karsidi. Oleh karena itu, sangat penting bagi UNS untuk bekerja sama dengan perusahaan agar dapat mengelola unit bisnis di kampus tersebut.
“Meskipun tidak memiliki keterampilan bisnis, perguruan tinggi membutuhkan kegiatan bisnis, yang dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan perusahaan. Berbagai inovasi di perguruan tinggi akan mandek apabila tidak menggandeng pihak lain, terutama perusahaan, untuk pengembangannya,” kata Ravik.
Ketua Konferensi Nasional ke-3 PKM-CSR 2017, Rudy Pramono, mengatakan dunia usaha bisa bermitra dengan perguruan tinggi. Perkembangan sebuah perusahaan dan perguruan tinggi harus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya. Ketiga elemen tersebut kemudian bekerja sama untuk membentuk konsep pembangunan berkelanjutan.
Konferensi Nasional PKM-CSR membantu dalam diseminasi dan kerja sama kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan pelaku lainnya. Konferensi ini bertujuan untuk bertukar informasi dan berdiskusi mengenai program PKM yang telah dilakukan oleh lembaga pendidikan serta program CSR yang telah dilakukan dunia usaha.
“Harapannya, konferensi ini dapat menjadi titik awal untuk menciptakan sinergi antara kegiatan PKM di lembaga pendidikan dan CSR di dunia usaha. Dengan demikian, program pemberdayaan menjadi lebih efektif dan berkelanjutan. Tujuan lain dari forum ilmiah ini adalah untuk mempertemukan akademisi, peneliti, dunia usaha, NGO, dan instansi pemerintah.” paparnya.
Selain konferensi, acara ini juga menyelenggarakan penghargaan PKM-CSR Award bagi peserta yang melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui kerja sama antara PT dengan perusahaan, pemerintah, atau lembaga nonpemerintah.












Discussion about this post