Aceh Utara, Kabar SDGs – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem membangun sebuah masjid di kampung halamannya di Gampong Blang Tue, Kecamatan Seunuddon, tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Pembangunan masjid yang diberi nama Baitul Muttaqin itu kini telah mencapai sekitar 80 persen.
Masjid tersebut mulai dibangun pada tahun 2024, sebelum Mualem menjabat sebagai gubernur pada Februari 2025. Proses pembangunan dilakukan dari nol dengan pembiayaan utama berasal dari dana pribadi, serta dukungan swadaya masyarakat sekitar.
Panitia pembangunan, Nabahani, menyebut kontribusi warga umumnya datang dalam bentuk sedekah dan wakaf. Ia menegaskan bahwa panitia tidak secara aktif melakukan penggalangan dana, melainkan hanya menerima bantuan sukarela dari masyarakat.
“Sebagian besar pembiayaan berasal dari dana pribadi Mualem. Hingga kini belum ada bantuan dari anggaran pemerintah,” kata Nabahani.
Pada Minggu, 5 April 2026 sekitar pukul 17.00 WIB, Mualem turun langsung meninjau perkembangan pembangunan masjid tersebut. Ia mengamati kondisi bangunan yang hampir rampung, meskipun masih terdapat beberapa bagian yang belum selesai dikerjakan.
Sejumlah fasilitas seperti lantai masjid serta tempat wudhu untuk laki-laki dan perempuan masih dalam tahap penyelesaian. Di sekitar lokasi, material bangunan seperti pasir dan batu bata juga masih terlihat.
Dalam kunjungannya, Mualem juga melaksanakan ibadah salat di masjid tersebut sebelum berdialog dengan panitia dan masyarakat terkait perkembangan pembangunan serta kondisi warga setempat.
Menurut Nabahani, Mualem secara konsisten memantau proses pembangunan sejak awal dan memilih untuk menyelesaikannya secara bertahap sesuai kemampuan, tanpa memasukkan proyek tersebut ke dalam program resmi Pemerintah Aceh.
“Pembangunan dilakukan sedikit demi sedikit sesuai kemampuan yang ada,” ujarnya.
Kunjungan itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Mualem di kampung halaman, setelah sebelumnya bersilaturahmi dengan warga di Keude Simpang serta mengunjungi keluarga di Gampong Mane Kawan.
Mualem bersama rombongan meninggalkan lokasi sekitar pukul 18.05 WIB. Di tengah masyarakat, masjid tersebut kini lebih dikenal dengan sebutan “Masjid Mualem” sebagai bentuk kedekatan tokoh tersebut dengan warga setempat.












Discussion about this post