• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
22 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

AFPI Imbau Masyarakat Jangan Terjebak Fintech Ilegal

by Editor
8 Desember 2020
AFPI Imbau Masyarakat Jangan Terjebak Fintech Ilegal

Wakil Ketua Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah. Foto: KabarSDGs | Yaumal Hutasuhut

31
SHARES
192
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Kemajuan teknologi komunikasi mendorong menjamurnya jasa pinjaman daring (online) atau fintech. Kemudahan untuk bertransaksi dibanding bank membuat layanan ini digandrungi masyarakat.

Namun, Wakil Ketua Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah mengimbau masyarakat agar tidak terjebak kepada jasa fintech ilegal. Sebab, saat ini banyak jasa pinjaman daring yang beroperasi tanpa izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

BACA JUGA

No Content Available

“Sudah banyak pengalaman, mereka yang sudah menggunakan jasa fintech ilegal ujungnya membawa petaka dan sengsara. Oknum fintech menagih dengan tidak manusiawi, tidak etis, bahkan sangat kasar, seringkali dengan (kata-kata) pornografi. Jadi hindarilah,” kata Kuseryansyah lewat video diskusi daring, Selasa (8/12/2020).

Kuseryansyah menjelaskan, untuk mengetahui fintech legal masyarakat dapat masuk dalam list fintech P2P yang terdaftar dan berizin OJK. Total biaya dikenakan tidak lebih dari 0,8 persen perhari (administrasi, bunga, dan biaya lain-lain).

“Fintech legal juga biasanya hanya meminta akses kamera, microphone dan lokasi dari ponsel si calon peminjam, serta jika si nasabah tidak bisa membayar, akan masuk daftar hitam Fintech Data Center,” jelasnya.

Sementara fintech ilegal, kata Kuseryansyah, juga dapat diketahui dari sejumlah hal seperti perizinannya yang tidak terdaftar di OJK, bunga tinggi 2-5 persen perhari, mengakses seluruh data ponsel nasabah, menagih dengan cara kekerasan dan sebagainya, serta alamat kantor yang tidak jelas dan sering berganti nama.

“Jadi hati-hati dengan operasional fintech ilegal,” tegasnya.

Di samping itu, Kuseryansyah turut mengimbau masyarakat untuk bijak memanfaatkan jasa pinjaman daring, dengan beberapa mengikuti beberapa. Pertama, memastikan cicilan pinjaman tidak melebihi rasio 30 persen dari total penghasilan. Menggunakan dananya untuk kepentingan produktif, bukan untuk kebutuhan konsumtif.

Dia juga mengatakan, dana yang dipinjam tidak digunakan menutupi hutang di tempat lain agar tidak terjerat dalam rantai utang.

“Bagusnya menggunakan fintech sebagai solusi untuk kebutuhan dana darurat,” ujarnya.

Terakhir, kata Kuseryansyah, bangunlah reputasi melalui rekam jejak yang baik di industri keuangan, atau dengan kalimat lain, tidak masuk dalam daftar hitam. YAUMAL HUTASUHUT

Share12SendTweet8
Previous Post

Menristek Dorong Inovasi TTG untuk Penguatan Daya Saing UMKM

Next Post

Kemenkeu Siapkan Kebijakan Fiskal Dukung Energi Terbarukan

Next Post
Kemenkeu Siapkan Kebijakan Fiskal Dukung Energi Terbarukan

Kemenkeu Siapkan Kebijakan Fiskal Dukung Energi Terbarukan

Satgas Covid-19: Pilkada Serentak Harus Terapkan Protokol Kesehatan

Satgas Covid-19: Pilkada Serentak Harus Terapkan Protokol Kesehatan

Discussion about this post

NEWS UPDATE

PLN Nusantara Power Raih 71 Penghargaan ENSIA 2026

PLN Nusantara Power Raih 71 Penghargaan ENSIA 2026

22 September 2026
BMKG: El Nino Sangat Kuat sedang Terjadi, Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Datang Lebih Lambat

BMKG: El Nino Sangat Kuat sedang Terjadi, Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Datang Lebih Lambat

22 September 2026
AMVESINDO Perkuat Akses Pendanaan Startup Lokal, Menuju Naik Kelas

AMVESINDO Perkuat Akses Pendanaan Startup Lokal, Menuju Naik Kelas

22 September 2026
19 Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Riau Mulai Dikerjakan

19 Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Riau Mulai Dikerjakan

22 September 2026
JUMBO X Discovery Ancol Hotel Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual Lokal

JUMBO X Discovery Ancol Hotel Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual Lokal

22 September 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3252 shares
    Share 1301 Tweet 813
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2925 shares
    Share 1170 Tweet 731
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2938 shares
    Share 1175 Tweet 735
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2894 shares
    Share 1158 Tweet 724
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2923 shares
    Share 1169 Tweet 731

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.