Nusantara, Kabar SDGs – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia, Md Tarikul Islam, di Kantor Otorita IKN, Rabu (1/10). Kunjungan tersebut bertujuan meninjau kemajuan pembangunan IKN sekaligus melihat kesiapan pemindahan ibu kota pemerintahan, termasuk kantor perwakilan diplomatik pada 2028 mendatang.
Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, dalam kesempatan itu memaparkan rencana pembangunan kawasan diplomatik. Menurutnya, lahan seluas 62,9 hektare telah disiapkan untuk dikembangkan menjadi diplomatic compound yang akan menampung kantor kedutaan besar negara-negara sahabat. Kawasan tersebut juga dirancang memiliki hunian, fasilitas perdagangan dan jasa, sekolah, serta ruang terbuka hijau.
“Kami telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, dan menyampaikan kesiapan prasarana untuk mendukung diplomatic compound tersebut. Informasi yang sama akan disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri kepada kedutaan besar negara-negara sahabat,” ujar Mia melalui Humas Otorita IKN.
Duta Besar Md Tarikul Islam menyambut baik pemaparan tersebut dan menyampaikan dukungan penuh Bangladesh terhadap pembangunan Nusantara, termasuk rencana pemindahan kantor kedutaan. “Kami siap untuk pindah ke Nusantara. Apalagi kami mendengar fasilitas yang disiapkan sangat baik,” ujarnya.
Ia juga menekankan potensi besar Bangladesh di sektor pertanian, khususnya pada industri agro-processing. “Bangladesh memiliki kekuatan di industri pertanian. Kami berharap dapat menjalin kolaborasi dengan Indonesia, khususnya dalam pembangunan IKN,” tambahnya.
Pertemuan ini membuka ruang strategis bagi penguatan kerja sama bilateral, terutama di sektor pertanian, guna mendukung visi Nusantara sebagai forest city sekaligus kota yang berkomitmen pada ketahanan pangan berkelanjutan. Kunjungan tersebut juga menegaskan posisi IKN sebagai pusat diplomasi baru Indonesia di masa depan, tidak hanya sebagai simbol transformasi pemerintahan, tetapi juga jembatan kerja sama internasional untuk pembangunan berkelanjutan.












Discussion about this post