• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
16 Juli 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home AKADEMIKA

Mahasiswa Myanmar Rasakan Hangatnya Studi di Banda Aceh

by SDGS Admin
9 April 2026
Mahasiswa Myanmar Rasakan Hangatnya Studi di Banda Aceh
20
SHARES
126
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Banda Aceh, Kabar SDGs – Pengalaman belajar di lingkungan internasional dirasakan langsung oleh Htet Htet Hlaing, mahasiswa asal Myanmar yang menempuh pendidikan di Program Kelas Internasional Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala. Selama menjalani studi, ia tidak hanya memperoleh pemahaman akademik, tetapi juga merasakan kedekatan budaya masyarakat Aceh.

Mahasiswa berusia 23 tahun itu menuturkan bahwa sistem pembelajaran yang didominasi penggunaan bahasa Inggris memudahkannya mengikuti materi perkuliahan. Meski sempat mengalami kendala saat beberapa mata kuliah disampaikan dalam Bahasa Indonesia, ia mampu menyesuaikan diri seiring waktu.

BACA JUGA

Mahasiswi Universitas Pertamina Usulkan Kemitraan Iklim Indonesia Pasifik

Mahasiswi Universitas Pertamina Usulkan Kemitraan Iklim Indonesia Pasifik

25 Juni 2026
Pemprov Kaltim Cairkan Bantuan UKT Gratispol Semester Genap 2026 untuk Lebih dari 21 Ribu Mahasiswa

Pemprov Kaltim Cairkan Bantuan UKT Gratispol Semester Genap 2026 untuk Lebih dari 21 Ribu Mahasiswa

19 Februari 2026
Ratusan Mahasiswa Balikpapan Dibekali Literasi Media oleh Pertamina Patra Niaga

Ratusan Mahasiswa Balikpapan Dibekali Literasi Media oleh Pertamina Patra Niaga

19 Februari 2026

“Seiring waktu, saya mulai terbiasa dan merasa lebih nyaman mengikuti perkuliahan di sini,” ujarnya.

Ia juga menilai para dosen di kampus tersebut memiliki pendekatan yang terbuka dan suportif terhadap mahasiswa. Baginya, suasana belajar tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong interaksi aktif di dalam kelas.

“Saya merasa sangat terbantu karena para dosen selalu bersedia memberikan bimbingan dan membantu saya memahami materi,” tambahnya.

Di luar kegiatan akademik, kehidupan kampus yang dinamis memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang. Berbagai aktivitas yang tersedia membuka peluang untuk memperluas relasi dan pengalaman. Htet mengaku telah menjalin banyak pertemanan, tidak hanya dengan mahasiswa di fakultasnya, tetapi juga dari berbagai jurusan lain.

Selama tinggal di Banda Aceh, ia juga merasakan langsung karakter masyarakat setempat yang menjunjung tinggi budaya dan bahasa daerah. Interaksi sehari-hari justru menjadi sarana belajar yang menyenangkan baginya.

“Bahkan dalam percakapan sederhana, seperti saat menggunakan transportasi online, saya sering diajarkan beberapa kata dalam bahasa Aceh. Hal itu terasa sangat hangat dan menyenangkan,” katanya.

Menurutnya, rasa ingin tahu masyarakat terhadap dirinya sebagai mahasiswa asing membuka ruang komunikasi yang positif. Pertanyaan mengenai alasan memilih Banda Aceh sebagai tempat belajar sering ia terima, terutama karena kota tersebut dikenal dengan nilai-nilai Islam yang kuat.

“Percakapan seperti ini membuat saya lebih memahami identitas dan tradisi masyarakat Aceh, sekaligus belajar menghargai perbedaan,” ujarnya.

Selain pengalaman sosial dan akademik, keindahan alam Banda Aceh juga memberikan kesan tersendiri. Ia menikmati suasana pantai saat senja hingga panorama pegunungan yang menghadirkan ketenangan di tengah kesibukan perkuliahan.

“Banda Aceh adalah tempat yang membuat saya merasa dekat dengan alam dan menemukan ketenangan,” ujarnya.

Share8SendTweet5
Previous Post

Wisata Bromo Ditutup Sementara demi Pemulihan Alam

Next Post

PTP Nonpetikemas Cabang Jambi Perkuat Distribusi Semen melalui Pelabuhan Talang Duku

Next Post
PTP Nonpetikemas Cabang Jambi Perkuat Distribusi Semen melalui Pelabuhan Talang Duku

PTP Nonpetikemas Cabang Jambi Perkuat Distribusi Semen melalui Pelabuhan Talang Duku

Mualem Bangun Masjid Tanpa Dana Pemerintah

Mualem Bangun Masjid Tanpa Dana Pemerintah

Discussion about this post

NEWS UPDATE

ITS Kembangkan Material Komposit Berbasis Sumber Daya Lokal

ITS Kembangkan Material Komposit Berbasis Sumber Daya Lokal

16 Juli 2026
Bali Disiapkan Jadi Pusat Finansial Internasional

Bali Disiapkan Jadi Pusat Finansial Internasional

16 Juli 2026
Danantara Percepat Proyek Hilirisasi Nasional

Danantara Percepat Proyek Hilirisasi Nasional

16 Juli 2026
Danantara Satukan Empat Manajer Investasi BUMN

Danantara Satukan Empat Manajer Investasi BUMN

16 Juli 2026
Bhayangkara Road Race Jadi Ajang Pembinaan Pembalap Muda

Bhayangkara Road Race Jadi Ajang Pembinaan Pembalap Muda

15 Juli 2026

POPULAR

  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    957 shares
    Share 383 Tweet 239
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    959 shares
    Share 384 Tweet 240
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    950 shares
    Share 380 Tweet 238
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    991 shares
    Share 396 Tweet 248

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.