• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
17 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home AKADEMIKA

BRIN dan UGM Kerja Sama terkait Pengembangan Sistem Berbasis IoT

by SDGS Admin
27 Juni 2023
BRIN dan UGM Kerja Sama terkait Pengembangan Sistem Berbasis IoT
30
SHARES
187
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

SLEMAN, KabarSDGs – Ekosistem adalah suatu kesatuan tempat hidup yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan. Komponen-komponen tersebut dapat berupa makhluk hidup (biotik) maupun unsur-unsur non-hidup (abiotik), dan mereka memiliki hubungan ketergantungan satu sama lain melalui berbagai interaksi.

Aktivitas manusia sebagai salah satu komponen ekosistem memiliki dampak yang dapat berupa manfaat atau kerusakan terhadap komponen lainnya, baik itu komponen biotik maupun abiotik. Oleh karena itu, pengelolaan ekosistem di masa depan menghadapi tantangan yang besar, terutama dalam hal keberlanjutan ekologis, jasa ekosistem, dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.

BACA JUGA

UGM Perkuat Riset AI Lewat Pusat Teknologi

UGM Perkuat Riset AI Lewat Pusat Teknologi

17 Agustus 2026
Kemenhub dan BRIN Bangun Teknologi Smart Buoy Untuk Navigasi Pelayaran

Kemenhub dan BRIN Bangun Teknologi Smart Buoy Untuk Navigasi Pelayaran

15 Februari 2026
Dosen UIN Ar Raniry Raih Juara Research Expo 2026

Dosen UIN Ar Raniry Raih Juara Research Expo 2026

13 Februari 2026

Dalam konteks ekosistem, penting untuk melakukan monitoring secara terus-menerus. Namun, di Indonesia, pelaksanaan monitoring masih memiliki keterbatasan, terutama dalam hal ketersediaan data secara real-time. Salah satu peluang sekaligus tantangan untuk meningkatkan monitoring adalah berkembangnya konsep Internet of Things (IoT) sebagai hasil dari revolusi industri 4.0 yang mendorong perkembangan sistem informasi berbasis teknologi cyber.

Dalam rangka mengatasi tantangan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi (PREE) dan Organisasi Hayati dan Lingkungan (ORHL) telah sepakat untuk melakukan kerja sama dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) dalam pengembangan sistem dan instrumen monitoring ekosistem berbasis Internet of Things (IoT). Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan dokumen kerja sama yang dilakukan secara hybrid di Auditorium A1.06 FMIPA UGM pada Senin (26/06/2023).

Peneliti dan Koordinator Periset dari PREE BRIN, Hunggul Yudono Setio Hadi Nugroho yang mewakili Kepala PREE BRIN, Anang Setiawan Achmadi menyatakan, output utama dari kegiatan riset dan inovasi di BRIN adalah publikasi ilmiah tingkat internasional dan pengembangan prototipe yang dapat mengarah pada paten. Salah satu mitra potensial untuk mencapai tujuan tersebut adalah Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) di FMIPA UGM.

“Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini, diharapkan terjadi kolaborasi antara para peneliti di PREE dan FMIPA UGM dalam hal pengetahuan dan teknologi. PKS ini didahului oleh Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang mencakup lima topik pengembangan sistem dan instrumen monitoring ekosistem,” ujarnya dalam siaran tertulisnya.

Hunggul menerangkan, salah satu instrumen yang sedang dikerjakan adalah ModATHUS, yang merupakan modifikasi alat pengukur curah hujan untuk mengumpulkan data hujan secara real-time. Saat ini, proses pengajuan paten untuk ModATHUS sedang berlangsung.

“Selain itu, sedang dikembangkan instrumen berbasis sensor yang bersifat mobile untuk monitoring pencemaran udara di perkotaan secara real-time. Kolaborasi dengan Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup Yogyakarta, serta Balai Pengelolaan Transportasi Darat Jawa Tengah dan DIY telah dilakukan untuk melakukan riset dan inovasi dalam monitoring pencemaran udara secara temporal dan spasial menggunakan instrumen mobile,” ungkapnya.

Hunggul menyatakan, setelah berkolaborasi dengan DIKE FMIPA UGM, ide-ide mengenai eksekusi instrumen tersebut telah ditemukan. Instrumen lain yang akan dikembangkan bersama DIKE adalah instrumen berbasis sensor untuk monitoring pencemaran air di sungai dan danau, yang mencakup pemantauan dari hulu ke hilir.

“Selain instrumen, pengembangan jaringan sensor nirkabel (wireless sensor network) dan sistem manajemen basis data juga sedang dilakukan untuk monitoring ekosistem,” jelasnya.

Hunggul juga melanjutkan, tujuan dari kerja sama ini adalah untuk mengembangkan sistem monitoring dan instrumen yang terkait dengan ekosistem hutan, ekosistem perairan, kualitas udara perkotaan, dan kebencanaan. Dia berharap dengan kerja sama antara BRIN dan FMIPA UGM, hasil dari riset tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah dan paten, tetapi juga dapat langsung bermanfaat bagi masyarakat.

Dekan FMIPA UGM, Kuwat Triyana berharap, setelah penandatanganan PKS, tindakan nyata dapat dilakukan untuk mewujudkan apa yang telah diidamkan.

“FMIPA UGM siap dan senang untuk bekerja sama dengan PREE BRIN dalam hal pengembangan sistem basis data. FMIPA UGM juga siap membantu para peneliti dalam mengkomersialisasikan produk riset yang telah mendapatkan paten,” ujarnya.

Kuwat menjelaskan, FMIPA UGM sangat terbuka untuk melakukan kerja sama dalam mengembangkan riset unggulan dengan berbagai pihak, termasuk dengan BRIN.

“Berbagai kegiatan yang telah disampaikan terhubung dengan berbagai program studi di FMIPA,” pungkasnya.

Share12SendTweet8
Previous Post

Pemerintaah RI Ajak Para Wisatawan untuk Menikmati Pengalaman Berwisata Seamless Experience

Next Post

Presiden RI: Semua Pihak Harus Ikut Kawal Akuntabilitas dan Kualitas Pengeluaran Keuangan Negara

Next Post
Presiden RI: Semua Pihak Harus Ikut Kawal Akuntabilitas dan Kualitas Pengeluaran Keuangan Negara

Presiden RI: Semua Pihak Harus Ikut Kawal Akuntabilitas dan Kualitas Pengeluaran Keuangan Negara

Sistem Inaportnet Rencana Diterapkan di 151 Pelabuhan di Indonesia pada 2023

Sistem Inaportnet Rencana Diterapkan di 151 Pelabuhan di Indonesia pada 2023

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Budaya Melayu Jadi Fondasi Pariwisata Batam

Budaya Melayu Jadi Fondasi Pariwisata Batam

17 September 2026
Batam Gelar Operasi Pasar Murah Tekan Inflasi

Batam Gelar Operasi Pasar Murah Tekan Inflasi

16 September 2026
CapCut Bawa Talenta Kreatif Indonesia ke Layar Lebar

CapCut Bawa Talenta Kreatif Indonesia ke Layar Lebar

16 September 2026
Sekolah di Tanjungpinang Terapkan Belajar Daring

Sekolah di Tanjungpinang Terapkan Belajar Daring

16 September 2026
Parta Hadirkan Perpustakaan di Ruang Terbuka Denpasar

Parta Hadirkan Perpustakaan di Ruang Terbuka Denpasar

16 September 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3025 shares
    Share 1210 Tweet 756
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2704 shares
    Share 1082 Tweet 676
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2704 shares
    Share 1082 Tweet 676
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2674 shares
    Share 1070 Tweet 669
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2716 shares
    Share 1086 Tweet 679

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.