Aceh, Kabar SDGs – Pemerintah mempercepat proses pemindahan warga terdampak banjir ke hunian sementara (huntara) agar para pengungsi yang masih berada di tenda darurat dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih layak menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepala Satuan Tugas Wilayah Aceh, Safrizal, menyampaikan bahwa hingga 3 Maret 2026 pembangunan huntara telah mencapai 9.694 unit dari total target 17.642 unit yang direncanakan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.311 unit di antaranya telah ditempati oleh warga yang sebelumnya tinggal di pengungsian.
“Kami terus memantau dan menginformasikan kepada pemerintah daerah agar proses pemindahan warga ke huntara dapat berjalan lancar. Dalam dua minggu ke depan, kami mendorong agar seluruh unit yang sudah rampung bisa segera dihuni,” ujar Safrizal, Selasa (5/3/2026).
Berdasarkan data Satuan Tugas Wilayah, beberapa daerah bahkan telah mencapai tingkat keterisian huntara hingga 100 persen. Daerah tersebut antara lain Kabupaten Pidie, Kabupaten Nagan Raya, Kota Lhokseumawe, dan Aceh Barat. Di wilayah-wilayah tersebut, para pengungsi dilaporkan sudah tidak lagi tinggal di tenda darurat.
Sementara itu, proses pengisian huntara di daerah dengan jumlah pembangunan yang cukup besar masih terus berlangsung, salah satunya di Kabupaten Aceh Utara. Dari rencana pembangunan sebanyak 3.105 unit, sekitar 570 unit telah dihuni oleh warga.
“Kami terus berkoordinasi dengan para bupati untuk memastikan kesiapan masyarakat menempati unit yang ada, sesuai dengan data verifikasi yang telah disusun,” tambahnya.
Safrizal menjelaskan sejumlah unit huntara yang belum ditempati umumnya masih menunggu penyelesaian fasilitas pendukung. Beberapa di antaranya berkaitan dengan instalasi air bersih dan sistem sanitasi yang masih dalam tahap pengerjaan.
“Ada beberapa lokasi yang secara fisik bangunan sudah rampung, namun saat ini masih dalam proses penyelesaian instalasi air bersih dan sanitasi. Kami terus memonitor progres ini bersama para PIC di kabupaten/kota agar fasilitas dasar tersebut segera siap digunakan oleh warga,” jelasnya.
Selain mempercepat pembangunan serta pemindahan warga ke huntara, Satgaswil Aceh juga terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan bantuan jaminan hidup bagi masyarakat terdampak dapat tersalurkan dengan baik, terutama menjelang perayaan Idul Fitri. Upaya ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang masih menjalani masa pemulihan setelah bencana banjir.












Discussion about this post