Batam, Kabar SDGs – Pemerintah Kota Batam mulai mematangkan persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2026 dengan menggelar pemusatan latihan atau Training Centre (TC) bagi para peserta terbaik yang akan mewakili daerah tersebut.
Program pembinaan intensif tersebut secara resmi dibuka oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, di Golden View Hotel, Bengkong, Kota Batam, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mempertahankan prestasi sebagai juara bertahan sekaligus mengupayakan kembali raihan gelar juara umum pada MTQH tingkat Provinsi Kepri.
Melalui pelaksanaan TC, Pemkot Batam menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan para peserta agar mampu tampil maksimal di setiap cabang perlombaan. Upaya tersebut juga menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah, pelatih, pendamping, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan kafilah.
Dalam kesempatan itu, Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi kepada jajaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Batam yang dinilai sigap menyelenggarakan program pembinaan dan karantina bagi para peserta.
Ia menilai capaian prestasi Batam dalam ajang MTQH tingkat provinsi selama ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara pemerintah, pelatih, pendamping, serta semangat para peserta yang terus dibina secara berkelanjutan.
Menghadapi persaingan yang diperkirakan semakin ketat, seluruh anggota kafilah diimbau memanfaatkan masa pemusatan latihan dengan penuh disiplin dan kesungguhan agar mampu memberikan penampilan terbaik saat perlombaan berlangsung.
Pemkot Batam juga menargetkan keberhasilan mempertahankan piala bergilir MTQH Kepri sehingga dapat ditetapkan sebagai piala tetap milik Kota Batam. Untuk menambah motivasi para peserta, pemerintah daerah menyiapkan bonus sebesar Rp50 juta apabila kafilah Batam kembali berhasil meraih predikat Juara Umum.
Sementara itu, Ketua Pelaksana yang juga Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Batam, Syukri Ilyas, menjelaskan bahwa persiapan kafilah dilakukan melalui tiga tahapan Training Centre. Tahapan tersebut diawali dengan TC yang diselenggarakan LPTQ di Nagoya Mansion Hotel, dilanjutkan pembinaan secara daring, kemudian ditutup dengan TC pemantapan yang difasilitasi sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Batam.
Untuk meningkatkan kualitas peserta, panitia menghadirkan tiga pelatih nasional, 12 pelatih lokal, serta 12 pendamping yang mendampingi sebanyak 56 peserta selama proses pembinaan.
Para qari dan qariah tersebut akan mengikuti berbagai cabang perlombaan, meliputi seni baca Al-Qur’an, qiraat, hafalan, tafsir, fahmil, syahril, seni kaligrafi atau khat, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, hingga seni musik kasidah rebana.











Discussion about this post