• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
16 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESEHATAN

USK Dorong Pemulihan Pascabanjir Aceh Berbasis One Health

by SDGS Admin
7 Februari 2026
USK Dorong Pemulihan Pascabanjir Aceh Berbasis One Health
18
SHARES
111
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Banda Aceh, Kabar SDGs – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga memunculkan persoalan berlapis yang menyentuh kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, hingga kualitas lingkungan. Menyikapi kompleksitas tersebut, Universitas Syiah Kuala (USK) memilih pendekatan One Health sebagai pijakan utama dalam mendorong pemulihan pascabencana yang berkelanjutan bagi masyarakat terdampak.

Pendekatan ini diperkenalkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat yang digelar di Banda Aceh, Selasa (3/2/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor USK Prof Marwan dan menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk membahas pemulihan sosial, pangan, dan kesehatan masyarakat rentan pascabanjir.

BACA JUGA

Kementerian PU Percepat Penanganan 38 Muara Terdampak Pascabencana di Sumatera

Kementerian PU Percepat Penanganan 38 Muara Terdampak Pascabencana di Sumatera

22 Februari 2026
Kementerian Ekraf Peduli Perkuat Komitmen Lintas Sektor untuk Pemulihan Pascabencana Sumatera

Kementerian Ekraf Peduli Perkuat Komitmen Lintas Sektor untuk Pemulihan Pascabencana Sumatera

31 Januari 2026
Kementerian Ekraf Perkuat Pemulihan Pascabencana Sumatera Bersama Lintas Kementerian

Kementerian Ekraf Perkuat Pemulihan Pascabencana Sumatera Bersama Lintas Kementerian

9 Januari 2026

Sebanyak 60 peserta dari berbagai instansi hadir dalam FGD tersebut, mulai dari Dinas Peternakan Aceh, Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Kota Banda Aceh, Kementerian Pertanian, perguruan tinggi di Aceh, hingga para praktisi. Diskusi ini menghadirkan Prof Srihadi Agungpriyono dari IPB University dan Prof Yani dari USK sebagai narasumber.

Rektor USK Prof Marwan menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pemulihan pascabencana. Menurutnya, kehadiran universitas tidak boleh berhenti pada kajian akademik, tetapi harus mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat. Dampak tersebut, kata dia, sejalan dengan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang menjadi agenda pembangunan nasional.

Dalam konteks pemulihan Aceh, Marwan menilai pendekatan One Health sangat relevan karena memandang kesehatan manusia, kesehatan hewan, kesehatan lingkungan, dan kesehatan masyarakat sebagai satu kesatuan yang saling terkait. Pengalaman pandemi COVID-19, lanjutnya, menjadi bukti nyata bahwa persoalan kesehatan tidak bisa diselesaikan secara sektoral.

“Kompleksitas persoalan tersebut menegaskan bahwa solusi tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan harus melalui kolaborasi lintas disiplin dan lintas institusi,” ujar Marwan.

Ia juga mengungkapkan bahwa USK telah membentuk One Health Collaboration Center (OHCC) sejak 2018. Pusat kolaborasi ini berawal dari Fakultas Kedokteran Hewan dan kemudian berkembang menjadi model pembelajaran lintas disiplin yang melibatkan bidang kedokteran, biologi, keperawatan, dan keilmuan lainnya.

“Melalui model pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman lintas sektor dan mampu berkolaborasi dalam kerangka One Health setelah mereka lulus,” katanya.

Ketua Tim Equity USK Prof Muslim Akmal menjelaskan bahwa FGD tersebut secara khusus diarahkan untuk mendukung tiga target SDGs, yakni tanpa kemiskinan (SDG 1), tanpa kelaparan (SDG 2), serta kesehatan dan kesejahteraan (SDG 3). Ia menilai pendekatan One Health menjadi kerangka strategis yang tepat dalam situasi pascabencana.

Menurut Muslim, banjir memperlihatkan keterkaitan erat antara kondisi lingkungan, kesehatan hewan, dan kesehatan manusia. Lingkungan yang tercemar berpotensi memicu penyakit, ternak yang terdampak memengaruhi ketahanan pangan, dan pada akhirnya berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.

“Pascabencana banjir, interaksi ketiga aspek ini menjadi semakin nyata. Lingkungan yang tercemar dapat memicu penyakit, ternak yang sakit memengaruhi ketahanan pangan, dan pada akhirnya kesehatan masyarakat pun terancam. Oleh karena itu, proses pemulihan tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan harus terintegrasi,” ujar Muslim.

Melalui penguatan pendekatan One Health, USK berharap pemulihan pascabencana di Aceh tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu membangun ketahanan masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan di masa depan.

Share7SendTweet5
Previous Post

Wali Nanggroe Dorong Akses Kesehatan Pascabencana

Next Post

Tanjungpinang Siap Dukung Gerakan ASRI dengan Olah Sampah Plastik Jadi BBM

Next Post
Tanjungpinang Siap Dukung Gerakan ASRI dengan Olah Sampah Plastik Jadi BBM

Tanjungpinang Siap Dukung Gerakan ASRI dengan Olah Sampah Plastik Jadi BBM

Indonesia Peringkat Kedua Negara Paling Rentan Penipuan Digital Dunia

Indonesia Peringkat Kedua Negara Paling Rentan Penipuan Digital Dunia

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Kecelakaan Di Perlintasan Sebidang Terus Menurun 3 Tahun Terakhir

Kecelakaan Di Perlintasan Sebidang Terus Menurun 3 Tahun Terakhir

16 April 2026
Transkon Jaya Ekspansi Tangkap Peluang IKN

Transkon Jaya Ekspansi Tangkap Peluang IKN

16 April 2026
KAI Daop 1 Jakarta Tambah Perjalanan KA, Akses ke Yogyakarta, Solo, Cilacap, dan Bandung Semakin Fleksibel

KAI Daop 1 Jakarta Tambah Perjalanan KA, Akses ke Yogyakarta, Solo, Cilacap, dan Bandung Semakin Fleksibel

16 April 2026
Program Makanan Bergizi Balikpapan Dihentikan Sementara

Program Makanan Bergizi Balikpapan Dihentikan Sementara

16 April 2026
Kementerian PU Percepat Bendungan Cijurey dan Cibeet

Kementerian PU Percepat Bendungan Cijurey dan Cibeet

16 April 2026

POPULAR

  • Ancaman Spyware Modern Uji Ketahanan Siber Indonesia

    Ancaman Spyware Modern Uji Ketahanan Siber Indonesia

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kemenkes Integrasikan Diari Diabetes Digital Primaku ke Aplikasi SatuSehat

    53 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Gubernur Bukhara Tawari Indonesia Destinasi Umrah Plus di Uzbekistan

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Port Connect 2025: Sinergi IPCC dan PTP Nonpetikemas Kembangkan Talenta Muda untuk Ekonomi Maritim

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Wisata Bromo Ditutup Sementara demi Pemulihan Alam

    25 shares
    Share 10 Tweet 6

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.