• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
6 November 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Perkuat Daya Tarik Wisata Berbasis Budaya

by SDGS Admin
6 November 2026
Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Perkuat Daya Tarik Wisata Berbasis Budaya
15
SHARES
92
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Yogyakarta, Kabar SDGs – Kementerian Pariwisata mendukung penyelenggaraan Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026 sebagai upaya menggabungkan kekayaan budaya Yogyakarta dengan praktik kebugaran dan gaya hidup berkelanjutan. Memasuki tahun keempat, festival ini diharapkan semakin memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi wisata berbasis cultural wellness yang memiliki daya saing.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan dukungan tersebut dalam peluncuran JCWF 2026 di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Jumat (30/10/2026). Menurutnya, kekayaan budaya dan tradisi Indonesia merupakan modal penting untuk mengembangkan sektor pariwisata, termasuk melalui konsep cultural wellness yang mengintegrasikan nilai budaya, kebugaran, kreativitas, serta keharmonisan manusia dengan alam.

BACA JUGA

Suara Segara: Perempuan Gedongmulyo Bercerita

Suara Segara: Perempuan Gedongmulyo Bercerita

2 November 2026
Pullman Bali Legian Beach Hadirkan Pameran Seni Symphony of Elements

Pullman Bali Legian Beach Hadirkan Pameran Seni Symphony of Elements

1 November 2026
Fadli Zon Resmikan Pekan Seni Media Rupakala 2026 di Bogor

Fadli Zon Resmikan Pekan Seni Media Rupakala 2026 di Bogor

30 Oktober 2026

“Yogyakarta memiliki potensi besar dalam pengembangan cultural wellness dan kehadiran Jogja Cultural Wellness Festival akan semakin memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi cultural wellness yang memiliki karakter dan daya saing,” kata Menteri Pariwisata.

JCWF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 6–8 November 2026 di Loman Park Hotel Yogyakarta. Selama tiga hari, pengunjung akan disuguhkan berbagai aktivitas yang menggabungkan kebugaran, ekspresi budaya, kreativitas, dan gaya hidup ramah lingkungan.

Festival ini menyediakan lima zona pengalaman, yaitu “Mind & Body”, “Healing & Therapy”, “Nature Connection”, “Creative Expression”, dan “Culinary Wellness”. Berbagai kegiatan turut disiapkan, mulai dari yoga, meditasi, lokakarya jamu, terapi seni, hingga forum Pentahelix yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi industri.

Menteri Widiyanti menjelaskan, festival yang diinisiasi Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut menjadi wadah inovasi untuk mendorong pariwisata berbasis budaya. Pengembangannya tidak hanya berorientasi pada pengalaman wisata, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menggerakkan perekonomian daerah, serta menjaga kelestarian lingkungan.

“Melalui tema ‘RECONNECT: Reconnecting People, Culture & Wellbeing’, Jogja Cultural Wellness Festival 2026 mengajak kita melihat wellness bukan sekadar aktivitas perawatan diri, tetapi juga sebagai upaya membangun kembali hubungan dengan budaya, lingkungan, dan sesama,” kata Menteri Widiyanti.

Ia menambahkan, tren perjalanan yang menggabungkan aktivitas kebugaran, perawatan diri, serta keseimbangan fisik dan mental terus mengalami peningkatan. Data Global Wellness Institute menunjukkan, belanja global untuk sektor wellness tourism mencapai 893,9 miliar dolar AS pada 2024. Sementara itu, kawasan Asia Pasifik mencatat 562,7 juta perjalanan wisata kebugaran dengan total pengeluaran wisatawan sebesar 215 miliar dolar AS.

“Indonesia memiliki keunggulan melalui tradisi jamu, rempah Nusantara, perawatan tradisional, serta praktik kebugaran berbasis kearifan lokal yang menjadi pembeda di pasar internasional,” kata Menteri Pariwisata.

Untuk menangkap peluang tersebut, Kementerian Pariwisata memasukkan wellness tourism sebagai bagian dari pengembangan wisata minat khusus dalam program prioritas Pariwisata Berkualitas. Salah satu upayanya diwujudkan melalui pengembangan Wellness Journey Across the Java Wonders, yang menawarkan sepuluh jalur dan tema perjalanan dengan mengangkat potensi kebugaran berbasis alam serta budaya Jawa.

Kementerian Pariwisata juga tengah menyiapkan direktori wisata kebugaran Indonesia. Direktori tersebut nantinya memuat informasi destinasi, produk, layanan, hingga pelaku industri yang bergerak di sektor tersebut.

“Melalui Wonderful Indonesia Scale-up Hub (WISH), kami memberikan pendampingan bisnis bagi penyedia paket wisata gastronomi dan wellness, guna meningkatkan kapasitas usaha dan kesiapan produk memasuki pasar,” kata Menpar Widiyanti Putri.

Menurut Widiyanti, keberhasilan pengembangan pariwisata berbasis budaya memerlukan keterlibatan pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha. Sinergi antarpihak diperlukan agar potensi daerah dapat dikembangkan menjadi produk wisata kompetitif tanpa menghilangkan identitas maupun nilai budaya setempat.

“Kami berharap keterlibatan tersebut dapat membuka peluang jejaring dan kerja sama baru, memperkuat produk lokal, serta memperluas manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat. Kami mengajak masyarakat, wisatawan, komunitas, dan seluruh pelaku industri pariwisata untuk turut menyukseskan Jogja Cultural Wellness Festival 2026,” kata Menteri Pariwisata.

Ketua BPPD DIY GKR Bendara menilai filosofi dan praktik budaya Jawa memiliki keterkaitan erat dengan konsep kesejahteraan hidup yang semakin mendapat perhatian saat ini. Sejumlah nilai seperti hamemayu hayuning bawana, filosofi sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh, serta semangat gotong royong dan keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta dinilai dapat menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang seimbang dan bermakna.

“Budaya adalah ruh utama yang menghubungkan manusia dengan identitasnya. Melalui JCWF 2026, kami berkomitmen membangun ekosistem pariwisata berbasis cultural wellness yang tidak hanya memperkaya pengalaman wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat pelaku usaha lokal, dan meningkatkan daya saing Yogyakarta di tingkat nasional maupun internasional,” kata GKR Bendara.

Pada penyelenggaraan tahun ini, JCWF menghadirkan 89 program terjadwal dengan dukungan 97 komunitas dan mitra terkurasi. Festival tersebut juga melibatkan 65 praktisi wellness serta 32 peserta dalam Wellness Artisan Market. Dari keseluruhan rangkaian kegiatan, terdapat 16 program yang dapat diikuti tanpa biaya.

Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, penyelenggara menyediakan sejumlah ruang aktivitas, antara lain panggung utama, area komunitas, pasar produk artisan wellness, ruang pertemuan bisnis, serta layanan konsultasi secara langsung melalui sesi One-on-One.

Wellness Artisan Market sendiri menghadirkan lima kelompok produk, meliputi “Healthy Food & Beverages”, “Local Products”, “Wellness & Self-Care”, “Creative Works”, dan “Sustainable Products”.

Selain memperkuat pengalaman wisata, penyelenggara juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak lingkungan selama festival berlangsung. Dalam pengelolaan sampah, JCWF bekerja sama dengan Pemerintah Kalurahan Guwosari, Bantul, melalui inisiatif Zero Waste Management. Program ini mendorong pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari sumbernya.

Penyelenggara turut menghitung jejak karbon yang dihasilkan dari berbagai aktivitas festival. Emisi tersebut direncanakan akan dikompensasi melalui kegiatan penanaman pohon.

Pengunjung juga diajak berpartisipasi menjaga lingkungan dengan membawa botol minum pribadi atau tumbler, menggunakan fasilitas water station, memilih transportasi umum, serta memilah sampah selama berada di lokasi acara.

Informasi lebih lengkap mengenai rangkaian kegiatan dan jadwal Jogja Cultural Wellness Festival 2026 dapat diakses melalui situs resmi www.jcwf.id.

Share6SendTweet4
Previous Post

Gubernur Bali Siapkan Bonus dan Beasiswa untuk Tiga Atlet Disabilitas Berprestasi

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Perkuat Daya Tarik Wisata Berbasis Budaya

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Perkuat Daya Tarik Wisata Berbasis Budaya

6 November 2026
Gubernur Bali Siapkan Bonus dan Beasiswa untuk Tiga Atlet Disabilitas Berprestasi

Gubernur Bali Siapkan Bonus dan Beasiswa untuk Tiga Atlet Disabilitas Berprestasi

6 November 2026
500 Pemuda Tanam 1.000 Pohon Pulihkan Tahura Bukit Soeharto

500 Pemuda Tanam 1.000 Pohon Pulihkan Tahura Bukit Soeharto

6 November 2026
Platinum Hotel Lindungi 500 Pekerja Rentan Lewat Program SERTAKAN

Platinum Hotel Lindungi 500 Pekerja Rentan Lewat Program SERTAKAN

6 November 2026
Costa Serena Bawa 1.795 Wisatawan Internasional ke Bali

Costa Serena Bawa 1.795 Wisatawan Internasional ke Bali

5 November 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4571 shares
    Share 1828 Tweet 1143
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    4218 shares
    Share 1687 Tweet 1055
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    4281 shares
    Share 1712 Tweet 1070
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    4244 shares
    Share 1698 Tweet 1061
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    3633 shares
    Share 1453 Tweet 908

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.