Jakarta, Kabar SDGs – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menjalin kerja sama strategis dengan US Grains & BioProducts Council (USGBC) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman pada Jumat (27/03/26). Kesepakatan ini difokuskan pada pengembangan bioetanol di Indonesia melalui studi bersama, pertukaran pengetahuan, serta peningkatan kapasitas.
USGBC merupakan organisasi nirlaba internasional yang mewakili pelaku industri biji-bijian dan produk bio berbasis pertanian. Organisasi ini berperan dalam pengembangan pasar melalui edukasi, advokasi, serta fasilitasi kerja sama dan berbagi pengetahuan, termasuk dukungan teknis dan pelatihan guna mendorong pemanfaatan produk berbasis bio secara berkelanjutan.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak akan memperkuat kapabilitas dalam pengembangan ekosistem bioetanol nasional, termasuk mendukung potensi implementasi bahan bakar campuran etanol E10 di Indonesia. Fokus utama kolaborasi mencakup pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas, serta penerapan praktik terbaik dari tingkat global.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, menekankan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan nasional melalui pembelajaran dari pengalaman internasional. “Bioetanol merupakan titik temu antara ketahanan energi dan keberlanjutan bagi Indonesia. Melalui kerja sama ini, kami ingin belajar lebih dalam dari pengalaman dan praktik terbaik internasional, khususnya dalam pengembangan ekosistem bioetanol, termasuk diversifikasi bahan baku, kerangka regulasi, serta penerapan bahan bakar campuran etanol domestik,” ujar Oki di Jakarta, Jumat (3/4/26).
Dalam pelaksanaannya, kerja sama ini akan mencakup kajian bersama terkait penguatan rantai pasok dan infrastruktur bioetanol, baik dari sisi teknis, komersial, maupun kesiapan regulasi. Selain itu, kedua pihak juga akan menyelenggarakan pelatihan teknis, pertukaran tenaga ahli, hingga forum diskusi dan lokakarya untuk berbagi praktik terbaik secara global.
Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, menyampaikan bahwa kolaborasi ini selaras dengan komitmen perusahaan dalam mempercepat transisi energi melalui pendekatan berbasis pengetahuan. “Pertamina NRE memandang kolaborasi ini sebagai platform untuk memperkuat kapabilitas teknis dan institusional melalui knowledge exchange yang terstruktur. Dengan mengedepankan studi bersama, pelatihan, serta pertukaran keahlian, kami optimistis dapat mempercepat pengembangan ekosistem bioetanol yang adaptif dan berkelanjutan di Indonesia,” ungkap John.
Kerja sama ini juga mendorong penguatan kapasitas domestik melalui adopsi teknologi, peningkatan efisiensi operasional, serta pemahaman yang lebih baik terkait produksi dan diversifikasi bahan baku bioetanol. Di sisi lain, kolaborasi ini turut membuka ruang dialog terkait pengembangan pasar, keberlanjutan, serta strategi komunikasi publik dalam mendukung implementasi bahan bakar berbasis etanol.
Chairman USGBC, Mark Wilson, menegaskan bahwa kemitraan ini berorientasi pada implementasi nyata di lapangan. “MoU ini bukan sekadar kesepakatan formal, tetapi merupakan platform implementasi. Melalui kemitraan ini, kami akan berfokus pada pertukaran pengetahuan dalam produksi dan rantai pasok etanol, penguatan aspek teknis dan pengembangan pasar, serta mendukung kesiapan Indonesia dalam pengembangan bahan bakar berbasis etanol,” ujar Mark.
Penandatanganan MoU ini menjadi bukti komitmen kedua pihak dalam memperkuat kolaborasi berbasis peningkatan kapasitas dan adopsi praktik terbaik global. Sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan bioetanol yang berkelanjutan sekaligus mempercepat transisi energi di Indonesia.












Discussion about this post