Surabaya, Kabar SDGs – Usaha kuliner rumahan di Kota Surabaya terus menunjukkan perkembangan yang signifikan, khususnya pada produk makanan tradisional. Salah satu yang menarik perhatian datang dari usaha wingko kelapa yang dijalankan oleh Tery Widiasanti di kawasan Pagesangan.
Dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun, usaha yang berawal dari skala kecil tersebut kini mampu berkembang dan menghasilkan keuntungan harian yang cukup menjanjikan. Tery mengawali usahanya dari percobaan sederhana dengan menjual wingko kepada tetangga di sekitar rumahnya.
“Awalnya saya coba membuat wingko untuk dijual ke tetangga. Ternyata banyak yang suka, akhirnya saya lanjutkan sampai sekarang,” ungkap Tery, Sabtu (28/3/2026).
Seiring meningkatnya permintaan, usaha wingko tersebut kini mampu memberikan keuntungan sekitar Rp300 ribu per hari. Produk yang ditawarkan banyak diminati sebagai camilan keluarga maupun pesanan untuk berbagai acara kecil.
Menurut Tery, keberhasilan usahanya tidak lepas dari komitmen dalam menjaga kualitas rasa dan bahan baku. Ia memilih menggunakan kelapa segar untuk menghasilkan tekstur yang lembut dan aroma khas yang disukai pelanggan.
“Yang penting rasanya tetap dijaga. Saya pakai bahan segar supaya pelanggan puas dan mau pesan lagi,” katanya.
Untuk memperluas jangkauan pasar, Tery juga memanfaatkan platform digital dengan membuka layanan pemesanan melalui WhatsApp. Strategi ini dinilai efektif dalam menjangkau konsumen di luar lingkungan sekitar serta meningkatkan jumlah pesanan.
“Sekarang banyak pesanan datang dari mulut ke mulut dan juga dari WhatsApp atau story pelanggan,” jelasnya.
Ke depan, Tery berencana mengembangkan usahanya dengan menambah tenaga kerja serta menghadirkan variasi rasa baru guna meningkatkan daya saing di pasar kuliner.
“Harapannya usaha ini bisa lebih besar. Kalau penjualan meningkat, saya ingin menambah karyawan dan variasi rasa wingko,” tuturnya.











Discussion about this post