Penajam Paser Utara, Kabar SDGs – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mulai memasuki tahap kontrak di tiga lokasi. Sementara itu, dua lokasi lainnya masih menghadapi kendala lahan yang perlu diselesaikan sebelum pembangunan dapat direalisasikan.
Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan, tiga lokasi yang telah memasuki tahap kontrak berada di Kelurahan Nenang dan Desa Jenebora, Kecamatan Penajam, serta Desa Api-Api, Kecamatan Waru.
“Dari lima lokasi KNMP yang direncanakan di PPU, tiga di antaranya sudah mulai berkontrak untuk pembangunan,” ungkap Mudyat, pada Kamis (8/10/2026).
Menurut Mudyat, penetapan lima lokasi pembangunan tersebut mengacu pada keputusan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun, persiapan di sejumlah titik masih terkendala persoalan ketersediaan dan penguasaan lahan.
Kendala tersebut terutama ditemukan di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, serta Desa Jenebora, Kecamatan Penajam. Lahan yang direncanakan untuk pembangunan diketahui telah ditempati masyarakat sehingga diperlukan penyelesaian agar proyek dapat berjalan.
Pemerintah daerah, lanjut Mudyat, telah menempuh sejumlah langkah untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satunya melalui kesepakatan dengan Badan Bank Tanah guna mendukung penyediaan lahan, khususnya untuk pembangunan KNMP di Jenebora.
“Pada awalnya, kendala di beberapa lokasi memang terkait lahan yang sudah ditempati masyarakat. Untuk Jenebora, kami sudah mencapai kesepakatan dengan Bank Tanah agar pembangunan KNMP bisa dilaksanakan,” jelasnya.
Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan inisiatif pemerintah pusat melalui KKP yang bertujuan meningkatkan produktivitas perikanan sekaligus kesejahteraan masyarakat pesisir.
Kawasan ini dirancang tidak sekadar menjadi tempat aktivitas nelayan, tetapi juga sebagai pusat kegiatan perikanan terpadu yang mencakup rantai produksi dari hulu hingga hilir.
Sejumlah fasilitas yang direncanakan meliputi dermaga, pabrik es, gudang beku atau cold storage, tempat pelelangan ikan, bengkel kapal, sentra kuliner, hingga kios perbekalan nelayan.
“Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan, memperlancar distribusi ikan, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir,” harapnya.
Bagi nelayan di PPU, keberadaan sarana pendukung tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan. Fasilitas penyimpanan dingin, misalnya, dapat membantu menjaga kesegaran ikan sebelum dipasarkan. Sementara itu, tempat pelelangan ikan dapat menunjang transaksi hasil perikanan.
Meski demikian, manfaat program KNMP akan bergantung pada kesiapan lahan, penyelesaian pembangunan, serta pengelolaan fasilitas setelah kawasan mulai beroperasi. Penyelesaian berbagai kendala tersebut menjadi bagian penting agar pembangunan dapat memberikan dampak nyata bagi produktivitas perikanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir di PPU.










Discussion about this post