Jakarta, Kabar SDGs – PT Elnusa Tbk terus memperkuat investasi pada sektor jasa hulu minyak dan gas bumi (migas) hingga Mei 2026 sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kapasitas operasional sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan industri migas nasional.
Perusahaan dengan kode saham ELSA tersebut memandang meningkatnya aktivitas eksplorasi dan produksi migas di Indonesia akan mendorong kebutuhan terhadap berbagai layanan penunjang di sektor hulu dalam beberapa tahun mendatang. Kondisi itu menjadi dasar perusahaan untuk memperluas investasi pada sejumlah lini bisnis utama.
Direktur Pengembangan Usaha Elnusa, Arief Prasetyo Handoyo, menegaskan bahwa investasi yang dijalankan perusahaan tidak hanya berorientasi pada penambahan aset, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan operasional dan produktivitas perusahaan.
“Investasi yang kami lakukan bukan semata penambahan aset, tetapi merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas, meningkatkan produktivitas, dan menangkap peluang pertumbuhan di sektor hulu migas,” ujar Arief dalam keterbukaan informasi Bursa, Kamis (25/6/2026).
Sebagai anak perusahaan Pertamina Hulu Energi, Elnusa memusatkan pengembangan bisnis pada layanan energi terintegrasi, terutama jasa hulu migas yang selama ini menjadi salah satu penyumbang utama pendapatan perusahaan.
Pada segmen Marine Site Survey (MSS), perusahaan melakukan investasi pada berbagai perangkat navigasi untuk mendukung layanan survei topografi dan positioning. Peralatan yang ditambahkan meliputi teknologi Differential Global Navigation Satellite System (DGNSS), Side Scan Sonar, serta Marine Magnetometer yang digunakan untuk meningkatkan ketelitian survei di wilayah lepas pantai.
Teknologi tersebut mendukung berbagai aktivitas industri migas, mulai dari pemindahan rig, pengembangan lapangan migas, hingga kegiatan eksplorasi di wilayah offshore.
Sementara itu, pada lini Pressure & Pumping Services (PPS), Elnusa memperkuat armada Coiled Tubing Unit dengan teknologi pemantauan dan pemodelan terbaru guna meningkatkan layanan intervensi sumur (well intervention). Langkah ini dinilai penting untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan pekerjaan workover dan optimalisasi produksi pada lapangan migas yang telah beroperasi.
Perusahaan juga menambah investasi pada Cementing Unit generasi terbaru yang diharapkan mampu meningkatkan keandalan operasional sekaligus menciptakan efisiensi biaya dalam jangka panjang.
Selain itu, pengembangan teknologi turut dilakukan pada lini Non Seismic Survey melalui investasi perangkat Passive Geobit C100 yang mendukung kegiatan survei dan pemantauan bawah permukaan secara lebih menyeluruh.
Tidak hanya itu, Elnusa juga memperkuat layanan Electric Wireline Logging (EWL) dengan penambahan peralatan baru untuk mendukung keberlanjutan layanan offshore cased hole workover serta berbagai layanan sumur yang masih menjadi kebutuhan penting di industri hulu migas.










Discussion about this post