• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
28 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

PIS Dorong Perlindungan Hiu Paus

by SDGS Admin
13 September 2026
PIS Dorong Perlindungan Hiu Paus
17
SHARES
109
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Berau, Kabar SDGs – Perairan Talisayan, Kalimantan Timur, menjadi ruang hidup bersama antara masyarakat pesisir dan hiu paus. Bagi nelayan setempat, keberadaan hiu paus bukan sekadar kehadiran satwa laut terbesar di dunia, tetapi juga bagian dari kehidupan yang telah berlangsung berdampingan selama bertahun-tahun.

Ketika nelayan beraktivitas mencari penghidupan di laut, hiu paus melintasi perairan yang sama untuk mencari makanan dan bermigrasi. Keberadaan satwa tersebut juga memiliki peran penting bagi ekosistem laut sebagai salah satu megafauna yang turut menjaga keseimbangan lingkungan.

BACA JUGA

Kutai Barat Salurkan Freezer untuk Dukung Usaha Perikanan

Kutai Barat Salurkan Freezer untuk Dukung Usaha Perikanan

27 Juli 2026
TP PKK Bali Dorong Konsumsi Ikan untuk Cegah Stunting

TP PKK Bali Dorong Konsumsi Ikan untuk Cegah Stunting

13 Juni 2026
Polibatam Kembangkan Teknologi Pakan Ikan Otomatis Berbasis IoT

Polibatam Kembangkan Teknologi Pakan Ikan Otomatis Berbasis IoT

4 Juni 2026

Selain nilai ekologis, keberadaan hiu paus juga membuka potensi ekonomi bagi masyarakat melalui wisata berbasis konservasi atau ecotourism yang berkembang di kawasan pesisir.

Meski demikian, hiu paus menghadapi berbagai ancaman, salah satunya risiko tabrakan dengan kapal di jalur pelayaran. International Union for Conservation of Nature (IUCN) menetapkan spesies tersebut dalam status Terancam Punah (Endangered). Populasinya secara global tercatat telah menurun lebih dari 50 persen. Dengan kemampuan reproduksi yang tergolong lambat, pemulihan populasi hiu paus ke kondisi ideal diperkirakan dapat membutuhkan waktu hingga 100 tahun.

Indonesia sebagai salah satu negara yang menjadi habitat penting hiu paus di dunia memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan spesies tersebut.

Kondisi itu mendorong PT Pertamina International Shipping (PIS) mengambil bagian dalam perlindungan ekosistem laut, termasuk konservasi hiu paus. Sebagai perusahaan yang kegiatan bisnisnya berkaitan erat dengan laut, PIS menilai keberlanjutan aktivitas pelayaran perlu dilakukan bersamaan dengan perlindungan keanekaragaman hayati.

“PIS mengoptimalkan pelayaran berkelanjutan dan menjaga keanekaragaman hayati, terutama ekosistem laut, sehingga bisnis dan lingkungan dapat berjalan secara harmonis dan lestari untuk masa depan,” ujar Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita di Jakarta, Rabu (9/9/26).

Menurut Vega, konservasi hiu paus menunjukkan bahwa sektor usaha dapat turut menjadi bagian dari penyelesaian persoalan lingkungan melalui kolaborasi dan inovasi.

Dalam Indonesia Sustainability 360 Forum 2026, PIS memaparkan langkah yang dilakukan bersama NGO Konservasi Indonesia untuk mendukung perlindungan hiu paus sekaligus meningkatkan aspek keselamatan pelayaran.

Salah satu program yang dijalankan berupa pemasangan satellite tag pada hiu paus. Teknologi tersebut digunakan untuk memperoleh informasi mengenai pola pergerakan dan habitat penting spesies tersebut. Data yang terkumpul kemudian dapat membantu peneliti menemukan wilayah yang memiliki potensi interaksi tinggi antara kapal dengan hiu paus sehingga tindakan mitigasi dapat disiapkan lebih awal.

Iqbal Herwata, Focal Species Conservation Senior Manager dari Konservasi Indonesia, mengatakan teknologi memiliki peran penting dalam mendukung konservasi yang berbasis data.

“Pemasangan satellite tag dapat memberikan kita informasi pergerakan hiu paus sehingga mitigasi dapat dilakukan sebelum risiko tabrakan dengan kapal menjadi tidak teridentifikasi dan membahayakan bagi hiu paus,” ujar Iqbal, yang terjun langsung dalam program Whaleshark Tagging di perairan Kepulauan Derawan yang diinisiasi oleh PIS.

Perlindungan hiu paus tidak hanya dilakukan melalui pemanfaatan teknologi. PIS juga mendorong peningkatan kesadaran serta kapasitas para pelaut yang sehari-hari beraktivitas di laut. Pengetahuan mengenai habitat hiu paus dan penerapan praktik pelayaran yang aman menjadi bagian penting dalam mengurangi potensi ancaman terhadap megafauna tersebut.

Informasi mengenai keberadaan hiu paus juga membantu para pelaut meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi kawasan yang menjadi habitat maupun jalur migrasinya.

“Inisiatif PIS dalam menjaga habitat hiu paus ini sangat penting bagi kehidupan megafauna laut yang ancaman hidupnya bisa berasal dari kapal, sehingga kami bisa lebih berhati-hati ketika melewati daerah yang rawan,” ujar Capt. Marsel Williem, Pelaut kapal PIS.

Upaya tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan pelayaran dan konservasi dapat berjalan secara beriringan. Pemanfaatan teknologi, peningkatan kapasitas pelaut, serta kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan dapat membantu menekan risiko terhadap hiu paus tanpa mengesampingkan keselamatan dan efektivitas operasional pelayaran.

Melalui pendekatan tersebut, PIS berupaya menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak sebatas menyangkut operasional perusahaan. Aktivitas pelayaran juga dapat memberikan kontribusi terhadap pelestarian keanekaragaman hayati laut. Perlindungan hiu paus pada akhirnya bukan hanya menyangkut keberlangsungan satu spesies, tetapi juga upaya mempertahankan keseimbangan ekosistem laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir dan generasi mendatang.

Share7SendTweet4
Previous Post

Harpropnas Fest 2026 Permudah Akses Hunian

Next Post

Festival Nipah Dorong Ekonomi Budaya Suak Timah

Next Post
Festival Nipah Dorong Ekonomi Budaya Suak Timah

Festival Nipah Dorong Ekonomi Budaya Suak Timah

Menteri Pariwisata Ajak KADIN Perkuat Realisasi Investasi Pariwisata di Luar Jakarta dan Bali

Menteri Pariwisata Ajak KADIN Perkuat Realisasi Investasi Pariwisata di Luar Jakarta dan Bali

Discussion about this post

NEWS UPDATE

BIKE Akuisisi Tambang Batu Bara Berau Usaha Mandiri

BIKE Akuisisi Tambang Batu Bara Berau Usaha Mandiri

28 Oktober 2026
Kaltim Perkuat Pencegahan Kecacingan pada Anak

Kaltim Perkuat Pencegahan Kecacingan pada Anak

28 Oktober 2026
PPU Matangkan Peta Jalan CSR untuk Pembangunan Daerah

PPU Matangkan Peta Jalan CSR untuk Pembangunan Daerah

28 Oktober 2026
Kutai Timur Perluas Akses Modal Usaha hingga Pelosok Desa

Kutai Timur Perluas Akses Modal Usaha hingga Pelosok Desa

28 Oktober 2026
PGN Perluas Edukasi Jargas untuk Warga Surabaya

PGN Perluas Edukasi Jargas untuk Warga Surabaya

27 Oktober 2026

POPULAR

  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    4041 shares
    Share 1616 Tweet 1010
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    3431 shares
    Share 1372 Tweet 858
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    4069 shares
    Share 1628 Tweet 1017
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    4016 shares
    Share 1606 Tweet 1004
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    4078 shares
    Share 1631 Tweet 1020

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.