• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
12 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Kali Surabaya Dinilai Tercemar Berat

by SDGS Admin
12 September 2026
Kali Surabaya Dinilai Tercemar Berat
15
SHARES
93
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Surabaya, Kabar SDGs – Kondisi kualitas air baku Kali Surabaya menjadi perhatian setelah Perum Jasa Tirta (PJT) I mengonfirmasi bahwa aliran sungai tersebut saat ini masuk kategori tercemar berat. Kondisi itu terungkap dalam rapat hearing bersama Komisi C DPRD Kota Surabaya, Rabu (9/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas persoalan pencemaran yang berpotensi memengaruhi ketersediaan air baku bagi PDAM Surya Sembada. Dalam rapat itu, PJT I menjelaskan mekanisme pemantauan kualitas air yang dilakukan secara berkala untuk mengetahui perubahan kondisi sungai.

BACA JUGA

CitraLand Ungkap Sumber Air untuk Area Hijau

CitraLand Ungkap Sumber Air untuk Area Hijau

14 Agustus 2026
Kolaborasi Jadi Kunci Pengelolaan Sumber Daya

Kolaborasi Jadi Kunci Pengelolaan Sumber Daya

13 Agustus 2026
SIER Raih Sertifikasi Halal Air Daur Ulang

SIER Raih Sertifikasi Halal Air Daur Ulang

14 Desember 2025

Direktur Operasional PJT I, Milvan Rantawi, mengatakan sistem monitoring yang dimiliki perusahaannya melakukan pemantauan terhadap kondisi sungai setiap satu jam. Namun, perangkat tersebut memiliki keterbatasan karena hanya dapat menunjukkan tingkat pencemaran berdasarkan parameter tertentu dan belum dapat mengidentifikasi secara langsung jenis zat pencemar yang masuk ke aliran sungai.

“Monitoring itu setiap satu jam. Yang keluar itu adalah tercemar berat, tercemar ringan, tercemar sedang,” ungkap Milvan di hadapan anggota dewan.

Untuk mengetahui kandungan polutan secara lebih spesifik, petugas PJT I perlu mengambil sampel air secara langsung. Sampel tersebut kemudian dibawa ke laboratorium milik PJT I di Mojokerto untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Milvan juga menjelaskan bahwa kondisi pencemaran berat di Kali Surabaya tidak hanya berkaitan dengan insiden kebakaran industri yang menjadi perhatian masyarakat belakangan ini. Menurutnya, penurunan kualitas air telah berlangsung secara berkelanjutan.

“Memang kondisinya tercemar berat. Tanpa ada kebakaran juga memang tercemar berat,” tegasnya.

Berdasarkan kerja sama antara PJT I dan PDAM Surya Sembada, Milvan menyebut tanggung jawab PJT I berkaitan dengan aspek kuantitas dan kontinuitas debit air baku. Sementara persoalan standar mutu atau kualitas air secara regulasi menjadi kewenangan instansi yang menangani urusan lingkungan hidup.

Ketika tingkat pencemaran meningkat, PJT I sempat mengambil langkah darurat dengan mengalirkan air dari bagian hulu. Debit air segar yang dialirkan mencapai 25 meter kubik per detik dan dilakukan selama dua hari untuk membantu mengatasi kondisi tersebut.

Namun, penggunaan pasokan air dari hulu secara terus-menerus bukan menjadi solusi jangka panjang. Pengambilan debit dalam jumlah besar berpotensi mengurangi alokasi air yang dibutuhkan untuk kepentingan irigasi pertanian.

Persoalan tersebut kemudian mendapat sorotan dari Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan. Ia menilai persoalan pencemaran tidak semata-mata berkaitan dengan tingkat polusi yang terukur, tetapi juga menyangkut kesiapan sistem peringatan dini serta koordinasi antarlembaga dalam merespons kejadian.

Eri menyoroti adanya jeda waktu antara saat pencemaran terdeteksi dengan tindakan penanganan di lapangan. Menurutnya, pencemaran yang diketahui pada 4 September baru mendapatkan langkah konkret pada 6 September sehingga terdapat waktu yang dinilai cukup panjang untuk melakukan antisipasi.

“Pada tanggal 4 September waktu itu, kemudian baru tanggal 6, itu ada rentang waktu yang sangat signifikan. Sebenarnya harus bisa diantisipasi,” katanya.

Untuk mempercepat respons terhadap perubahan kualitas air, DPRD Surabaya mendorong agar sistem sensor yang digunakan PJT I dapat terintegrasi secara real-time dan informasinya bisa diakses langsung oleh PDAM Surya Sembada.

Sistem tersebut dinilai penting karena PDAM membutuhkan informasi sedini mungkin mengenai kondisi air baku sebelum melakukan penyedotan menuju intake produksi. Dengan informasi yang lebih cepat, langkah antisipasi terhadap masuknya air tercemar dapat dilakukan lebih awal.

Selain mendorong pembenahan sistem pemantauan, Komisi C DPRD Surabaya juga menyatakan kesiapan mengawal penambahan anggaran untuk kegiatan pemantauan kualitas air dalam APBD 2027. Pengawasan diharapkan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh terhadap berbagai sumber pencemaran.

Pengawasan tersebut tidak hanya diarahkan pada aktivitas industri, termasuk cerobong dan saluran pembuangan, tetapi juga terhadap limbah domestik dari kawasan permukiman. Limbah rumah tangga dari pemukiman warga turut menjadi perhatian karena dinilai berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap pencemaran Kali Surabaya.

Share6SendTweet4
Previous Post

Kaltim Siapkan Transformasi BUMD Kehutanan

Next Post

PHE Rampungkan Survei Seismik 6000 Km

Next Post
PHE Rampungkan Survei Seismik 6000 Km

PHE Rampungkan Survei Seismik 6000 Km

Discussion about this post

NEWS UPDATE

PHE Rampungkan Survei Seismik 6000 Km

PHE Rampungkan Survei Seismik 6000 Km

12 September 2026
Kali Surabaya Dinilai Tercemar Berat

Kali Surabaya Dinilai Tercemar Berat

12 September 2026
Kaltim Siapkan Transformasi BUMD Kehutanan

Kaltim Siapkan Transformasi BUMD Kehutanan

12 September 2026
DOOH Bidik Ekosistem AI Indonesia

DOOH Bidik Ekosistem AI Indonesia

12 September 2026
Erupsi Anak Krakatau Menurun Namun Warga Diingatkan Tetap Waspada

Erupsi Anak Krakatau Menurun Namun Warga Diingatkan Tetap Waspada

11 September 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2820 shares
    Share 1128 Tweet 705
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2500 shares
    Share 1000 Tweet 625
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2492 shares
    Share 997 Tweet 623
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2468 shares
    Share 987 Tweet 617
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2476 shares
    Share 990 Tweet 619

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.