• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
5 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

CitraLand Ungkap Sumber Air untuk Area Hijau

by SDGS Admin
14 Agustus 2026
CitraLand Ungkap Sumber Air untuk Area Hijau
16
SHARES
99
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Surabaya, Kabar SDGs – Manajemen CitraLand Surabaya menjelaskan sumber air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan penyiraman area hijau, termasuk taman dan kawasan lapangan golf, di tengah perhatian terhadap sistem pengelolaan air mandiri di kawasan tersebut.

City Manager CitraLand Surabaya Maria Nancy Rosalina mengatakan air untuk penyiraman berasal dari sumber yang dikelola secara mandiri oleh CitraLand. Salah satu sumbernya adalah air yang tertampung di retention pond atau danau penampungan yang berada di dalam kawasan.

BACA JUGA

Air Bersih Disalurkan bagi Warga Terdampak Kekeringan di Jawa Tengah

Air Bersih Disalurkan bagi Warga Terdampak Kekeringan di Jawa Tengah

26 Agustus 2026
Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa di Kabupaten Sikka

Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa di Kabupaten Sikka

24 Agustus 2026
Kolaborasi Jadi Kunci Pengelolaan Sumber Daya

Kolaborasi Jadi Kunci Pengelolaan Sumber Daya

13 Agustus 2026

Nancy menegaskan bahwa penggunaan air untuk pemeliharaan ruang terbuka hijau berbeda dengan sistem penyediaan air bersih yang digunakan oleh warga. Untuk kebutuhan penyiraman, pihak pengelola tidak menggunakan air tanah.

“Untuk penyiraman, kami sekarang tetap memanfaatkan air yang kami kelola. Kami tidak memanfaatkan air tanah,” jelasnya pada hari Rabu (12/8/2026).

Menurut Nancy, CitraLand memiliki sejumlah retention pond yang tersebar di dalam kawasan. Keberadaan danau tersebut tidak hanya menjadi bagian dari elemen lingkungan dan estetika kawasan, tetapi juga berfungsi sebagai komponen pengendalian air hujan.

“Di setiap master plan kami ada retention pond, ada danau. Selain fungsi estetik, danau itu memang salah satu kewajiban yang harus kami penuhi ketika membuat master plan,” tegasnya.

Retention pond terutama berfungsi menampung air ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Air yang terkumpul kemudian ditahan terlebih dahulu sebelum dialirkan secara perlahan menuju saluran air kota.

Selain sebagai bagian dari sistem pengendalian limpasan air hujan, air yang tersimpan di dalam danau tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan penyiraman area sekitar. Penggunaan air dilakukan melalui sistem sprinkler yang dikelola oleh manajemen kawasan.

“Apabila airnya penuh, itu dimanfaatkan oleh city management untuk menyiram kawasan sekitar,” bebernya.

Sumber air yang dikelola CitraLand juga berasal dari pengolahan grey water atau air bekas aktivitas rumah tangga. Air yang berasal dari kegiatan seperti mandi dan mencuci tangan terlebih dahulu dialirkan ke instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Setelah menjalani proses pengolahan, air tersebut kemudian dialirkan menuju retention pond untuk melalui proses pengendapan. Selanjutnya, air dialirkan secara bertahap sesuai dengan sistem pengelolaan yang diterapkan di kawasan.

Dengan sistem tersebut, CitraLand menyatakan kebutuhan pemeliharaan lingkungan tidak bergantung pada pengambilan air tanah. Nancy menyebut kondisi sumur yang sangat dalam menjadi salah satu alasan penggunaan air tanah tidak menjadi pilihan untuk kegiatan penyiraman.

“Sumurnya sangat dalam, sekitar 200 meter. Jadi tidak feasible kalau mengambil air tanah hanya untuk menyiram,” jelasnya.

Mengenai aspek perizinan, manajemen CitraLand menyatakan pengelolaan air dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku. Untuk penyediaan air bersih, pihak pengelola menyebut masih memiliki izin yang berlaku.

Meski demikian, manajemen masih akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap dokumen perizinan tersebut, termasuk memastikan masa berlaku dan peruntukan masing-masing izin. CitraLand juga menyebut kegiatan usaha yang berkaitan dengan pengelolaan air tercantum dalam dokumen perusahaan melalui KBLI 36001.

Nancy menjelaskan bahwa pengelolaan air secara mandiri di kawasan CitraLand bukan dilakukan untuk memperoleh perlakuan khusus sebagai kawasan perumahan. Sistem tersebut diterapkan karena pada masa awal pengembangan kawasan, jaringan PDAM belum menjangkau wilayah CitraLand.

Seiring dengan meluasnya jaringan PDAM Surabaya, sebagian kawasan CitraLand kini telah memperoleh pasokan air dari perusahaan daerah tersebut. Salah satunya adalah CitraLand Utara yang telah menerima suplai PDAM melalui kerja sama yang berlangsung sejak sekitar 2021.

Sementara untuk sejumlah kawasan lainnya, pengelolaan air masih dilakukan secara mandiri oleh CitraLand. Namun, pihak manajemen menyatakan tetap membuka peluang kerja sama apabila jaringan PDAM Surya Sembada nantinya telah mampu menjangkau seluruh kawasan dan memenuhi kebutuhan air masyarakat.

“Kalau PDAM mampu dan sudah tercukupi semua, kami pasti tidak keberatan untuk bekerja sama dengan PDAM,” pungkas Nancy.

Share6SendTweet4
Previous Post

KAI Siapkan 76 Perjalanan Saat Libur Panjang

Next Post

Midtown Perkuat Kebersamaan Lewat Fun Match

Next Post
Midtown Perkuat Kebersamaan Lewat Fun Match

Midtown Perkuat Kebersamaan Lewat Fun Match

Honda Ajak Anak Muda Berkarya Lewat Fotografi

Honda Ajak Anak Muda Berkarya Lewat Fotografi

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Bali Interfood Dorong Pertumbuhan Industri Kuliner

Bali Interfood Dorong Pertumbuhan Industri Kuliner

4 September 2026
Barista Muda Adu Kreativitas di Surabaya

Barista Muda Adu Kreativitas di Surabaya

4 September 2026
Hetzer Medical Fokus Perkuat Likuiditas dan Penjualan

Hetzer Medical Fokus Perkuat Likuiditas dan Penjualan

4 September 2026
Industri Kreatif Tumbuh dari Desa Balongbendo

Industri Kreatif Tumbuh dari Desa Balongbendo

4 September 2026
60 Profesional 24 Negara Ikuti Indonesia-ICAO DTCP 2026

60 Profesional 24 Negara Ikuti Indonesia-ICAO DTCP 2026

4 September 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2598 shares
    Share 1039 Tweet 650
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2337 shares
    Share 935 Tweet 584
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2302 shares
    Share 921 Tweet 576
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2294 shares
    Share 918 Tweet 574
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2284 shares
    Share 914 Tweet 571

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.