• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
25 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home HOT NEWS

Bali Melawan Sepi, Terapkan CHSE Jaminkan Keamanan

by Fiani Sukarta
19 November 2020
Bali

Suasana di Bali (DOK KABARSDGS|YAUMAL HUTASUHUT)

55
SHARES
345
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

BALI, KabarSDGs – Sepi…. kata itu yang terbesit di dalam pikiran kala menginjakkan kaki di Pura Agung Besakih Karangasem, Bali. Salah satu tujuan wisata di Bali itu, biasanya kerap didatangi ribuan orang tiap harinya. Namun, Pandemi Covid-19 menerjang, meluluhlantahkan sektor pariwisata di Bali dalam sekejap.

“Sebelum pandemi, pengunjung dalam negeri dan asing bisa mencapai 1.500 orang setiap hari, tapi sekarang hanya 10-20 orang perhari,” kata Petugas Tiket Pure Besakih Wayan Watre kepada KabarSDGs, di Bali beberapa waktu lalu.

BACA JUGA

Penerbangan Perdana Spring Airlines, Rute Guangzhou dan Shenzhen ke Jakarta Tarik Wisman

Penerbangan Perdana Spring Airlines, Rute Guangzhou dan Shenzhen ke Jakarta Tarik Wisman

23 Juni 2026
Dieng Caldera Race 2026 Perkuat Posisi Wonosobo sebagai Destinasi Sport Tourism

Dieng Caldera Race 2026 Perkuat Posisi Wonosobo sebagai Destinasi Sport Tourism

22 Juni 2026
Indonesia Naik ke Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Dunia

Indonesia Naik ke Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Dunia

21 Juni 2026
Pura Agung Besakih
Pura Agung Besakih (DOK KABARSDGS|YAUMAL HUTASUHUT)

Kini, Pura Agung Besakih banyak dikunjungi penduduk lokal yang beribadah dibandingkan wisatawan dari domestik dan mancanegara. Penghasilan penduduk pun menjadi berkurang.

“Sebelum pandemi saya bisa dapat penghasilan Rp 300-500 ribu. Tapi sekarang untuk dapat Rp 100 ribu saja susah,” kata salah seorang pedagang minuman di tempat wisata itu, Wayen Ngerte.

Berdasarkan pantauan KabarSDGs, di kawasan ini banyak toko cendera mata yang tutup serta rumah makan yang sepi pengunjung. Begitu juga dengan tempat parkir, jumlah kendaraan motor dan mobil hanya terlihat dengan hitungan jari.

Bali
Toko cendera mata di Bali banyak yang tutup (DOK KABARSDGS|YAUMAL HUTASUHUT)

Penurunan jumlah wisatawan juga menerjang pertunjukan Tari Kecak di Pura Luhur Uluwatu, Desa Adat Pecatu. Ketua Sanggar Tari dan Tabuh Desa Adat Pecatu I Made Astra mengatakan, biasanya jumlah penonton yang ingin menyaksikan tari kecak sambil melihat mentari tenggelam di laut lepas sekitar 1.000-1.400 orang, namun kini hanya sekitar 400 orang saja, itupun gabungan dari wisatawan dalam negeri dan kunjungan lembaga dan kementerian.

Karena sepinya pengunjung jadwal pagelaran juga turut dibatasi, dari biasanya setiap hari, kini hanya empat hari. “Karena pandemi dan jumlah pengunjung yang sedikit, jadwal kami batasi, menjadi Kamis sampai Minggu,” kata I Made.

tari kecak
pertunjukan tari kecak (DOK KABARSDGS|YAUMAL HUTASUHUT)

Pariwisata terpuruk, pendapatan pemandu wisata pun menjadi terseok. Seorang pemandu wisata Ida Bagus Prawira mengaku pendapatannya sangat turun drastis. “Sangat turun drastis, dari sebelum pandemi saya memiliki pendapatan sekitar Rp 10 juta perbulannya, kini hanya sepuluh sampai dua puluh persen saja dari itu,” ujarnya.

Sebagai alternatif untuk bertahan hidup, Prawira harus banting setir, menjadi penjual nasi kuning dan pembuat arak Bali. “Semoga dalam waktu dekat ini Bali bisa kembali lagi seperti semula,” katanya.

Mencoba melawan sepi, Bali pun telah menerapkan program Sertifikasi CHSE (Clean, Health, Safety & Environment) yang dikeluarkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparkeraf) di semua industri pariwisatanya.

“CHSE di Bali sudah diterapkan di semua industri pariwisata dari mulai hotel, restoran, dan juga alat transportasi,” kata Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf Vinsensius Jemadu.

Program CHSE atau Kebersihan, Kesehatan, dan Kelestarian Lingkungan adalah salah satu strategi menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. CHSE berfungsi sebagai jaminan kepada wisatawan dan masyarakat, bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan. (YAUMAL HUTASUHUT)

Share22SendTweet14
Previous Post

Dampak Pandemi, Negara Coba Pulihkan Ekonomi

Next Post

INACA: UU Cipta Kerja Permudah Regulasi Industri Penerbangan

Next Post
INACA: UU Cipta Kerja Permudah Regulasi Industri Penerbangan

INACA: UU Cipta Kerja Permudah Regulasi Industri Penerbangan

Kemenhub Pertimbangkan Izin Terbang Boeing 737 Max

Kemenhub Pertimbangkan Izin Terbang Boeing 737 Max

Discussion about this post

NEWS UPDATE

EastFood Indonesia Expo 2026 Perkuat Peluang Ekspor Industri Mamin

EastFood Indonesia Expo 2026 Perkuat Peluang Ekspor Industri Mamin

24 Juni 2026
Permintaan Sepatu Safety Meningkat Jelang Tahun Ajaran Baru

Permintaan Sepatu Safety Meningkat Jelang Tahun Ajaran Baru

24 Juni 2026
PORSEROSI Purwakarta Perkuat Motivasi Atlet Jelang Porprov Jabar 2026

PORSEROSI Purwakarta Perkuat Motivasi Atlet Jelang Porprov Jabar 2026

24 Juni 2026
SLPI Fase II Diluncurkan untuk Perkuat Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan

SLPI Fase II Diluncurkan untuk Perkuat Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan

24 Juni 2026
Workshop Onang-Onang Dorong Literasi Budaya Generasi Muda

Workshop Onang-Onang Dorong Literasi Budaya Generasi Muda

23 Juni 2026

POPULAR

  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    544 shares
    Share 218 Tweet 136
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    510 shares
    Share 204 Tweet 128
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    784 shares
    Share 314 Tweet 196
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    513 shares
    Share 205 Tweet 128
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    505 shares
    Share 202 Tweet 126

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.