Sidoarjo, Kabar SDGs – Perkembangan industri kreatif tidak selalu harus berpusat di kawasan perkotaan. Billy Arizona, putra Desa Bakung Pringgodani, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, menunjukkan bahwa kreativitas dapat berkembang dari lingkungan desa melalui BAAM Entertainment yang menggabungkan olahraga, budaya, teknologi digital, dan perfilman.
Gagasan tersebut terlihat dalam Grand Closing Liga Jawara yang digelar di Studio BAAM Entertainment, Desa Bakung Pringgodani, Kecamatan Balongbendo. Rangkaian kegiatan dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI itu dikemas dengan memadukan berbagai bentuk kreativitas, mulai dari kegiatan olahraga, pertunjukan budaya, teknologi visual hingga karya film.
Bagi Billy, perayaan kemerdekaan menjadi ruang untuk memperlihatkan bahwa anak daerah memiliki kemampuan dan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas. Ia juga ingin BAAM Entertainment berkembang tidak hanya sebagai tempat produksi, tetapi menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Sidoarjo.
“Saya ingin membangun ekosistem ekonomi kreatif dengan membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, pegiat kreatif, seni dan budaya, anak muda, serta pelaku usaha muda di Sidoarjo,” jelas Billy.
Salah satu atraksi yang menarik perhatian dalam kegiatan tersebut adalah teknologi visual mapping. Sajian berbasis teknologi digital itu diperkenalkan sebagai bentuk seni pertunjukan yang belum terlalu familiar bagi sebagian masyarakat.
Setelah pertunjukan visual, rangkaian kegiatan kembali membawa masyarakat pada kekayaan budaya lokal melalui kirab budaya dan penampilan Reog Ponorogo Suro Bekti Budoyo. Perpaduan tersebut menjadi gambaran konsep yang tengah dibangun Billy, yakni mempertemukan kemajuan teknologi dengan tradisi tanpa harus menghilangkan identitas budaya.
Pemilihan Balongbendo sebagai lokasi pengembangan aktivitas kreatif juga tidak terlepas dari latar belakang Billy sebagai warga asli daerah tersebut. Ia berharap pertumbuhan ekonomi kreatif tidak hanya memberikan manfaat kepada pelaku industri yang berada di pusat perkotaan, tetapi juga membuka kesempatan bagi talenta yang berada di wilayah pedesaan.
“Saya putra asli daerah, anak Bakung Pringgodani, anak Balongbendo. Saya ingin membangun ekosistem dan mengader teman-teman di sekitar Balongbendo agar mengenal industri kreatif,” ungkapnya.
Upaya membangun sumber daya manusia kreatif juga dilakukan dari lingkungan terdekat. Sejumlah kru BAAM Entertainment mendapatkan pembinaan untuk memahami berbagai tahapan kerja dalam industri kreatif. Langkah tersebut diharapkan dapat membuat talenta lokal memiliki pengalaman dan kesempatan untuk terlibat langsung dalam industri.
Grand Closing Liga Jawara sendiri berlangsung dalam sejumlah rangkaian kegiatan. Agenda diawali dengan Gowes Onthel Merah Putih, kemudian dilanjutkan kompetisi Liga Jawara berupa street football dengan tiga nominasi juara.
Setelah pertandingan olahraga, kegiatan berlanjut dengan kirab budaya dan pertunjukan Reog Ponorogo Suro Bekti Budoyo. Pada malam hari, masyarakat disuguhi visual mapping dan pemutaran film bertema kemerdekaan sebagai bagian akhir dari rangkaian acara.
Kapolsek Balongbendo Kompol Sunari mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus mendukung pelestarian kesenian tradisional.
“Reog Ponorogo dari Suro Bekti Budoyo merupakan pagelaran pelestarian budaya dan bagian dari kolaborasi kegiatan Gowes Onthel Merah Putih, Liga Jawara, dan karya film Kemerdekaan dari mas Billy BAAM Entertainment,” ujarnya.
Kolaborasi dalam kegiatan tersebut turut melibatkan tiga pilar Kecamatan Balongbendo yang terdiri dari Polsek, Koramil, dan Kecamatan. Unsur pemerintahan dan kewilayahan itu juga bekerja sama dengan pihak swasta, yakni Anwar Medika Group dan BAAM Entertainment.
“Kami, tiga pilar bersama pihak-pihak swasta terkait, turut menyemarakkan hari kemerdekaan untuk warga Balongbendo. Semua warga yang hadir terlihat senang dan terhibur,” katanya.
Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi dapat berjalan berdampingan dengan upaya mempertahankan budaya tradisional. Reog Ponorogo tetap menjadi bagian dari identitas budaya, sementara teknologi visual, film, dan berbagai bentuk kreativitas digital dapat digunakan sebagai medium baru untuk memperkenalkannya kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Camat Balongbendo Ardi Anindita menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah. Menurutnya, warisan budaya membutuhkan dukungan dari masyarakat agar tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.
“Tanpa dukungan kita sendiri, budaya itu pasti akan hilang. Mari jaga warisan nenek moyang kita,” jelasnya.
Di balik rangkaian pertunjukan tersebut, terdapat peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Industri kreatif kini mencakup berbagai bidang, termasuk produksi audiovisual, teknologi pertunjukan, olahraga, penyelenggaraan acara, serta aktivitas usaha yang melibatkan generasi muda.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sidoarjo 2025 menunjukkan sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi sebesar 7,2 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah. Angka tersebut menunjukkan adanya ruang yang cukup besar bagi pengembangan industri kreatif di Sidoarjo.
Tantangannya adalah memastikan perkembangan ekonomi kreatif tidak berhenti pada penyelenggaraan sebuah acara. Potensi tersebut perlu dikembangkan menjadi ekosistem yang mampu menciptakan pelaku usaha baru, membuka lapangan pekerjaan di sektor kreatif, serta menghasilkan karya yang berkelanjutan.
Grand Closing Liga Jawara turut dihadiri Kartini dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, Camat Balongbendo Ardi Anindita, Kapolsek Balongbendo Kompol Sunari, Danramil Balongbendo Kapten Inf. Hendro Sugiono, dr. Farida Anwari dari Anwar Medika Group, Kepala Desa Bakung Pringgodani Sa’i, serta Billy Arizona.
Melalui kegiatan tersebut, BAAM Entertainment menunjukkan bahwa pengembangan industri kreatif dapat dimulai dari lingkungan desa. Perpaduan antara potensi talenta lokal, budaya, teknologi dan kolaborasi lintas sektor dapat menjadi modal untuk membangun ekosistem kreatif yang memberikan manfaat sosial sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.











Discussion about this post