Berau, Kabar SDGs – Kehadiran jaringan internet yang dibangun melalui program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mulai membawa perubahan signifikan bagi masyarakat di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Konektivitas digital yang sebelumnya terbatas kini membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan, pelayanan publik, hingga pengembangan ekonomi masyarakat di wilayah terluar Indonesia tersebut.
Jika selama ini mobilitas masyarakat Maratua sangat bergantung pada jalur laut dan transportasi udara, kini internet menjadi sarana penting yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai layanan dan peluang di luar pulau. Infrastruktur digital berupa BTS 4G Universal Service Obligation (USO) serta titik layanan akses internet BAKTI telah dimanfaatkan oleh sekolah, kantor pemerintahan desa, hingga fasilitas pendukung pertahanan dan keamanan.
Salah satu dampak nyata terlihat di SD Negeri 001 Payung-Payung. Sekolah yang berada di Pulau Maratua tersebut menjadi salah satu lokasi dengan tingkat penggunaan internet tertinggi di Kabupaten Berau. Dengan tersedianya akses internet, para siswa dan tenaga pendidik dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar digital yang lebih beragam untuk menunjang proses pembelajaran.
Pemanfaatan layanan internet juga berlangsung aktif di sejumlah fasilitas publik lainnya, termasuk Kantor Kepala Kampung Payung-Payung dan Pos TNI Angkatan Laut yang berada di wilayah pulau tersebut. Sementara itu, BTS USO yang beroperasi di Kampung Bohesilian tercatat melayani lebih dari 200 pengguna setiap bulan dengan kualitas layanan yang stabil.
Pelaksana Tugas Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi, Darien Aldiano, mengatakan tingginya penggunaan layanan internet menunjukkan kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
“Tingginya pemanfaatan ini, terutama di sekolah dan kantor kampung, menunjukkan bahwa masyarakat Berau sudah sangat siap memanfaatkan dunia digital. Tugas kami memastikan akses itu hadir, andal, bermanfaat, dan terus ditingkatkan kualitasnya,” ujarnya.
Menurut Darien, BAKTI terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga kualitas layanan, termasuk meningkatkan kapasitas bandwidth di wilayah yang mengalami lonjakan penggunaan internet, terutama saat terdapat kebutuhan layanan publik yang tinggi.
Keberadaan jaringan digital juga dinilai semakin penting seiring pengembangan Pulau Maratua sebagai destinasi wisata unggulan. Kampung Payung-Payung sendiri telah ditetapkan sebagai Desa Wisata Bahari oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Akses internet membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk dan jasa melalui platform digital. Selain itu, pelaku usaha wisata kini dapat menerima pembayaran non-tunai serta menjangkau calon wisatawan dari berbagai daerah melalui media sosial dan aplikasi perjalanan.
Manfaat digitalisasi turut dirasakan dalam pelayanan pemerintahan. Berbagai urusan administrasi desa dapat dilaksanakan secara lebih cepat dan efisien, sementara masyarakat memperoleh kemudahan dalam mengakses layanan berbasis digital.
Di sektor pendidikan, konektivitas internet juga memperluas kesempatan masyarakat untuk meningkatkan keterampilan. Berbagai program pelatihan, mulai dari pembelajaran bahasa asing, sertifikasi pemandu selam, hingga keterampilan perhotelan, kini dapat diakses tanpa harus meninggalkan Pulau Maratua.
Selain mendukung pendidikan dan ekonomi, internet juga berperan dalam mendukung tugas-tugas kedaulatan negara. Pos TNI AL di Pulau Maratua memanfaatkan jaringan digital untuk menunjang kebutuhan komunikasi dan operasional di wilayah yang berada dekat dengan jalur internasional.
Meski demikian, meningkatnya penggunaan internet turut menghadirkan tantangan baru. Sejumlah wilayah di Kabupaten Berau mulai mengalami tingkat utilisasi kapasitas yang tinggi sehingga diperlukan peningkatan bandwidth guna menjaga kualitas layanan tetap optimal.
Karena itu, pembangunan infrastruktur digital dinilai perlu dibarengi dengan penguatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara produktif. Peningkatan literasi digital, pendampingan bagi UMKM dan BUMDes, serta dukungan terhadap sektor pariwisata dan kelautan menjadi langkah penting agar manfaat konektivitas dapat berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bagi masyarakat Pulau Maratua, internet kini tidak lagi sekadar menjadi sarana komunikasi. Kehadirannya telah berkembang menjadi fondasi penting yang memperluas akses pendidikan, mempercepat layanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta memperkuat keberadaan Indonesia di kawasan terdepan wilayah negara.










Discussion about this post