• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
19 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

Relokasi Warga Tesso Nilo Dimulai

by SDGS Admin
23 Desember 2025
Relokasi Warga Tesso Nilo Dimulai
25
SHARES
156
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Pelalawan, Kabar SDGs – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memulai proses relokasi warga yang bermukim di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, sebagai bagian dari penataan kawasan dan pemulihan ekosistem hutan konservasi. Langkah ini menjadi awal upaya pemerintah menyeimbangkan perlindungan lingkungan dengan keadilan sosial bagi masyarakat yang selama ini beraktivitas di dalam kawasan taman nasional.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Desa Bagan Limau, Sabtu (20/12/2025), Raja Juli Antoni menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah membuka ruang dialog dan memilih jalan damai dalam proses penataan kawasan. “Hari ini saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya terutama pada masyarakat Desa Bagan Limau, bapak ibu adalah uswah hasanah menjadi contoh teladan, dimana dialog sebagai rekonsilisasi, sebagai upaya menjadi win win solution, kemenangan bersama. Atas kebesaran hati bapak ibu sekalian dapat terselesaikan,” ujar Menhut Raja Antoni.

BACA JUGA

Menhut Siapkan Rehabilitasi Tesso Nilo

Menhut Siapkan Rehabilitasi Tesso Nilo

23 Desember 2025
Reforestasi Tesso Nilo Capai 7150 Hektare Masyarakat Serahkan Lahan Sukarela

Reforestasi Tesso Nilo Capai 7150 Hektare Masyarakat Serahkan Lahan Sukarela

20 September 2025
FKGI Desak Aksi Nyata untuk Selamatkan Habitat Gajah di Tesso Nilo

FKGI Desak Aksi Nyata untuk Selamatkan Habitat Gajah di Tesso Nilo

27 Juni 2025

Ia menegaskan bahwa relokasi masyarakat dari wilayah Taman Nasional Tesso Nilo bukan merupakan bentuk permusuhan, melainkan upaya memberikan kepastian hukum secara jelas dan damai kepada warga. “Ini bukan hari tanda permusuhan karena bapak ibu sekalian digusur dari Taman Nasional, tapi hari bahagia karena dengan cara damai, persuasif, dialog bersama bapak ibu sudah memiliki kepastian hukum untuk mengelola kebun sawit baru di luar Taman Nasional Tesso Nilo. Saat ini masih dalam bentuk SK Hutan Kemasyarakatan karena awalnya relokasi PBPH HTI, supaya prosesnya cepat saya pakai Hkm,” ujar Menhut.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, Kajati Riau Sutikno, serta Wakil Menteri ATR Ossy Dermawan sebagai bentuk dukungan lintas sektor terhadap penataan kawasan Tesso Nilo.

Sebanyak 228 kepala keluarga direlokasi ke kawasan perhutanan sosial dengan total luasan mencapai 635,83 hektare. Relokasi ini menyasar wilayah Desa Bagan Limau, Kabupaten Pelalawan, dengan target penataan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo seluas 2.569 hektare. Pemerintah juga menyiapkan lahan pengganti berupa area eks PT PSJ di Desa Gondai, Kabupaten Pelalawan seluas 234,51 hektare, serta kawasan eks PTPN di Desa Batu Rizal, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Desa Pesikaian, Kabupaten Kuantan Singingi dengan total luasan 647,61 hektare.

Kelompok masyarakat penerima Surat Keputusan Hijau di kawasan eks PT PSJ adalah Kelompok Tani Hutan Gondai Prima Sejahtera dengan jumlah 47 kepala keluarga. Sementara di kawasan eks PTPN, penerima SK Hijau terdiri dari Kelompok Tani Hutan Mitra Jaya Lestari sebanyak 109 kepala keluarga dan Kelompok Tani Hutan Mitra Jaya Mandiri sebanyak 72 kepala keluarga. Menhut menjelaskan bahwa saat ini masyarakat diberikan SK Hutan Kemasyarakatan di bawah Kementerian Kehutanan, yang selanjutnya akan diproses menjadi Tanah Objek Reforma Agraria di bawah Kementerian ATR BPN. “Kita jadikan TORA, sehingga bapak ibu, punya sertifikat yang akan dipastikan pemberiannya oleh Wamen ATR/BPN,” tuturnya.

Raja Juli Antoni berharap langkah yang ditempuh masyarakat Desa Bagan Limau dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di sekitar Tesso Nilo. “Karena bapak ibu adalah teladan berharap pada masyarakat lain dapat mengikuti teladan dari desa ini. Ini adalah simbol rekonsiliasi, simbol kehadiran negara, tidak dengan kekerasan tapi mejadi kemenangan bersama. Taman Nasional kita jadi rumah yang aman dan nyaman bagi gajah Domang dan kawan-kawan, tapi pada saat yang sama masyarakat punya kepastian hukum,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kehutanan juga melakukan penumbangan pohon sawit secara simbolis sebagai tanda dimulainya pemulihan kawasan, yang dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon kulim sebagai bagian dari restorasi ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan ditujukan kepada masyarakat, melainkan untuk mengembalikan fungsi kawasan konservasi. “Kalau secara simbolik ada pemusnahan sawit, bukan berarti ada permusuhan pada masyarakat, tapi kita kembalikan Taman Nasional pada fungsinya sebagai Taman Nasional konservasi,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Kementerian Kehutanan mengalokasikan sekitar 74 ribu bibit pohon untuk seluruh kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, yang terdiri dari 30 ribu batang mahoni, 15 ribu batang trembesi, 15 ribu batang sengon, 9 ribu batang jengkol, dan 5 ribu batang kaliandra untuk mendukung pemulihan tutupan hutan secara berkelanjutan.

Share10SendTweet6
Previous Post

Kemenhub Pastikan Semua Bus Mudik Gratis Laik Jalan

Next Post

Banjir Rendam Tiga Kabupaten di Riau

Next Post
Banjir Rendam Tiga Kabupaten di Riau

Banjir Rendam Tiga Kabupaten di Riau

Salju Langka Selimuti Gurun Arab

Salju Langka Selimuti Gurun Arab

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Festival Kuliner Wonderful Indonesia Perluas Pasar Usaha Kuliner Nusantara

Festival Kuliner Wonderful Indonesia Perluas Pasar Usaha Kuliner Nusantara

19 Oktober 2026
PLN Dorong Ekonomi Sirkular Melalui Bank Sampah Terang

PLN Dorong Ekonomi Sirkular Melalui Bank Sampah Terang

19 Oktober 2026
Warteg on Train di KA Batavia Disambut Baik oleh Penumpang

Warteg on Train di KA Batavia Disambut Baik oleh Penumpang

19 Oktober 2026
BP Batam Perkuat Pasokan Air Bersih Untuk Kawasan Nongsa

BP Batam Perkuat Pasokan Air Bersih Untuk Kawasan Nongsa

19 Oktober 2026
KAI Suguhkan Warteg On Train di KA Batavia

KAI Suguhkan Warteg On Train di KA Batavia

19 Oktober 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4167 shares
    Share 1667 Tweet 1042
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    3778 shares
    Share 1511 Tweet 945
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    3228 shares
    Share 1291 Tweet 807
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3876 shares
    Share 1550 Tweet 969
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3813 shares
    Share 1525 Tweet 953

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.