Jakarta, Kabar SDGs – PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA), yang sebelumnya bernama PT MNC Energy Investments Tbk, menegaskan bahwa perseroan tidak lagi menjadi bagian dari MNC Group maupun dimiliki Hary Tanoesoedibjo. Saat ini, PT Karya Pacific Investama tercatat sebagai pemegang saham utama perusahaan tersebut.
Corporate Secretary IATA, Andi Tenri Dala Fajar, meluruskan pemberitaan yang masih mengaitkan perseroan dengan Hary Tanoesoedibjo atau menyebutnya sebagai “emiten Hary Tanoe”.
“PT Karya Pacific Energy Tbk bukan lagi emiten yang dimiliki Bapak Hary Tanoesoedibjo atau bagian dari MNC Group. Perseroan sebelumnya bernama PT MNC Energy Investments Tbk yang berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 22 Juni 2026, Perseroan telah resmi mengubah nama menjadi PT Karya Pacific Energy Tbk,” kata Andi Tenri Dala Fajar dalam keterbukaan informasi, Kamis (8/10/2026).
Perubahan nama tersebut menandai identitas baru perseroan sekaligus menegaskan posisi struktur kepemilikan perusahaan saat ini. Manajemen menyatakan bahwa IATA tidak lagi berada di bawah kepemilikan Hary Tanoesoedibjo maupun MNC Group.
“PT Karya Pacific Investama saat ini merupakan pemegang saham dengan kepemilikan utama di Perseroan,” imbuh Andi Tenri.
Perubahan identitas tersebut ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Juni 2026. Sejak keputusan itu ditetapkan, nama PT Karya Pacific Energy Tbk digunakan menggantikan PT MNC Energy Investments Tbk.
Manajemen juga menyampaikan apresiasi terhadap pemberitaan media. Namun, perseroan menilai pembaruan informasi mengenai identitas dan kepemilikan saham diperlukan agar pemberitaan mencerminkan kondisi terkini perusahaan.
Berdasarkan data struktur pemegang saham yang tercatat di bursa, PT Karya Pacific Investama memiliki 18.874.964.300 saham IATA atau setara dengan 60,35 persen dari total saham.
Sementara itu, masyarakat pemegang saham nonwarkat memiliki 12.335.480.043 saham atau 39,43 persen, sedangkan masyarakat pemegang saham warkat tercatat memiliki 1.479.638 saham atau 0,01 persen.
Kepemilikan lainnya terdiri atas Kahar Chua sebanyak 52 juta saham atau 0,17 persen, Leader Dermawan Soli Daeli sebanyak 4.526.200 saham atau 0,02 persen, serta Christian sebanyak 6.187.100 saham atau 0,02 persen.
Di sisi operasional, PT Karya Pacific Energy Tbk bergerak di sektor energi, khususnya pertambangan batu bara. Kegiatan pertambangannya berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Perseroan menguasai sejumlah Izin Usaha Pertambangan (IUP), dengan tiga di antaranya telah memasuki tahap produksi. IATA menyatakan berkomitmen meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan energi di pasar domestik maupun internasional, termasuk India, Tiongkok, negara-negara ASEAN, dan kawasan lainnya.
Untuk mendukung operasional pertambangan, perseroan mengembangkan infrastruktur terintegrasi melalui anak usahanya, PT Karya Bumi Infratama. Infrastruktur tersebut meliputi jalan angkut, jembatan timbang, tempat penimbunan batu bara atau stockpile, fasilitas penghancur batu bara (crusher), serta pelabuhan batu bara.
Rangkaian infrastruktur tersebut menunjang proses operasional pertambangan, mulai dari pengangkutan hingga penanganan batu bara sebelum dipasarkan.
Melalui pengembangan usaha dan investasi, IATA menyatakan berkomitmen menjalankan kegiatan operasional secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Perseroan juga menargetkan kontribusi terhadap perekonomian daerah melalui penciptaan lapangan kerja.










Discussion about this post