• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
3 November 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home HOT NEWS

Jokowi: Pandemi Covid-19 Tak Ada Pembandingnya Dalam Serajah

by Editor
4 Maret 2021
Jokowi: Pandemi Covid-19 Tak Ada Pembandingnya Dalam Serajah

Presiden Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) 2021 yang dapat diakses secara virtual pada kanal Youtube BNPB, di Jakarta, Rabu (3/3/2021). Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

22
SHARES
135
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs — Indonesia negara yang berada di wilayah rawan bencana. Dalam satu tahun terakhir, Indonesia telah mengalami pelajaran yang luar biasa, baik bencana alam dan nonalam berupa pandemi Covid-19. Pengalaman ini menjadi momentum untuk ketangguhan masyarakat Indonesia dalam menghadapi berbagai bentuk bencana.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) 2021 yang berlangsung secara virtual. Saat memberikan arahan Presiden Jokowi mengatakan, dalam menghadapi bencana kemanusiaan ini tidak pernah ada pembandingnya dalam sejarah.

BACA JUGA

Museum Tsunami Aceh Siapkan Pameran Kebencanaan

Museum Tsunami Aceh Siapkan Pameran Kebencanaan

10 Mei 2026
Aceh Tengah Mulai Merasakan Dukungan Bantuan dan Berharap Infrastruktur Kembali Pulih

Aceh Tengah Mulai Merasakan Dukungan Bantuan dan Berharap Infrastruktur Kembali Pulih

3 Desember 2025
Posko Bencana di Humbang Hasundutan Mulai Bergerak ke Pusat Bencana Sumut

Posko Bencana di Humbang Hasundutan Mulai Bergerak ke Pusat Bencana Sumut

3 Desember 2025

“Sisi kesehatan dan sisi ekonomi harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan. Pengalaman ini menjadi momentum untuk memperkokoh kita dalam menghadapi segala bentuk bencana,” ujar Presiden Jokowi secara virtual, yang dapat diakses pada kanal Youtube BNPB, di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan beberapa poin dalam merespons tantangan penanggulangan bencana kini, khususnya pandemi Covid-19. Di samping itu Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana, termasuk 35 negara paling rawan di dunia.

Presiden Jokowi menekankan kunci utama dalam mengurangi risiko bencana adalah aspek pencegahan dan mitigasi bencana. “Sudah disampaikan berulang dan jangan sampai terlambat. Ini bukan berarti aspek yang lain tidak penting. Jangan sampai reaktif tetapi perlu antisipasi yang baik dan detail,” ujar Jokowi.

Ia menyinggung mengenai kebijakan nasional dan daerah harus sensitif terhadap kerawanan bencana. Indonesia telah memiliki perencanaan jangka panjang Rencana Induk Penanggulangan Bencana (RIPB) 2020 – 2024, namun tidak hanya pada desain besar.

“Ini harus bisa diturunkan dalam kebijakan, perencanaan, tata ruang yang sensitif dan memperhatikan aspek kerawanan bencana dan dilanjutkan dengan audit di lapangan dan bukan hanya di atas kertas saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan beberapa butir arahan, antara lain tidak sibuk membuat peraturan, tetapi pelaksanaan di lapangan. Aspek pengendalian dan penegakan standar di lapangan, misalnya standar bangunan tahan gempa, fasilitas umum dan sosial.

“Hal seperti ini harus dikawal dalam pelaksanaannya, diikuti audit ketahanan bangunan agar sesuai dengan standar sehingga jika terjadi bencana korban bisa diminimalkan, segera melakukan koreksi dan perkuatan jika tidak sesuai standar,” ujarnya.

Terkait dengan pengurangan risiko bencana, ini perlu terintegrasi dari hulu, tengah dan hilir. Upaya ini juga perlu menghindari ego sectoral, ego daerah dan semua terintegrasi, serta saling mengisi dan melengkapi.

“Tidak boleh ada yang merasa ini bukan tugas saya, bukan urusan saya. Hati-hati ini bencana, berbeda dengan hal normal,” tegas Jokowi.

Selanjutnya, Jokowi menyampaikan manajemen tanggap darurat serta kemampuan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi yang cepat pascabencana perlu cepat dan terus diperbaiki.

“Ini yang dilihat, jangan ditunggu satu tahun belum terjadi apa yang sudah kita janjikan,” ujarnya.

Di samping itu, sistem peringatan dini harus dicek, bekerja cepat dan akurat, kecepatan respon yang terus ditingkatkan. Presiden juga menyinggung rencana kontinjensi dan operasi saat tanggap darurat harus dapat diimplementasikan dengan cepat.

“Kecepatan adalah kunci untuk menyelamatkan dan mengurangi jatuhnya korban. Sangat penting sekali,” pesan dalam Rakornas PB 2021 yang bertema ‘Tangguh Hadapi Bencana.’

 

Share9SendTweet6
Previous Post

Unilever Berkolaborasi Tangani Pengelolaan Sampah

Next Post

Menristek/Kepala BRIN Dorong Riset dan Inovasi Ekonomi Sirkular

Next Post
Menristek/Kepala BRIN Dorong Riset dan Inovasi Ekonomi Sirkular

Menristek/Kepala BRIN Dorong Riset dan Inovasi Ekonomi Sirkular

Pariwisata Indonesia Diprediksi Bangkit Tahun Ini

Pariwisata Indonesia Diprediksi Bangkit Tahun Ini

Discussion about this post

NEWS UPDATE

KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta untuk Keberangkatan 1 Desember 2026

KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta untuk Keberangkatan 1 Desember 2026

3 November 2026
KAI Daop 1 Jakarta Perkuat Pengamanan Listrik Commuter Line Hadapi Musim Hujan

KAI Daop 1 Jakarta Perkuat Pengamanan Listrik Commuter Line Hadapi Musim Hujan

3 November 2026
Program CreaFIN, Kementerian Ekraf Bukakan Akses Modal Usaha 50 Pegiat Ekraf Jogja

Program CreaFIN, Kementerian Ekraf Bukakan Akses Modal Usaha 50 Pegiat Ekraf Jogja

3 November 2026
Pengiriman Peti Kemas Reefer di Merauke Tumbuh 12,33 Persen

Pengiriman Peti Kemas Reefer di Merauke Tumbuh 12,33 Persen

3 November 2026
Ditjen Hubdat Siapkan Strategi Antisipasi Potensi Kecelakaan saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

Ditjen Hubdat Siapkan Strategi Antisipasi Potensi Kecelakaan saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

3 November 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4501 shares
    Share 1800 Tweet 1125
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    4203 shares
    Share 1681 Tweet 1051
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    4175 shares
    Share 1670 Tweet 1044
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    4212 shares
    Share 1685 Tweet 1053
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    4113 shares
    Share 1645 Tweet 1028

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.