Surabaya, Kabar SDGs – Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan Pemerintah Kota Surabaya bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) untuk kembali menggelar program berbagi melalui kegiatan “Garage Day” 2026. Program sosial yang telah memasuki tahun keempat ini menghadirkan bantuan bagi ribuan keluarga prasejahtera di Kota Surabaya.
Berdasarkan data Dinas Sosial Surabaya, pada pelaksanaan tahun ini sebanyak 7.250 keluarga menjadi penerima manfaat. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang menjangkau sekitar 5.000 keluarga.
Selain peningkatan jumlah penerima, volume bantuan yang terkumpul juga mengalami peningkatan signifikan. Melalui kolaborasi berbagai pihak, panitia berhasil menghimpun sebanyak 38.163 item barang layak pakai dan kebutuhan pokok yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat.
Setiap keluarga menerima paket bantuan berisi lima jenis barang kebutuhan, mulai dari makanan dan minuman seperti roti kaleng dan sirup, pakaian, hingga sembako berupa beras, minyak goreng, gula, dan mi instan. Panitia juga menyediakan berbagai kebutuhan lain seperti mukena, perlengkapan dapur, hingga barang elektronik yang disalurkan sesuai kategori kebutuhan penerima.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menuturkan bahwa Garage Day bukan sekadar kegiatan penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Kegiatan yang dilaksanakan GOW ini telah konsisten berjalan selama empat tahun berturut-turut, khususnya di bulan Ramadan. Kami mengajak siapa pun yang memiliki rezeki lebih untuk turut berbagi. Tahun ini terkumpul bantuan untuk 7.250 penerima, dengan total sekitar 38.163 item barang. Setiap orang menerima lima item kebutuhan pokok,” kata Eri saat membuka Garage Day di Kantor GOW Surabaya, Senin (2/3/2026).
Eri menambahkan bahwa kekuatan Kota Surabaya tidak hanya terletak pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga pada kuatnya solidaritas sosial yang tumbuh di tengah masyarakat. Ia mengapresiasi warga Surabaya yang dengan sukarela turut berkontribusi dalam kegiatan berbagi tersebut.
“Ini menunjukkan bahwa Surabaya terus menumbuhkan semangat berbagi. Tanpa perlu diminta atau disebutkan namanya, masyarakat sudah dengan kesadaran sendiri ikut menyumbang. Matur nuwun, warga Surabaya, yang telah memahami pentingnya berbagi. Jika kita konsisten menebar kebaikan, masyarakat akan memahami maksudnya,” tutur Eri.
Kegiatan Garage Day juga menunjukkan kolaborasi lintas sektor dalam aksi sosial kemasyarakatan. Dalam pelaksanaannya, Pemkot Surabaya dan GOW bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti PT Wings Surya (Wings Group), She Radio Surabaya, BPR Artha Surya Utama, Waron Hospital, PT RPH Surya, hingga RSUD dr. Soewandhie.
Selain pembagian bantuan barang, rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga serta penyelenggaraan pasar murah yang digelar serentak di 31 kecamatan di Surabaya.
Program pasar murah tersebut bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga pangan selama Ramadan.
“Kolaborasi ini digelar di seluruh kecamatan melalui pasar murah dengan dua tujuan utama. Pertama, menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi inflasi tinggi. Kedua, memastikan warga Surabaya dapat memenuhi kebutuhannya dan menyambut Idulfitri dengan perasaan bahagia,” papar Eri.
Ketua GOW Surabaya, Rini Indriyani, memastikan seluruh bantuan yang disalurkan telah melalui proses pendataan dan verifikasi sehingga tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Jika pada tahun sebelumnya sebanyak 5.000 gamis dibagikan, tahun ini meningkat menjadi 7.250 gamis yang diterima masyarakat. Peningkatan ini menjadi bukti nyata tumbuhnya kepedulian dan semangat berbagi di tengah masyarakat,” jelas Bunda Rini, sapaan akrabnya.
Ia menambahkan bahwa beberapa jenis bantuan diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, seperti warga kategori miskin ekstrem dan lanjut usia. Bantuan berupa barang elektronik serta beras premium disalurkan kepada kelompok tersebut setelah melalui proses verifikasi data penerima.
“Barang elektronik dan beras 5 kilogram diprioritaskan bagi kategori miskin ekstrem dan lanjut usia yang telah diverifikasi sebelumnya. Seluruh paket telah dihitung dan dikemas sesuai kategori masing-masing penerima,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Garage Day 2026, Relita Wulandari, menyampaikan bahwa konsistensi pelaksanaan program menjadi faktor penting yang membuat kegiatan ini terus berkembang dan mendapat dukungan luas dari berbagai pihak.
“Garage Day 2026 mengusung tema Berbagi Sesama untuk Menyambut Ramadan Penuh Berkah. Bagi kami, tema ini bukan hanya slogan, tetapi komitmen yang diwujudkan melalui kerja nyata dan konsistensi selama empat tahun,” kata Relita.
Melalui kolaborasi yang terus diperkuat antara pemerintah, organisasi masyarakat, serta sektor swasta, ia berharap kegiatan Garage Day dapat terus menjadi wadah kebersamaan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami ingin memastikan Ramadan di Surabaya tetap menjadi ruang kebersamaan, dimana kepedulian benar-benar dirasakan oleh warga yang membutuhkan,” jelas dia.









Discussion about this post