Kutai Timur, Kabar SDGs – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berupaya mengoptimalkan lahan seluas 500,9 hektare di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan dengan mendorong percepatan operasional Pelabuhan Maloy di Kecamatan Kaliorang. Aktivasi pelabuhan tersebut diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru sekaligus pengungkit Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, mendesak Kementerian Perhubungan agar pelabuhan segera difungsikan secara penuh. Ia menilai keberadaan pelabuhan yang representatif menjadi faktor penentu agar aset daerah yang telah disiapkan tidak berubah menjadi lahan tidak produktif.
“Tanah seluas 500,9 hektare sudah dibayar dan disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kutim di KEK Maloy. Jika pelabuhan berfungsi, lahan ini akan produktif dan memberikan pemasukan nyata bagi PAD kita,” ujar Mahyunadi saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama Ormas Paguyuban BPD KKSS Kutim, Jumat (27/2/2026).
Desakan tersebut didasari kondisi logistik yang dinilai belum memberikan manfaat optimal bagi daerah. Saat ini, sejumlah komoditas unggulan Kutai Timur masih bergantung pada pelabuhan di luar wilayah untuk proses pengapalan, sehingga pencatatan administrasi ekspor tidak tercermin sebagai kontribusi langsung daerah.
Mahyunadi mencontohkan komoditas pisang yang memiliki pasar ekspor cukup besar. Berdasarkan data eksportir, produksi dan ekspor pisang asal Kutai Timur mencapai lebih dari 1.600 ton per tahun. Namun, pengiriman dilakukan melalui Pelabuhan Semayang di Balikpapan, sehingga pencatatan ekspor tercatat dari daerah tersebut.
“Pisang kita diekspor lebih dari 1.600 ton setahun, tapi keluarnya tercatat dari Balikpapan. Akibatnya, kita tidak mendapatkan nilai tambah maksimal dari hasil ekspor tersebut. Jika Maloy berfungsi, semua hasil bumi kita akan tercatat langsung sebagai ekspor Kutim,” jelasnya.
Pemerintah daerah menilai, beroperasinya Pelabuhan Maloy di KEK MBTK akan memangkas rantai distribusi yang selama ini menambah beban biaya pelaku usaha. Efisiensi logistik diharapkan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah.
Menurut Mahyunadi, optimalisasi kawasan tersebut bukan sekadar rencana jangka panjang, melainkan kebutuhan mendesak untuk memperkuat ketahanan fiskal di tengah dinamika anggaran daerah. Ia menambahkan, percepatan aktivasi pelabuhan diyakini mampu membuka peluang kerja baru dan mendorong tumbuhnya sektor-sektor ekonomi penunjang di kawasan pesisir Kutai Timur. “Aktivasi ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru sekaligus menggerakkan sektor-sektor ekonomi pendukung di sekitar kawasan pesisir,” tutupnya.









Discussion about this post